Queensha.id – Edukasi Sosial,
Belakangan ini media sosial diramaikan dengan beredarnya sejumlah video rekaman CCTV yang memperlihatkan seseorang mengendarai sepeda motor berhenti di depan rumah, toko, atau tempat usaha, kemudian menyiramkan cairan dari botol plastik bekas air mineral sebelum pergi meninggalkan lokasi.
Fenomena tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warganet menduga cairan itu merupakan air yang telah dijampi-jampi oleh orang yang dianggap memiliki kemampuan supranatural dengan tujuan membuat pemilik rumah atau usaha mengalami kesialan, kebangkrutan, sakit, atau berbagai musibah lainnya.
Tidak sedikit pula yang mengaitkannya dengan persaingan usaha yang tidak sehat.
Namun, benarkah air tersebut memiliki kekuatan seperti yang diyakini sebagian orang?
Belum Tentu Air Itu untuk Hal Mistis
Hingga saat ini, tidak ada dasar yang dapat memastikan bahwa setiap orang yang menyiramkan air di depan rumah atau toko sedang melakukan praktik mistis.
Motif seseorang bisa sangat beragam. Misalnya, tindakan iseng, vandalisme, bentuk intimidasi, ritual yang diyakini pelakunya, atau bahkan memiliki tujuan lain yang belum diketahui.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa setiap kejadian serupa pasti berkaitan dengan santet atau ilmu hitam hanya berdasarkan rekaman CCTV.
Apabila terdapat dugaan tindak pidana seperti perusakan, ancaman, atau tindakan yang meresahkan, langkah yang tepat adalah melaporkannya kepada aparat penegak hukum agar dapat dilakukan penyelidikan berdasarkan bukti.
Benarkah Air yang Dijampi Bisa Membuat Orang Bangkrut?
Dalam berbagai tradisi masyarakat Nusantara memang dikenal adanya keyakinan mengenai media tertentu, termasuk air, yang digunakan dalam praktik ritual atau pengobatan tradisional.
Dalam pandangan Islam, Al-Qur’an mengakui adanya sihir sebagai sesuatu yang pernah terjadi pada umat-umat terdahulu. Namun, Islam juga menegaskan bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat memberikan manfaat atau mudarat kecuali dengan izin Allah SWT.
Artinya, seorang Muslim tidak dianjurkan meyakini bahwa sebuah benda, termasuk air di dalam botol plastik, memiliki kekuatan mutlak untuk mencelakakan seseorang.
Apakah Ada Doa untuk Tujuan Negatif?
Islam mengajarkan bahwa doa merupakan bentuk ibadah yang ditujukan kepada Allah SWT.
Ajaran Islam mendorong umatnya untuk memanjatkan doa yang berisi kebaikan, keselamatan, kesehatan, rezeki yang halal, dan perlindungan.
Sebaliknya, mendoakan keburukan kepada orang lain tanpa alasan yang dibenarkan bukanlah akhlak yang dianjurkan.
Adapun praktik-praktik yang mengandung unsur meminta bantuan kepada jin, melakukan ritual tertentu untuk mencelakakan orang lain, atau menggunakan ilmu hitam termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam.
Persaingan Usaha Seharusnya Dilakukan Secara Sehat
Dalam dunia perdagangan, persaingan merupakan hal yang wajar. Namun, Islam mengajarkan agar persaingan dilakukan dengan cara yang jujur, meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kepercayaan pelanggan, dan mencari rezeki melalui cara-cara yang halal.
Jika seseorang memilih jalan yang merugikan pihak lain, baik melalui intimidasi, fitnah, maupun praktik yang diyakini sebagai sihir, maka hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai kejujuran dan keadilan yang diajarkan Islam.
Jangan Mudah Percaya, Jangan Mudah Menuduh
Para tokoh agama mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk video-video viral di media sosial.
Tidak semua kejadian yang terlihat ganjil memiliki unsur mistis. Sebaliknya, tidak semua peristiwa dapat dijelaskan hanya dengan dugaan.
Sikap yang bijak adalah tetap waspada, memperkuat keimanan, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta menyerahkan penanganan dugaan pelanggaran hukum kepada pihak yang berwenang apabila ditemukan tindakan yang meresahkan.
Pada akhirnya, Islam mengajarkan bahwa rezeki, keberhasilan usaha, kesehatan, maupun musibah berada dalam kekuasaan Allah SWT. Seorang Muslim dianjurkan untuk terus berikhtiar, berdoa, bertawakal, serta tidak hidup dalam ketakutan terhadap berbagai mitos yang belum terbukti kebenarannya.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan