Queensha.id – Edukasi Sosial,
Sebuah fenomena langka diprediksi akan terjadi pada tahun 2030. Umat Islam di seluruh dunia disebut akan menjalani ibadah puasa Ramadan sebanyak dua kali dalam satu tahun kalender Masehi. Peristiwa ini bukan kesalahan perhitungan, melainkan konsekuensi ilmiah dari perbedaan sistem kalender yang digunakan.
Berdasarkan perhitungan astronomi, 1 Ramadan 1451 Hijriah diperkirakan jatuh pada awal Januari 2030.
Sementara itu, 1 Ramadan 1452 Hijriah diprediksi kembali datang pada akhir Desember 2030. Artinya, dalam satu tahun yang sama, umat Muslim akan kembali memasuki bulan suci dua kali, meskipun tidak berlangsung secara berurutan.
Fenomena ini terjadi karena kalender Islam menggunakan sistem lunar atau peredaran bulan, yang dikenal sebagai Kalender Hijriah. Dalam sistem ini, satu tahun hanya terdiri dari 354 atau 355 hari yang merupakan lebih pendek sekitar 10 hingga 12 hari dibandingkan kalender Masehi yang berbasis matahari.
Akibat selisih tersebut, awal Ramadan setiap tahun terus bergeser lebih cepat. Dalam jangka panjang, pergeseran ini membuat bulan suci bisa muncul dua kali dalam satu tahun kalender Masehi, seperti yang akan terjadi pada 2030.
Meski Ramadan datang dua kali, Hari Raya Idul Fitri hanya akan dirayakan sekali dalam tahun tersebut, yakni sekitar Februari 2030. Hal ini karena Ramadan kedua di Desember 2030 baru akan berakhir pada awal tahun 2031.
Fenomena serupa terakhir kali terjadi pada tahun 1997, dan diperkirakan akan kembali terulang pada 2063. Para ahli mencatat, siklus ini muncul sekitar setiap 33 tahun sekali sebagai dampak perbedaan antara kalender lunar dan solar.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penentuan waktu dalam Islam sangat erat kaitannya dengan pergerakan alam, khususnya bulan.
Selain unik, fenomena ini juga menjadi momen refleksi bagi umat Muslim untuk semakin memahami dinamika waktu dalam perspektif syariat.
***
(20 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan