Queensha.id – Film & Sinetron,
Sinetron Terikat Janji RCTI yang tayang Senin (20/7/2026) pukul 19.00 WIB kembali menghadirkan adegan yang sukses membuat penonton terbawa perasaan atau baper.
Sorotan utama episode 109 tertuju pada hubungan Sena Airlangga Abraham (Arya Saloka) dan Davina (Asha Assuncao) yang semakin dekat, namun belum juga memiliki kejelasan status.
Sena Tiba-Tiba Cemburu
Adegan bermula saat Davina diganggu seorang pria di sebuah restoran yang berusaha mendekatinya. Melihat kejadian tersebut, Sena langsung bereaksi dan mencegah pria itu mengambil kesempatan untuk berkenalan lebih jauh dengan Davina.
Dalam perjalanan pulang menggunakan mobil Jetour T2 Defender yang dipinjamkan Davina, percakapan keduanya berubah menjadi momen penuh emosi.
“Kamu tadi cemburu ya ngelihat saya dideketin sama laki-laki lain?” tanya Davina.
Sena pun menjawab dengan jujur.
“Saya nggak suka aja, apalagi lihat tadi ambil kesempatan ke kamu.”
Jawaban tersebut membuat Davina semakin yakin bahwa Sena sebenarnya memiliki perasaan terhadap dirinya.
Davina Minta Kepastian
Davina kemudian terus mendesak Sena agar memberikan kepastian mengenai hubungan mereka.
“Kalau memang itu jadi masalah buat kamu, kenapa kamu nggak ngasih saya kepastian?” tanya Davina.
Namun Sena justru berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Kita langsung ke kantor ya, langsung makan siang.”
Davina tak menyerah dan kembali meminta jawaban.
“Sena, jawab pertanyaan saya dulu.”
Sena akhirnya mengungkapkan alasan yang selama ini ia pendam.
“Saya nggak bisa, karena saya harus fokus sama tugas saya dan visi misi yang harus saya kerjakan.”
Misi Sena Masih Menjadi Prioritas
Sejak awal cerita, Sena memang diketahui masih berusaha mengungkap misteri hilangnya sang adik, Riyan, yang telah menghilang selama delapan tahun.
Misi tersebut menjadi alasan utama Sena menahan perasaannya kepada Davina. Ia khawatir hubungan asmara justru mengganggu fokusnya dalam membongkar kasus yang selama ini menjadi tujuan hidupnya.
Di sisi lain, Davina merasa alasan tersebut tidak cukup.
“Emang saya menghalangi tugas dan misi kamu?”
Sena mencoba menjelaskan bahwa bukan itu maksudnya.
Namun Davina kembali bertanya.
“Nanti kalau kasus ini selesai, ke depannya juga kamu pasti banyak kasus. Mau sampai kapan saya nunggu?”
Curahan Hati Davina Menyayat Hati
Puncak adegan terjadi ketika Davina mempertanyakan apakah hubungan mereka benar-benar memiliki masa depan.
“Sebenarnya hubungan ini ada harapannya nggak sih? Atau ternyata memang saya yang berharap sendiri?”
Dengan mata berkaca-kaca, Davina melanjutkan.
“Sena, saya ini perempuan. Kamu nggak bisa kayak gini gantungin saya.”
Merasa lelah menunggu kepastian, Davina memilih turun dari mobil dan memutuskan mencari taksi sendiri.
Namun Sena tidak tinggal diam. Ia berusaha menghentikan taksi yang sudah ditumpangi Davina hingga nyaris tertabrak kendaraan.
“Sena, kamu ngapain sih?”
Sena hanya memohon agar Davina kembali masuk ke mobil.
“Ayo kita pulang, kita bicara di mobil.”
Dialog Penutup yang Membuat Penonton Baper
Di akhir percakapan, Davina mengungkapkan perumpamaan yang menyentuh hati dan langsung ramai dibicarakan penonton.
“Saya itu ibaratnya kayak rumah. Kalau kamu yakin dan serius, ayo masuk. Tapi jangan berdiri di depan pintu kayak orang bingung dan menghalangi orang lain mau masuk.”
Davina kemudian menutup pembicaraan dengan kalimat yang menjadi sorotan episode ini.
“Saya capek ngejar-ngejar sesuatu yang tidak pasti dari kamu.”
Akankah Sena Memberikan Kepastian?
Adegan emosional tersebut berakhir dengan tanda bersambung, membuat penonton semakin penasaran apakah Sena akhirnya akan mengungkapkan isi hatinya atau tetap memilih menyelesaikan misi menemukan Riyan sebelum membuka lembaran baru bersama Davina.
Hubungan Sena dan Davina kini berada di persimpangan. Di satu sisi, keduanya saling menyimpan rasa. Namun di sisi lain, masa lalu dan misi besar Sena masih menjadi penghalang yang belum terselesaikan.
Episode selanjutnya diprediksi akan menjadi salah satu momen penting yang menentukan arah kisah cinta Sena dan Davina di sinetron Terikat Janji.
Sumber: TJ RCTI.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan