Queensha.id – Jepara,
Malam takbiran di wilayah Jepara berlangsung ramai namun tetap terkendali. Di sejumlah titik keramaian, khususnya kawasan Bundaran Ngabul, masyarakat tampak memadati area dengan suasana santai tanpa diwarnai euforia berlebihan.
Warga lebih memilih berkumpul bersama keluarga maupun teman, sekadar menikmati malam kemenangan setelah sebulan berpuasa. Tidak terlihat adanya iring-iringan konvoi kendaraan maupun penggunaan sound horeg yang kerap menjadi pemicu gangguan ketertiban.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi pun terpantau lancar. Kendaraan roda dua mendominasi pergerakan, namun tetap dalam kondisi tertib tanpa kemacetan berarti. Situasi ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga ketenangan malam takbiran.
Wakapolres Jepara, Edy Sutrisno, sebelumnya telah mengimbau masyarakat agar merayakan malam takbiran secara sederhana dan penuh makna. Ia menegaskan larangan penggunaan sound horeg, konsumsi minuman keras, serta konvoi di jalan raya.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Jepara agar tidak menggunakan sound horeg, tidak mengonsumsi minuman keras, serta tidak melakukan konvoi di jalan raya. Mari kita rayakan malam takbiran dengan khidmat sebagai wujud rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa,” ujarnya, Jum’at (20/3/2026) malam.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama momentum Hari Raya Idul Fitri.
Berkat kepatuhan warga terhadap imbauan tersebut, malam takbiran tahun ini terasa lebih aman, tertib, namun tetap hidup dengan nuansa kebersamaan. Semarak takbiran tetap terasa, meski tanpa hingar-bingar suara berlebihan.
Sementara itu, jajaran Polres Jepara terus melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah titik rawan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan hingga perayaan Idul Fitri berlangsung dengan aman dan lancar.
***
Wartawan: Wakhib Obeng.
(20 Maret 2026)


Tinggalkan Balasan