Queensha.id – Piala Dunia 2026, (Edukasi Islam)

 

Dunia sepak bola kembali dihebohkan oleh beredarnya sebuah foto bersejarah yang memperlihatkan Lionel Messi sedang memandikan seorang bayi dalam kegiatan amal Barcelona bersama UNICEF pada tahun 2007. Foto tersebut kembali viral setelah bayi itu diketahui adalah Lamine Yamal, pemain muda Spanyol yang sukses mengantarkan negaranya meraih gelar juara Piala Dunia FIFA 2026.

Momen yang awalnya hanya dokumentasi kegiatan sosial kini dianggap sebagai salah satu foto paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Banyak warganet menyebutnya sebagai “estafet kejayaan”, sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai kisah indah tentang perjalanan hidup yang telah digariskan oleh Allah SWT.

Namun, di balik viralnya foto tersebut, tersimpan pelajaran yang jauh lebih berharga daripada sekadar kebetulan.

 

Foto Bersejarah yang Baru Dipahami Bertahun-tahun Kemudian

Pada tahun 2007, Lionel Messi masih berusia sekitar 20 tahun. Saat itu, ia memang dikenal sebagai talenta muda Barcelona, tetapi belum menyandang status sebagai legenda sepak bola dunia.

Dalam sebuah agenda amal Barcelona bersama UNICEF, Messi mengikuti sesi pemotretan bersama sejumlah bayi. Salah satunya adalah bayi bernama Lamine Yamal yang saat itu baru berusia sekitar lima bulan.

Tidak ada seorang pun yang membayangkan bahwa hampir dua dekade kemudian, kedua sosok dalam foto tersebut akan sama-sama menjadi ikon sepak bola dunia.

 

Messi dan Perjalanan Menjadi GOAT

Kesuksesan Lionel Messi tidak lahir dalam semalam.

Sepanjang kariernya, Messi menjalani ribuan jam latihan, menjaga disiplin, menghadapi cedera, hingga melewati berbagai kegagalan.

Salah satu momen paling berat terjadi setelah kekalahan Argentina pada final Copa América 2016. Saat itu Messi bahkan sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional karena merasa gagal memenuhi harapan rakyat Argentina.

Namun, ia memilih bangkit.

Keputusan tersebut menjadi titik balik yang akhirnya mengantarkan Messi meraih berbagai prestasi besar, termasuk:

  • Juara Piala Dunia FIFA 2022.
  • Runner-up Piala Dunia FIFA 2026.
  • Delapan Ballon d’Or.
  • Dua gelar Copa América.
  • Puluhan trofi bersama Barcelona dan klub lainnya.

Prestasi tersebut membuat banyak pengamat menjulukinya sebagai Greatest of All Time (GOAT).

 

Lamine Yamal Menulis Sejarahnya Sendiri

Di sisi lain, Lamine Yamal juga menjalani proses panjang.

Tidak ada jaminan bahwa bayi dalam foto tersebut akan menjadi pesepak bola profesional.

Namun, Yamal memilih jalan sepak bola.

Ia berkembang di akademi La Masia, menunjukkan bakat luar biasa sejak usia dini, hingga akhirnya dipercaya memperkuat tim utama Barcelona dan Tim Nasional Spanyol.

Puncaknya terjadi di MetLife Stadium, Amerika Serikat, ketika Spanyol berhasil menjadi juara Piala Dunia FIFA 2026.

Di usia yang masih sangat muda, Yamal berhasil meraih impian terbesar setiap pesepak bola, bahkan mengalahkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi pada laga final.

 

Kebetulan atau Takdir?

Banyak orang bertanya, apakah semua ini hanya kebetulan?

Dalam pandangan Islam, pertanyaan tersebut tidak perlu dipertentangkan.

Islam mengajarkan bahwa manusia wajib berikhtiar sebaik mungkin, sementara hasil akhirnya merupakan ketetapan Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Najm ayat 39:

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”

Ayat ini menegaskan bahwa keberhasilan tidak datang hanya karena mimpi atau keberuntungan.

Baik Messi maupun Yamal mencapai puncak karier bukan karena sebuah foto, melainkan melalui latihan tanpa henti, disiplin, pengorbanan, kerja sama tim, serta semangat untuk terus berkembang.

 

Takdir Allah Berjalan Bersama Ikhtiar

Islam juga mengajarkan bahwa segala sesuatu telah berada dalam ilmu dan ketetapan Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Furqan ayat 2:

“…Dia menciptakan segala sesuatu lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa setiap perjalanan hidup manusia telah berada dalam ketentuan Allah.

Namun, manusia tidak diperintahkan untuk pasrah tanpa usaha.

Sebaliknya, Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal.

Artinya, seseorang harus bekerja keras semaksimal mungkin, kemudian menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

 

Pelajaran bagi Masyarakat

Kisah Messi dan Lamine Yamal mengandung pelajaran universal.

Foto yang viral bukanlah penyebab keberhasilan mereka.

Yang membawa keduanya ke puncak dunia adalah:

  • kerja keras,
  • disiplin,
  • konsistensi,
  • kesabaran,
  • doa,
  • dan keteguhan menjalani proses.

Bagi umat Islam, keberhasilan juga harus disertai tawakal, yaitu meyakini bahwa apa pun hasil akhirnya merupakan keputusan terbaik dari Allah SWT.

Karena itu, setiap orang memiliki “Piala Dunia”-nya masing-masing.

Ada yang meraihnya dalam bentuk pendidikan, pekerjaan, keluarga, usaha, atau cita-cita yang selama ini diperjuangkan.

Yang terpenting bukan seberapa cepat mencapainya, melainkan kesungguhan dalam berikhtiar dan keikhlasan menerima setiap ketetapan Allah.

Pada akhirnya, kisah Lionel Messi dan Lamine Yamal bukan sekadar cerita tentang sebuah foto yang viral. Lebih dari itu, kisah tersebut mengajarkan bahwa impian membutuhkan usaha, keberhasilan adalah karunia Allah, dan setiap langkah kehidupan harus selalu diiringi dengan tawakal kepada-Nya.

 

***

Sumber: BS.

Penulis: Vico Rahman.