Queensha.id – Jepara,

 

Pemerintah Kabupaten Jepara terus memperkuat upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui program pengembangan kapasitas nelayan. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Mata Pencaharian Alternatif Nelayan Perbaikan Kapal, yang diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi nelayan saat tidak dapat melaut.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari di Aula Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Jepara itu secara resmi dibuka oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Ary Bachtiar, Rabu (22/7/2026).

Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Jepara dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga nelayan, khususnya saat menghadapi musim paceklik atau cuaca buruk yang menghambat aktivitas penangkapan ikan.

 

Bekali Nelayan dengan Keterampilan Baru

Selain mendapatkan pelatihan perbaikan kapal, sebanyak 20 nelayan yang mewakili kelompoknya juga memperoleh pembekalan mengenai pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, kewirausahaan, teknik pengemasan produk, pemasaran digital, hingga pengelolaan usaha kecil.

Para peserta juga akan mendapatkan pendampingan agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

Sekda Jepara Ary Bachtiar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang salah satu alokasinya diperuntukkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin nelayan tidak hanya mencari ikan saja, tetapi ada usaha alternatif lainnya,” ujar Ary Bachtiar.

Menurutnya, diversifikasi mata pencaharian menjadi langkah strategis agar masyarakat pesisir memiliki sumber pendapatan tambahan yang mampu menopang ekonomi keluarga sepanjang tahun.

 

Diskan Jepara Terus Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara, Muh. Tahsin, mengatakan pihaknya tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga terus menyalurkan berbagai bantuan kepada nelayan, termasuk bantuan alat tangkap ikan.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Jepara juga telah mengusulkan sejumlah desa untuk menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Empat desa yang diusulkan meliputi:

  • Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo.
  • Desa Karanggondang.
  • Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo.
  • Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung.

“Pelatihan ini tidak hanya sampai di sini saja, dan terus berlanjut. Jadi ketika musim baratan, nelayan bisa mencari usaha lainnya,” jelas Muh. Tahsin.

 

DBHCHT 2026 Jepara Capai Rp11 Miliar

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Jepara, Dwi Yogo Adiwibowo, mengungkapkan bahwa Kabupaten Jepara memperoleh alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 sebesar Rp11 miliar.

Dana tersebut dialokasikan untuk:

  • 50 persen peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  • 40 persen bidang kesehatan.
  • 10 persen bidang penegakan hukum.

Menurut Dwi Yogo, para peserta pelatihan nantinya juga diharapkan memperoleh sertifikasi kompetensi sehingga keterampilan yang dimiliki dapat menjadi bekal dalam mengembangkan usaha maupun membuka peluang kerja baru.

“Harapan kami, setelah pelatihan nelayan memperoleh sertifikasi. Sehingga, bisa bermanfaat, dan kami mensuport kesejahteraan nelayan Jepara melalui DBHCHT,” ungkapnya.

 

Nelayan Terima Bantuan Peralatan Kerja

Pada akhir kegiatan, para nelayan yang mewakili kelompoknya juga menerima bantuan peralatan kerja berupa:

  • Mesin las SMAW.
  • Gerinda tangan.
  • Bor tangan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung praktik keterampilan perbaikan kapal sekaligus menjadi modal awal dalam mengembangkan usaha jasa perbaikan kapal di wilayah pesisir.

 

Pemkab Jepara Dorong Nelayan Lebih Mandiri

Melalui program pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap nelayan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hasil tangkapan laut. Dengan memiliki keterampilan tambahan dan jiwa kewirausahaan, masyarakat pesisir diharapkan mampu membangun usaha produktif yang tetap menghasilkan pendapatan meskipun musim melaut sedang tidak memungkinkan.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi pesisir yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing nelayan Jepara di tengah tantangan perubahan cuaca dan dinamika sektor perikanan.

 

***

Sumber: (Diskominfo Jepara/STY)