Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Kebiasaan merokok sambil buang air besar (BAB) masih dilakukan sebagian orang. Ada yang mengaku lebih rileks, merasa BAB lebih lancar, hingga menganggap aktivitas tersebut sebagai rutinitas sehari-hari.

Padahal, menurut para pakar kesehatan, kebiasaan tersebut bukan hanya berdampak buruk bagi tubuh, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan akibat gas metana yang terdapat di saluran pembuangan dan septic tank.

Selain itu, duduk terlalu lama di toilet sambil merokok juga diketahui dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan dan pembuluh darah di area anus.

 

Risiko Septic Tank Meledak Akibat Gas Metana

Salah satu bahaya yang jarang diketahui masyarakat adalah potensi ledakan akibat gas metana.

Gas metana terbentuk secara alami dari proses pembusukan limbah organik di dalam septic tank. Dalam kondisi tertentu, terutama jika sistem ventilasi septic tank buruk atau terjadi penumpukan gas, percikan api dari korek maupun bara rokok dapat menjadi sumber penyulut yang memicu kebakaran atau ledakan. Meski kasus seperti ini tergolong jarang, insiden serupa pernah dilaporkan di berbagai negara dan umumnya berkaitan dengan akumulasi gas yang mudah terbakar.

Karena itu, para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak menyalakan api atau merokok di area yang berpotensi terdapat konsentrasi gas mudah terbakar.

 

Duduk Terlalu Lama Meningkatkan Risiko Wasir

Selain bahaya ledakan, kebiasaan merokok saat BAB biasanya membuat seseorang menghabiskan waktu lebih lama di atas kloset.

Padahal, berbagai lembaga kesehatan menjelaskan bahwa duduk terlalu lama di toilet dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus sehingga meningkatkan risiko terjadinya wasir atau ambeien. Mengejan terlalu kuat juga menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut.

Gejala wasir dapat berupa nyeri, gatal, benjolan di sekitar anus hingga perdarahan saat buang air besar.

 

Nikotin Memperburuk Sirkulasi Darah

Dokter juga menjelaskan bahwa nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi). Akibatnya, aliran darah ke berbagai jaringan tubuh menjadi kurang optimal.

Jika kondisi tersebut disertai duduk terlalu lama dan kebiasaan mengejan, tekanan pada area panggul dan anus menjadi semakin besar sehingga dapat memperparah keluhan wasir maupun gangguan pembuluh darah.

Selain itu, merokok dalam jangka panjang juga diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta berbagai penyakit kronis lainnya.

 

Jangan Terlalu Lama di Toilet

Para pakar kesehatan menyarankan agar seseorang tidak menghabiskan waktu terlalu lama di toilet, termasuk bermain ponsel atau merokok.

Idealnya, proses buang air besar berlangsung hanya beberapa menit. Apabila sulit BAB, sebaiknya memperbaiki pola makan dengan memperbanyak konsumsi serat, minum air putih yang cukup, rutin berolahraga, dan tidak menahan keinginan buang air besar. Langkah-langkah ini juga dianjurkan untuk membantu mencegah wasir.

 

Pakar Kesehatan: Tinggalkan Kebiasaan yang Berisiko

Pakar kesehatan menilai kebiasaan merokok sambil BAB sebaiknya dihentikan karena tidak memberikan manfaat medis, justru menambah risiko kesehatan dan keselamatan.

Masyarakat diimbau menjadikan kamar mandi hanya sebagai tempat untuk menyelesaikan buang hajat, bukan untuk merokok, bermain gawai, atau berlama-lama duduk di atas kloset.

Dengan mengubah kebiasaan sederhana tersebut, risiko wasir, gangguan sirkulasi darah, serta potensi bahaya akibat sumber api di sekitar saluran pembuangan dapat diminimalkan.

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.