Queensha.id – Cianjur,

 

Indonesia dikenal memiliki kekayaan wisata alam yang memukau, salah satunya Curug Citambur di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Air terjun yang menjulang setinggi sekitar 130 meter ini menjadi magnet wisatawan karena panorama alamnya yang menakjubkan, udara pegunungan yang sejuk, serta kabut tipis yang kerap menyelimuti kawasan tersebut.

Selain menawarkan panorama alam yang memesona, Curug Citambur juga menyimpan sejarah, cerita rakyat, hingga mitos yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

 

Salah Satu Air Terjun Tertinggi di Jawa Barat

Curug Citambur berada di Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur Selatan, Jawa Barat.

Air terjun ini memiliki tiga tingkatan dengan aliran utama mencapai sekitar 116 meter, sementara total ketinggiannya diperkirakan sekitar 130 meter. Debit air yang besar menghasilkan suara gemuruh yang menggema ke seluruh kawasan, berpadu dengan panorama tebing hijau serta pepohonan yang masih alami.

Tak heran jika Curug Citambur menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Barat, terutama bagi pencinta fotografi dan wisata alam.

Harga tiket masuk ke kawasan wisata ini relatif terjangkau, yakni sekitar Rp10.000 per orang, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

 

Lokasi dan Rute Menuju Curug Citambur

Curug Citambur berlokasi di:

Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh:

  • Dari Bandung sekitar 45 kilometer atau sekitar dua jam perjalanan melalui jalur Ciwidey–Rancabali.
  • Dari Kota Cianjur sekitar 80 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih tiga jam.

Meski harus melewati jalan pegunungan, sepanjang perjalanan wisatawan akan disuguhi panorama perkebunan teh, hutan, dan perbukitan yang indah.

 

Asal-Usul Nama Curug Citambur

Nama Citambur berasal dari bahasa Sunda.

Kata “Ci” berarti air, sedangkan “Tambur” merupakan alat musik pukul seperti genderang.

Terdapat dua cerita yang berkembang di masyarakat.

1. Berasal dari Suara Air Terjun

Versi pertama menyebutkan nama Citambur muncul karena suara gemuruh air yang jatuh dari tebing sangat keras hingga terdengar seperti tabuhan tambur.

Konon pada zaman dahulu, suara tersebut dapat terdengar hingga ke kampung-kampung yang berada cukup jauh dari lokasi air terjun.

2. Berkaitan dengan Kerajaan Tanjung Anginan

Versi lain berasal dari cerita rakyat mengenai Kerajaan Tanjung Anginan yang dipimpin oleh Prabu Tanjung Anginan.

Menurut kisah lisan masyarakat, kawasan Curug Citambur dahulu menjadi tempat pemandian sang raja.

Setiap kali raja datang, para pengawal menabuh tambur sebagai simbol kebesaran kerajaan. Bunyi tambur itulah yang diyakini menjadi asal nama Curug Citambur.

Hingga kini cerita tersebut masih hidup sebagai bagian dari tradisi lisan masyarakat setempat, meski belum memiliki bukti sejarah yang dapat diverifikasi.

 

Mitos yang Masih Dipercaya Sebagian Masyarakat

Selain sejarah lisan, Curug Citambur juga dikenal memiliki berbagai cerita mistis yang berkembang dari generasi ke generasi.

Beberapa di antaranya ialah:

  • Diyakini sebagai kawasan yang memiliki hubungan dengan kerajaan gaib peninggalan Prabu Tanjung Anginan.
  • Air Curug Citambur dipercaya sebagian masyarakat memiliki keberkahan sehingga digunakan untuk membasuh wajah atau membersihkan diri sebagai simbol membuang energi negatif.
  • Pengunjung dianjurkan menjaga tutur kata, tidak berkata kasar, tidak merusak alam, dan tidak bersikap sombong karena dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya setempat.

Perlu dipahami bahwa berbagai cerita tersebut merupakan bagian dari folklore atau cerita rakyat yang berkembang di masyarakat dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.

 

Rumah Abah Jajang Jadi Ikon Wisata Baru

Salah satu lokasi yang kini viral adalah Rumah Abah Jajang, sebuah rumah sederhana yang memiliki latar belakang langsung menghadap Curug Citambur.

Banyak wisatawan datang untuk berfoto karena panorama rumah tersebut berpadu indah dengan air terjun yang megah, sehingga sering muncul di media sosial.

 

Pakar Sejarah: Mitos Merupakan Warisan Budaya Lisan

Sejumlah pakar sejarah Indonesia menjelaskan bahwa berbagai kisah mengenai kerajaan gaib, tempat pemandian raja, maupun pantangan di kawasan air terjun merupakan bagian dari tradisi lisan masyarakat Nusantara.

Cerita tersebut memiliki fungsi sebagai identitas budaya lokal sekaligus menjadi media untuk mengajarkan penghormatan terhadap alam kepada generasi berikutnya.

Namun, dari sudut pandang ilmu sejarah, keberadaan kerajaan maupun unsur supranatural dalam cerita tersebut belum dapat dipastikan tanpa dukungan bukti arkeologis, naskah kuno, atau sumber sejarah yang dapat diverifikasi.

 

Destinasi Wisata yang Wajib Dijaga

Terlepas dari berbagai cerita yang berkembang, Curug Citambur tetap menjadi salah satu destinasi wisata alam terbaik di Jawa Barat.

Keindahan air terjun, udara pegunungan yang sejuk, panorama hijau, serta suasana alami menjadikan kawasan ini layak dikunjungi.

Pengunjung diimbau menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas maupun lingkungan, serta menghormati adat istiadat masyarakat sekitar agar kelestarian Curug Citambur tetap terjaga untuk generasi mendatang.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.