Queensha.id – Jepara,

 

Kebakaran hebat melanda sebuah tempat produksi mebel di Dukuh Slagi RT 13 RW 03, Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, Minggu (26/7/2026) dini hari. Kobaran api yang diduga berasal dari korsleting listrik menghanguskan bangunan produksi seluas sekitar 25 x 15 meter persegi dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran pada pukul 04.47 WIB. Hanya berselang sekitar 10 menit, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jepara tiba di lokasi pada pukul 04.57 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Dalam operasi tersebut, dua unit armada dari Pos Mako Damkar Jepara dan satu unit armada dari Pos Damkar Bangsri diterjunkan bersama sejumlah personel untuk menjinakkan kobaran api yang telah membesar.

 

Material Kayu Membuat Api Cepat Membesar

Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena bangunan dipenuhi material kayu, bahan baku mebel, serta perlengkapan produksi yang sangat mudah terbakar. Kondisi tersebut menyebabkan api dengan cepat menjalar ke seluruh area bangunan.

Setelah berjibaku selama hampir tiga jam, petugas akhirnya berhasil menguasai situasi. Api dinyatakan berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 07.35 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

Beruntung, dalam insiden tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Namun hampir seluruh bangunan beserta isi tempat produksi mebel mengalami kerusakan akibat dilalap si jago merah.

 

Dugaan Penyebab Kebakaran

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Edi Marwoto, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurutnya, hasil pendataan awal di lapangan menunjukkan dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang kemudian menyambar material mudah terbakar di area produksi.

“Petugas langsung bergerak setelah menerima laporan. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik di area produksi mebel. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa,” ujar Edi Marwoto, dilansir dari Metro8.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

 

Industri Mebel Memiliki Risiko Kebakaran Tinggi

Jepara dikenal sebagai salah satu sentra industri mebel terbesar di Indonesia. Aktivitas produksi yang menggunakan kayu, serbuk kayu, thinner, cat, hingga bahan finishing menjadikan industri ini memiliki tingkat risiko kebakaran yang cukup tinggi apabila instalasi listrik maupun sistem keamanan tidak diperiksa secara berkala.

Selain korsleting listrik, penumpukan bahan mudah terbakar, penggunaan mesin produksi berdaya tinggi, hingga kurangnya alat pemadam api ringan (APAR) juga dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

 

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pelaku usaha mebel maupun industri rumahan agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja.

Pemeriksaan instalasi listrik secara rutin, penggunaan kabel berstandar nasional, pemasangan MCB yang sesuai kapasitas, penyediaan APAR, serta pelatihan penanganan kebakaran bagi pekerja menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kerugian yang jauh lebih besar.

Respons cepat personel Damkar Jepara dalam kejadian ini dinilai berhasil mencegah kobaran api meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.

***

Sumber: Metro8/Ucp.

Penulis: Vico Rahman.