Queensha.id – Bali,
Tragedi memilukan terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Seorang pria berinisial KD, warga asal Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban amuk massa karena dituding mencuri seekor ayam pada Jumat (24/7/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut semakin menyayat hati setelah beredar video yang memperlihatkan putri korban menangis histeris di hadapan jasad sang ayah yang telah terbujur kaku. Tangisan bocah itu menjadi sorotan publik dan memicu gelombang empati di media sosial.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula sekitar pukul 01.30 WITA ketika KD diduga mengambil seekor ayam milik warga di Banjar Dinas Juwuk Legi.
Aksi tersebut diketahui warga yang kemudian mengejar dan mengamankan korban. Namun situasi berubah menjadi aksi main hakim sendiri. Korban diduga dikeroyok secara beramai-ramai hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, sepeda motor yang diduga digunakan korban juga dibakar massa.
Saat petugas Polsek Baturiti tiba sekitar pukul 02.00 WITA, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi jenazah, serta mengamankan sejumlah barang bukti.
Di lokasi, polisi menemukan seekor ayam, sebilah golok yang diduga milik korban, tas berisi tang, ketapel, batu, serta sejumlah uang tunai.
Polisi Selidiki Dua Dugaan Tindak Pidana
Kapolsek Baturiti Kompol Nyoman Darsana menegaskan penyidik kini mendalami dua aspek dalam perkara tersebut, yakni dugaan tindak pidana pencurian ayam dan dugaan pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
“Saat ini penyidik masih mendalami dua aspek utama dalam perkara tersebut, yakni dugaan tindak pidana pencurian ayam serta insiden aksi massa yang terjadi setelahnya,” ujar Kompol Nyoman Darsana.
Sementara itu, Kepala Subbidang Penmas Bidang Humas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi mengatakan kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban beserta seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.
Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana tetap berhak menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum,” tegas AKBP Rina Isriana Dewi.
Warga Resah karena Maraknya Kehilangan Ayam
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan pencurian ayam tersebut terjadi di tengah keresahan warga akibat seringnya kehilangan hewan ternak dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, kepolisian menegaskan kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa seseorang.
Desa Adat Siapkan Ritual Mecaru
Pasca kejadian tersebut, Pemerintah Desa Batunya bersama desa adat setempat berencana menggelar ritual mecaru sebagai upaya memulihkan keharmonisan dan keseimbangan lingkungan menurut tradisi adat Bali.
Perbekel Desa Batunya, I Made Riasa, menyebut situasi di wilayahnya kini telah kembali kondusif, meski pengamanan oleh pecalang diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Hingga kini, penyidik terus memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar menyerahkan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri.
***
Sumber: Dtk.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan