Queensha.id – Sejarah,

 

Nama Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam di Pulau Jawa. Sosok yang memiliki nama asli Mas Karebet ini dikenal sebagai pendiri sekaligus raja pertama Kesultanan Pajang, kerajaan Islam yang menjadi penghubung antara runtuhnya Kesultanan Demak dan lahirnya Kesultanan Mataram Islam.

Tak hanya dikenal dalam catatan sejarah, Joko Tingkir juga menjadi tokoh yang banyak diangkat dalam cerita rakyat, babad, hingga tradisi lisan masyarakat Jawa.

 

Asal-Usul Joko Tingkir

Joko Tingkir lahir dengan nama Mas Karebet di Pengging, yang kini berada di wilayah Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Ayahnya adalah Ki Ageng Pengging atau Ki Kebo Kenanga, seorang tokoh berpengaruh yang memiliki hubungan dengan Kesultanan Demak. Sementara ibunya merupakan putri dari Ki Ageng Tingkir.

Setelah ayahnya wafat, Mas Karebet diasuh oleh keluarga dari pihak ibunya di Desa Tingkir. Dari sinilah kemudian muncul sebutan Joko Tingkir, yang melekat hingga sekarang.

 

Keturunan Bangsawan Majapahit

Sejumlah sumber sejarah menyebut Ki Ageng Pengging merupakan keturunan Andayaningrat, penguasa Pengging yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Kerajaan Majapahit.

Hal tersebut membuat Joko Tingkir berasal dari keluarga bangsawan yang memiliki pengaruh besar pada masa peralihan dari era Majapahit menuju kerajaan-kerajaan Islam di Jawa.

 

Perjalanan Hidup Mas Karebet

Sejak muda, Mas Karebet dikenal memiliki kemampuan bela diri dan kepemimpinan yang menonjol. Ia berguru kepada sejumlah tokoh besar, di antaranya Sunan Kalijaga dan Ki Ageng Banyubiru.

Setelah dewasa, ia merantau ke Kesultanan Demak untuk mengabdi sebagai prajurit kerajaan.

Berkat keberanian dan kecakapannya, ia kemudian dipercaya menjadi pemimpin pasukan pengawal raja dengan gelar Lurah Wiratamtama.

 

Menjadi Pendiri Kesultanan Pajang

Perjalanan politik Joko Tingkir mencapai puncaknya setelah konflik perebutan takhta Kesultanan Demak.

Dalam berbagai sumber sejarah Jawa, Joko Tingkir berperan penting dalam menumpas Arya Penangsang melalui sebuah sayembara yang kemudian mengubah peta kekuasaan di Jawa.

Atas jasanya tersebut, ia memperoleh wilayah Pajang dan kemudian mendirikan Kesultanan Pajang, serta dinobatkan sebagai raja pertama dengan gelar Sultan Hadiwijaya.

Pemerintahannya berlangsung sekitar 1568–1582 dan menjadi salah satu periode penting dalam perkembangan kerajaan Islam di Pulau Jawa.

 

Masa Keemasan Pajang

Di bawah kepemimpinan Sultan Hadiwijaya, Kesultanan Pajang berkembang menjadi pusat pemerintahan dan penyebaran agama Islam di wilayah pedalaman Jawa.

Pada masa pemerintahannya pula muncul tokoh-tokoh yang kelak mendirikan kerajaan besar, termasuk Sutawijaya, pendiri Kesultanan Mataram Islam.

 

Benarkah Joko Tingkir Keturunan Nabi Muhammad SAW?

Dalam sejumlah naskah silsilah keluarga, manuskrip, dan tradisi nasab tertentu, Joko Tingkir disebut memiliki garis keturunan yang tersambung kepada Nabi Muhammad SAW melalui jalur Sayyidah Fatimah Az-Zahra dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, kemudian diteruskan melalui keturunan para imam Ahlul Bait hingga Syekh Jumadil Kubro, Maulana Ishaq, dan Ki Ageng Pengging.

Namun demikian, klaim silsilah tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan dan ahli filologi. Sebagian menerima berdasarkan tradisi nasab dan babad, sementara sebagian lainnya menilai diperlukan bukti historis dan dokumentasi yang lebih kuat. Karena itu, informasi mengenai garis keturunan tersebut sebaiknya dipahami sebagai bagian dari tradisi historiografi Jawa yang masih terus dikaji.

 

Lokasi Makam Joko Tingkir

Makam Sultan Hadiwijaya berada di Dusun Butuh, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Kompleks makam ini menjadi salah satu tujuan ziarah sejarah yang cukup ramai dikunjungi masyarakat. Di dalam area makam terdapat puluhan makam kuno, sedangkan makam Joko Tingkir berada di bagian tengah cungkup utama.

Selain makam utama di Sragen, masyarakat juga mengenal sejumlah petilasan yang dikaitkan dengan perjalanan hidup Joko Tingkir, salah satunya berada di Desa Pringgoboyo, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

 

Jejak Sejarah Joko Tingkir

Perjalanan hidup Joko Tingkir tidak terlepas dari sejumlah daerah bersejarah di Jawa Tengah, mulai dari Pengging (Boyolali) sebagai tempat kelahirannya, Demak sebagai awal kariernya, Pajang sebagai pusat pemerintahannya, hingga Sragen sebagai tempat peristirahatan terakhirnya.

Hingga kini, kisah Joko Tingkir masih dikenang sebagai bagian penting dari sejarah kerajaan Islam di Nusantara. Sosoknya tidak hanya dikenal sebagai seorang raja, tetapi juga sebagai tokoh yang berperan dalam masa transisi politik dan penyebaran Islam di Pulau Jawa, sehingga namanya tetap hidup dalam berbagai catatan sejarah, tradisi budaya, dan cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

 

***

Sumber: Wiki.

Penulis: Vico Rahman.