Queensha.id – Edukasi Sosial,
Sebuah kisah yang banyak beredar di masyarakat tentang seorang anak yang hendak membuang ibunya ke hutan sering dijadikan pengingat akan besarnya kasih sayang orang tua kepada anak. Terlepas dari apakah kisah tersebut merupakan legenda, cerita rakyat, atau kisah nyata, pesan moral yang terkandung di dalamnya sangat kuat, yakni pentingnya menghormati dan memuliakan orang tua selama mereka masih hidup.
Dalam ajaran Islam, berbakti kepada orang tua atau birrul walidain merupakan salah satu amal yang paling utama setelah beriman kepada Allah SWT.
Perintah Al-Qur’an untuk Berbakti kepada Orang Tua
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 23–24:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, jangan membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
Ayat ini menunjukkan bahwa menghormati orang tua merupakan perintah langsung dari Allah SWT. Bahkan mengucapkan kata yang menyakiti hati mereka, seperti “ah”, sudah dilarang.
Ridha Allah Bergantung pada Ridha Orang Tua
Rasulullah SAW bersabda:
“Ridha Allah bergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah bergantung pada murka kedua orang tua.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjelaskan bahwa perlakuan seorang anak kepada orang tuanya memiliki pengaruh besar terhadap keberkahan hidupnya.
Benarkah Ada Tradisi Membuang Orang Tua di Jepang?
Cerita tentang membuang orang tua ke gunung atau hutan sering dikaitkan dengan legenda Jepang yang dikenal sebagai Ubasute atau Obasute. Sebagian sejarawan menilai kisah tersebut lebih dikenal sebagai cerita rakyat dan legenda daripada praktik yang terbukti dilakukan secara luas dalam sejarah Jepang. Karena itu, kisah tersebut sebaiknya dipahami sebagai pesan moral, bukan sebagai fakta sejarah yang pasti.
Islam Melarang Menelantarkan Orang Tua
Dalam Islam, orang tua yang telah lanjut usia justru memiliki hak lebih besar untuk dirawat, dihormati, dan dipenuhi kebutuhannya.
Merawat ayah dan ibu yang sudah renta bukanlah beban, melainkan kesempatan meraih pahala besar. Rasulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa seseorang dapat merugi apabila masih memiliki orang tua yang lanjut usia, tetapi tidak memanfaatkannya sebagai jalan menuju surga.
Rezeki dan Berbakti kepada Orang Tua
Di masyarakat sering beredar ungkapan bahwa memuliakan orang tua akan membuka pintu rezeki. Dalam Islam, tidak ada hadis sahih yang menyatakan secara spesifik bahwa “jadikan orang tuamu raja maka rezekimu seperti raja.”
Namun, secara umum ajaran Islam memang menjelaskan bahwa berbakti kepada orang tua merupakan sebab datangnya keberkahan hidup. Banyak hadis sahih menerangkan bahwa silaturahmi, doa orang tua, dan amal saleh dapat menjadi sebab Allah melapangkan rezeki serta memanjangkan umur dalam makna penuh keberkahan.
Islam menempatkan orang tua pada kedudukan yang sangat mulia. Seorang anak diperintahkan untuk menghormati, merawat, menyayangi, serta mendoakan kedua orang tuanya, terutama ketika mereka telah lanjut usia.
Adapun kisah tentang anak yang membuang ibunya ke hutan hendaknya dipahami sebagai pelajaran moral tentang besarnya kasih sayang orang tua, bukan sebagai dalil agama maupun fakta sejarah yang pasti.
Selagi ayah dan ibu masih ada, manfaatkan kesempatan untuk berbakti kepada mereka. Sebab ketika mereka telah tiada, yang tersisa hanyalah doa, kenangan, dan penyesalan apabila semasa hidup belum memberikan yang terbaik.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan