Queensha.id – Jepara,

 

Kabar yang sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan pecinta sepak bola Jepara akhirnya terjawab. Persijap Jepara dipastikan tetap bermarkas di Kabupaten Jepara setelah forum yang mempertemukan Pemerintah Kabupaten Jepara, manajemen atau owner Persijap, serta perwakilan suporter OASIS pada Minggu (26/7/2026) menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis.

Forum tersebut menjadi langkah penting dalam memastikan Laskar Kalinyamat tetap menjadikan Jepara sebagai rumahnya. Meski demikian, keberlangsungan Persijap di Kota Ukir akan bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah daerah, manajemen klub, dan suporter.

 

Manajemen Persijap Ajukan Dua Permintaan kepada Pemkab Jepara

Dalam forum tersebut, owner Persijap menyampaikan dua permintaan utama kepada Pemerintah Kabupaten Jepara.

Permintaan pertama adalah dukungan dalam menghadirkan sponsor baru bagi klub. Manajemen mengungkapkan hingga kini masih minim perusahaan lokal yang bersedia menjadi sponsor utama Persijap.

Kabar baiknya, dalam forum tersebut disebutkan bahwa Bank Jateng telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan sponsor kepada Persijap Jepara. Kehadiran sponsor baru diharapkan mampu memperkuat kondisi finansial klub dalam menghadapi kompetisi musim mendatang.

Permintaan kedua berkaitan dengan penggunaan Stadion Gelora Bumi Kartini. Manajemen berharap stadion kebanggaan masyarakat Jepara tersebut dapat digunakan tanpa dikenakan biaya sewa.

Permintaan itu mendapat respons positif. Bupati Jepara dikabarkan siap memberikan fasilitas penggunaan Stadion Gelora Bumi Kartini secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap klub kebanggaan masyarakat Jepara.

 

Dua Komitmen yang Diminta Manajemen kepada Suporter OASIS

Selain meminta dukungan pemerintah daerah, owner Persijap juga menyampaikan dua harapan besar kepada suporter OASIS.

Pertama, seluruh pertandingan kandang Persijap diharapkan dipenuhi oleh para pendukung. Kehadiran suporter dalam jumlah besar dinilai menjadi bukti nyata bahwa Persijap memiliki basis pendukung yang kuat dan layak tetap bermarkas di Jepara.

Kedua, manajemen meminta seluruh suporter menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung. Tidak boleh ada tindakan anarkis maupun pelanggaran yang berpotensi merugikan klub, baik berupa sanksi kompetisi maupun denda.

Sebagai bentuk keseriusan, komitmen tersebut rencananya akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antara manajemen Persijap dan kelompok suporter OASIS.

 

Persijap Tetap Bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini

Hasil forum tersebut disambut positif oleh berbagai kalangan karena memberikan kepastian bahwa Persijap tetap akan mengarungi kompetisi dari Stadion Gelora Bumi Kartini, markas yang telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jepara selama bertahun-tahun.

Saat ini Persijap terus mempersiapkan diri menghadapi musim kompetisi baru setelah berhasil mempertahankan eksistensinya di kasta tertinggi sepak bola nasional.

 

Sinergi Jadi Kunci Masa Depan Persijap

Keberhasilan mempertahankan Persijap di Jepara kini bergantung pada realisasi seluruh komitmen yang telah disepakati. Dukungan pemerintah daerah, kepastian sponsor, fasilitas stadion, serta loyalitas suporter menjadi fondasi penting agar Laskar Kalinyamat mampu berkembang dan bersaing di level nasional.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, harapan masyarakat Jepara untuk terus menyaksikan Persijap berlaga di kandang sendiri tetap terjaga. Seluruh elemen kini diharapkan bergandengan tangan demi membawa Persijap semakin berprestasi dan mengharumkan nama Jepara di pentas sepak bola Indonesia.

 

***

Penulis: Vico Rahman.