Queensha.id – Jepara,
Sopir beserta truk tronton yang diduga terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Kuwasen, Kecamatan Jepara, hingga menyebabkan seorang korban diketahui bernama SMTN (49), warga Desa Mambak RT 02 RW 03, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara. Meski sempat dilarikan ke RSI Sultan Hadlirin Jepara untuk mendapatkan penanganan medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Kronologi Kejadian Kecelakaan
Dari hasil olah tempat kejadian perkara sementara, kecelakaan bermula ketika KBM Isuzu Tronton bernomor polisi K 9786 HC yang dikemudikan Khusnul Imron (49), warga Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, melaju dari arah Jepara menuju Bangsri dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di lokasi kejadian, truk tersebut berusaha mendahului Honda Beat K 5838 BOC yang dikendarai korban dan melaju searah di depannya.
Diduga karena jarak sudah terlalu dekat, pengemudi truk tidak mampu menguasai laju kendaraannya sehingga bagian truk menabrak sepeda motor di badan jalan sebelah kiri dari arah Jepara menuju Bangsri.
Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka terbuka pada betis kaki kanan, hematoma di pipi kanan, serta luka lecet dan memar pada bagian perut. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Ucapan Terima Kasih dari Pemdes Mambak
Pemerintah Desa (Pemdes) Mambak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam proses pencarian kendaraan maupun pengemudinya.
Berkat kerja sama antara aparat kepolisian, masyarakat, relawan, serta berbagai elemen lainnya, sopir dan kendaraan yang sempat dicari kini telah diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan oleh Unit Laka Lantas Polres Jepara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pemdes Mambak Apresiasi Seluruh Pihak
Pemdes Mambak mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kepolisian, rekan-rekan ojek online (ojol), relawan ambulans, Bambang Ormas GRIB Jaya PAC Mayong, serta masyarakat yang telah membantu memberikan informasi dan menyebarluaskan pencarian hingga sopir beserta truk berhasil ditemukan.
Solidaritas masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membantu proses penelusuran kendaraan yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.
A. Rosyid, Pemerintah Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian sopir dan truk tronton hingga akhirnya berhasil ditemukan.
Menurutnya, solidaritas masyarakat, kepolisian, relawan, dan berbagai elemen lainnya menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama masih sangat kuat.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Polres Jepara, rekan-rekan ojol, relawan ambulans, Ormas GRIB Jaya PAC Mayong, serta seluruh masyarakat yang telah membantu memberikan informasi, ” ujarnya, Senin (27/7/2026).
“Kini sopir dan kendaraan telah ditemukan, sehingga kami mengajak masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan dan tidak meninggalkan korban apabila terjadi kecelakaan,” pungkasnya.
Sopir Mengaku Panik dan Berniat Bertakziah
Berdasarkan informasi yang diterima Pemdes Mambak, sopir truk mengaku panik, takut, dan merasa bersalah setelah peristiwa kecelakaan itu terjadi.
Sopir juga disebut memiliki niat untuk datang bertakziah ke rumah duka di Desa Mambak sebagai bentuk belasungkawa sekaligus tanggung jawab moral kepada keluarga korban.
Meski demikian, seluruh proses penanganan perkara kini sepenuhnya berada di bawah kewenangan aparat penegak hukum.
Imbauan Serahkan Proses kepada Kepolisian
Seiring telah ditemukannya sopir dan kendaraan yang sebelumnya dicari, Pemdes Mambak mengimbau masyarakat agar tidak lagi menyebarluaskan informasi pencarian yang sempat beredar di media sosial maupun grup percakapan.
Masyarakat diminta memberikan kepercayaan kepada pihak kepolisian untuk menangani proses hukum secara profesional, objektif, dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jadi Pelajaran bagi Pengguna Jalan
Peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa seorang warga Desa Mambak tersebut diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Selain mematuhi aturan lalu lintas, setiap pengemudi juga memiliki kewajiban moral dan hukum untuk berhenti serta memberikan pertolongan apabila terjadi kecelakaan, bukan meninggalkan lokasi kejadian.
Pemdes Mambak kembali menyampaikan rasa terima kasih atas solidaritas seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian. Pemerintah desa juga mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Sumber: Jepara News.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan