Queensha.id – Kudus,

 

Seorang pria bernama Suyono (47), warga Desa Cangkring, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, ditemukan meninggal dunia di kamar kos yang ditempatinya di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, pada Selasa (28/7/2026) pagi.

Korban yang ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia setelah warga mencium aroma tidak sedap yang berasal dari dalam kamar kosnya.

Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo mengatakan, penemuan jenazah bermula sekitar pukul 07.50 WIB ketika salah seorang saksi mencium bau menyengat dari kamar korban.

“Setelah mencium bau menyengat, saksi bersama pemilik kos berusaha melihat ke dalam kamar melalui jendela. Korban terlihat sudah tergeletak di lantai dalam kondisi tubuh membengkak, kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Jati,” ujar AKP Hadi Noor Cahyo.

Korban Terakhir Terlihat Tiga Hari Sebelumnya

Berdasarkan keterangan pemilik rumah kos, korban terakhir kali terlihat pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, Suyono sempat berbincang mengenai kelanjutan pembayaran sewa kamar sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar dan tidak terlihat lagi keluar.

Polisi juga memperoleh informasi bahwa korban sempat menghubungi salah seorang rekannya melalui sambungan telepon pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, panggilan tersebut tidak sempat dijawab.

Keesokan harinya, rekan korban mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp untuk menanyakan maksud panggilan tersebut, tetapi tidak mendapatkan balasan.

Polisi Lakukan Olah TKP

Mendapatkan laporan warga, personel Polsek Jati bersama Tim Inafis Polres Kudus, tenaga medis dari Puskesmas Jati, serta relawan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kudus langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan yang ditandai dengan tubuh membengkak dan mengeluarkan cairan.

Di dalam kamar korban, petugas juga menemukan beberapa jenis obat, di antaranya Natrium Diclofenac, yang biasa digunakan sebagai obat pereda nyeri, serta Dexamethasone, obat antiinflamasi atau antiperadangan.

Namun, keberadaan obat-obatan tersebut belum dapat dikaitkan sebagai penyebab kematian dan masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Penyebab Kematian Masih Diselidiki

Setelah proses identifikasi selesai dilakukan, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD dr Loekmono Hadi Kudus untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Jati menegaskan bahwa hingga saat ini penyidik belum menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana. Penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan,” tegas AKP Hadi Noor Cahyo.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.

Polisi Imbau Masyarakat Segera Melapor

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya penghuni rumah kos maupun lingkungan sekitar, agar saling peduli terhadap kondisi tetangga. Apabila ada penghuni yang tidak terlihat dalam waktu cukup lama atau ditemukan kondisi mencurigakan, masyarakat diimbau segera melapor kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin.