Queensha.id – Jepara,

 

Dua pabrik mebel di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dilanda kebakaran dalam kurun waktu 24 jam. Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Pakisaji dan Kecamatan Mlonggo tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik, dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam dua insiden tersebut. Namun, bangunan pabrik beserta peralatan dan hasil produksi mengalami kerusakan parah.

 

Kebakaran Pertama Hanguskan Pabrik Mebel di Pakisaji

Kebakaran pertama terjadi di sebuah pabrik mebel di Desa Slagi, Kecamatan Pakisaji, pada Minggu (26/7/2026) dini hari.

Bangunan pabrik berukuran sekitar 25 x 15 meter itu ludes terbakar. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, mengatakan pabrik tersebut setiap hari digunakan untuk memproduksi berbagai jenis furnitur seperti meja, kursi, lemari, pintu, hingga jendela.

“Hampir seluruh bangunan hangus terbakar. Dugaan sementara penyebabnya adalah korsleting listrik yang menimbulkan percikan api kemudian menyambar bangunan,” ujar Edy, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena material bangunan didominasi kayu sehingga api cepat membesar dan merambat ke seluruh area pabrik.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Petugas membutuhkan waktu sekitar tiga jam hingga api berhasil dipadamkan.

 

Kebakaran Kedua Terjadi di Mlonggo

Sehari kemudian, Senin (27/7/2026) dini hari, kebakaran kembali melanda sebuah rumah produksi mebel di Desa Suwawal Barat, Kecamatan Mlonggo.

Bangunan milik M. Mintono (53) itu memiliki luas sekitar 10 x 20 meter dan mengalami kerusakan berat akibat kobaran api.

Untuk mengendalikan kebakaran, Satpol PP dan Damkar Jepara mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran. Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih empat jam hingga api benar-benar berhasil dipadamkan.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, penyebab kebakaran di lokasi ini juga diduga berasal dari korsleting listrik.

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah hubungan arus pendek listrik,” kata Edy.

Akibat peristiwa tersebut, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar.

 

Damkar Jepara Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Dua kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha mebel di Jepara, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terlebih saat memasuki musim kemarau.

Edy Marwoto mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik, memastikan penggunaan peralatan elektronik sesuai standar keamanan, serta tidak meninggalkan kompor atau sumber api tanpa pengawasan.

Ia juga mengingatkan agar setiap tempat usaha menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila terjadi kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kerugian dapat diminimalkan.

Musim kemarau yang identik dengan kondisi cuaca kering membuat risiko kebakaran meningkat. Oleh karena itu, langkah pencegahan sejak dini menjadi kunci utama untuk menghindari terulangnya kejadian serupa.

***

Sumber: TB/Damkar Jepara.

Penulis: Vico Rahman.