Queensha.id – Edukasi Sosial,
Di tengah masyarakat beredar anggapan bahwa ada suami yang bekerja keras dari pagi hingga malam, namun kondisi ekonominya tetap jalan di tempat. Uang yang diperoleh terasa cepat habis, usaha seolah tidak berkembang, bahkan sering mengalami kesulitan keuangan.
Tidak sedikit yang kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan cara seorang suami memperlakukan istrinya. Muncul pertanyaan, benarkah sikap suami terhadap istri dapat memengaruhi keberkahan rezeki menurut Islam?
Dalam ajaran Islam, rezeki merupakan hak prerogatif Allah SWT. Besar kecilnya rezeki telah diatur sesuai kehendak-Nya. Namun demikian, Islam juga mengajarkan bahwa keberkahan rezeki sangat erat kaitannya dengan amal perbuatan, akhlak, dan hubungan antar sesama, terutama kepada anggota keluarga.
Rezeki Bukan Hanya Soal Banyaknya Harta
Banyak orang mengira rezeki identik dengan uang yang melimpah. Padahal, dalam Islam rezeki memiliki makna yang jauh lebih luas.
Rezeki bisa berupa kesehatan, keluarga yang harmonis, anak-anak yang saleh, ketenangan hati, pekerjaan yang baik, umur yang bermanfaat, hingga kecukupan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, seseorang bisa memiliki penghasilan besar tetapi tidak merasakan keberkahannya. Sebaliknya, ada orang yang penghasilannya sederhana, namun hidupnya penuh ketenangan dan kebutuhan keluarganya selalu tercukupi.
Perlakuan Terhadap Istri Menjadi Bagian dari Akhlak Seorang Suami
Islam sangat menekankan pentingnya seorang suami memperlakukan istrinya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an agar suami mempergauli istri dengan cara yang baik (mu’asyarah bil ma’ruf). Artinya, hubungan suami istri harus dibangun atas dasar saling menghormati, menghargai, dan menjaga perasaan satu sama lain.
Rasulullah SAW juga memberikan teladan dengan bersikap lembut kepada para istrinya. Beliau bahkan menyebut bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling baik kepada keluarganya.
Kebiasaan yang Dapat Menghilangkan Keberkahan
Walaupun tidak ada dalil yang menyatakan secara mutlak bahwa “rezeki pasti seret karena menyakiti istri”, Islam menjelaskan bahwa perbuatan zalim dan menyakiti orang lain dapat menghilangkan keberkahan hidup.
Beberapa sikap yang patut dihindari suami antara lain:
- Bersikap kasar dan mudah memarahi istri.
- Terlalu perhitungan dalam memenuhi kebutuhan keluarga yang menjadi kewajibannya.
- Merendahkan martabat istri.
- Menganggap istri sebagai beban hidup.
- Mengabaikan hak-hak istri, baik secara lahir maupun batin.
- Tidak menghargai pengorbanan istri dalam mengurus rumah tangga.
Perbuatan seperti ini bukan hanya melukai hati pasangan, tetapi juga termasuk akhlak yang tidak dianjurkan dalam Islam.
Doa Orang yang Terzalimi Sangat Diwaspadai
Dalam hadis, Rasulullah SAW mengingatkan agar umat Islam berhati-hati terhadap doa orang yang dizalimi, karena tidak ada penghalang antara doa tersebut dengan Allah SWT.
Apabila seorang istri merasa diperlakukan tidak adil, disakiti, atau dizalimi secara terus-menerus, maka seorang suami seharusnya melakukan introspeksi dan memperbaiki diri, bukan sekadar menghubungkan kesulitan ekonomi dengan faktor keberuntungan semata.
Bekerja Keras Tetap Menjadi Kewajiban
Selain menjaga hubungan baik dengan keluarga, Islam juga mengajarkan pentingnya bekerja secara halal, jujur, dan bersungguh-sungguh.
Keberhasilan ekonomi tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor. Ada banyak penyebab yang dapat memengaruhi kondisi finansial seseorang, seperti kemampuan mengelola keuangan, kondisi usaha, ekonomi global, kesehatan, hingga ikhtiar yang dilakukan.
Karena itu, menyimpulkan bahwa setiap orang miskin pasti karena menyakiti istrinya adalah anggapan yang tidak tepat dan tidak memiliki dasar yang kuat dalam syariat.
Kunci Meraih Keberkahan Rezeki
Para ulama menjelaskan bahwa keberkahan rezeki dapat diraih dengan berbagai cara, di antaranya:
- Bertakwa kepada Allah SWT.
- Menjalankan salat dan ibadah dengan baik.
- Berbakti kepada kedua orang tua.
- Menjalin silaturahmi.
- Bersedekah.
- Menunaikan hak istri dan anak.
- Menjauhi kezaliman terhadap siapa pun.
- Bersyukur atas nikmat yang telah diberikan.
Jika semua itu dijalankan dengan penuh keikhlasan, maka seorang Muslim berharap Allah SWT akan melapangkan rezeki sekaligus memberikan keberkahan dalam kehidupan.
Islam mengajarkan bahwa hubungan yang harmonis antara suami dan istri merupakan salah satu fondasi keluarga yang diberkahi. Sikap saling menghormati, menyayangi, dan memenuhi hak masing-masing menjadi bagian penting dalam membangun rumah tangga yang diridhai Allah SWT.
Meski tidak benar jika setiap kesulitan ekonomi langsung disimpulkan sebagai akibat menyakiti istri, seorang suami tetap dianjurkan untuk selalu memperbaiki akhlaknya kepada pasangan. Sebab, kezaliman kepada siapa pun dapat menghilangkan keberkahan hidup, sementara akhlak yang baik menjadi salah satu jalan untuk meraih rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan