Queensha.id – Sejarah Islam,

 

Nama Sunan Cendana atau Syekh Zainal Abidin dikenal luas sebagai salah satu ulama yang memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Pulau Madura, khususnya di wilayah Bangkalan, Jawa Timur. Hingga kini, makam beliau di Kecamatan Kwanyar menjadi salah satu tujuan wisata religi yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.

Dalam tradisi masyarakat Madura, Sunan Cendana dikenang sebagai ulama yang berdakwah dengan pendekatan santun, mengedepankan akhlak mulia, serta mengajarkan Islam melalui pendidikan dan keteladanan.

Meski demikian, sejumlah informasi mengenai silsilah dan perjalanan hidup beliau banyak bersumber dari tradisi lisan, manuskrip lokal, serta riwayat yang berkembang di masyarakat, sehingga masih menjadi kajian para peneliti sejarah Islam Nusantara.

 

Makam Sunan Cendana Menjadi Destinasi Wisata Religi

Kompleks makam Sunan Cendana berada di Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Lokasinya yang berada di jalur selatan Madura membuat akses menuju pesarean relatif mudah dijangkau, baik dari arah Jembatan Suramadu maupun kawasan Pelabuhan Kamal.

Setiap tahun, ribuan peziarah datang untuk mendoakan almarhum sekaligus mengenang perjuangannya dalam menyebarkan agama Islam.

Kunjungan biasanya meningkat pada:

  • Malam Jumat.
  • Bulan Ramadan.
  • Hari raya Islam.
  • Peringatan haul Sunan Cendana.

Diyakini Memiliki Keturunan Wali Songo

Dalam tradisi yang berkembang di masyarakat Madura, Syekh Zainal Abidin diyakini masih memiliki hubungan keturunan dengan atau Raden Rahmat.

Riwayat tersebut menyebutkan bahwa garis keturunannya bersambung melalui tokoh yang dikenal sebagai Raden Pratikel atau Pangeran Paka.

Namun, para sejarawan mengingatkan bahwa silsilah tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut karena sebagian besar bersumber dari tradisi lokal dan belum seluruhnya didukung dokumen sejarah primer.

 

Berdakwah dengan Pendekatan Damai

Dalam berbagai kisah masyarakat, Sunan Cendana dikenal mengajarkan Islam melalui pendekatan yang lembut dan mudah diterima masyarakat.

Beliau disebut aktif mengajarkan ilmu tauhid, fikih, tasawuf, serta membangun kehidupan keagamaan di wilayah Kwanyar dan sekitarnya.

Pendekatan dakwah yang mengutamakan akhlak, pendidikan, dan penghormatan terhadap budaya lokal sejalan dengan metode yang dikenal luas digunakan para ulama penyebar Islam di Nusantara.

 

Menjadi Salah Satu Pusat Ziarah di Madura

Selain menjadi tempat berdoa, kawasan makam Sunan Cendana juga menjadi bagian dari wisata religi yang turut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Para peziarah datang dari berbagai daerah di Jawa Timur maupun luar Pulau Madura untuk berziarah, membaca doa, dan mengenang jasa para ulama yang telah berkontribusi dalam penyebaran Islam.

Bagi masyarakat setempat, keberadaan pesarean ini juga menjadi simbol pelestarian sejarah dan budaya Islam di Madura.

 

Pandangan Ulama Indonesia tentang Ziarah Makam Ulama

Mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah di Indonesia menjelaskan bahwa ziarah kubur merupakan amalan yang diperbolehkan apabila dilakukan sesuai tuntunan syariat, yakni untuk mendoakan orang yang telah wafat, mengingat kematian, dan mengambil pelajaran dari kehidupan para ulama.

dalam berbagai ceramahnya menjelaskan bahwa ziarah kepada makam ulama diperbolehkan selama doa dan permohonan hanya ditujukan kepada Allah SWT. Menurutnya, penghormatan kepada ulama tidak boleh berubah menjadi bentuk pengagungan yang bertentangan dengan akidah.

Pandangan senada juga disampaikan yang menekankan pentingnya menghormati ulama sebagai pewaris para nabi. Menurutnya, mengenang perjuangan ulama dapat menjadi motivasi bagi umat Islam untuk meneladani ilmu, akhlak, dan keikhlasan mereka dalam berdakwah.

Sementara itu, kerap menegaskan bahwa tradisi ziarah yang berkembang di Indonesia merupakan bagian dari khazanah Islam Nusantara selama tetap berada dalam koridor syariat dan tidak mengandung praktik syirik.

 

Warisan Dakwah yang Tetap Dikenang

Hingga saat ini, Sunan Cendana tetap dikenang sebagai salah satu ulama yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di Madura. Meski sejumlah aspek sejarahnya masih terus diteliti, jasa beliau dalam tradisi masyarakat tetap dihormati sebagai bagian dari perjalanan panjang dakwah Islam di Nusantara.

Keberadaan makam Sunan Cendana tidak hanya menjadi tujuan wisata religi, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya ilmu, akhlak, dan dakwah yang mengedepankan kedamaian serta persatuan umat.

 

***

Sumber: Redmist.

Penulis: Vico Rahman.