Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Dalam kehidupan rumah tangga, persoalan keuangan kerap menjadi sumber konflik yang tak terlihat di permukaan. Salah satu yang sering luput disadari adalah perilaku suami yang terlalu pelit dan perhitungan terhadap istri, hingga berdampak pada keharmonisan hubungan.

Padahal dalam ajaran Islam, memberi nafkah kepada istri bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan kasih sayang. Ketika hal ini berubah menjadi kontrol berlebihan, hubungan rumah tangga bisa menjadi tidak sehat.

 

Ciri-Ciri Suami Pelit dan Terlalu Perhitungan

Berikut beberapa tanda yang sering terjadi di dalam rumah tangga:

– Keuangan sepenuhnya dikendalikan suami.

– Istri tidak diberi ruang untuk mengelola kebutuhan rumah tangga secara mandiri.

– Uang bulanan harus selalu diminta.

– Tidak ada inisiatif dari suami untuk memberikan nafkah secara rutin.

– Setiap pengeluaran dipertanyakan secara berlebihan.

Istri harus “lapor detail” untuk setiap uang yang digunakan.

– Selalu mengaku tidak punya uang untuk istri.

Namun anehnya, kebutuhan pribadi suami selalu terpenuhi tanpa kendala.

– Merasa senang jika istri tidak meminta uang.

– Seolah-olah kewajiban nafkah bisa dihindari.

– Memberi uang dengan jumlah sangat minim.

– Tidak mempertimbangkan kebutuhan riil rumah tangga.

Menganggap istri tidak perlu dinafkahi jika bekerja.

Padahal kewajiban nafkah tetap melekat pada suami.

 

Dampak yang Sering Terjadi

Perilaku ini bukan sekadar soal uang, tetapi bisa berdampak lebih luas:

– Istri merasa tidak dihargai.

– Muncul tekanan mental dan emosional.

– Hubungan menjadi tidak seimbang.

– Berpotensi memicu konflik berkepanjangan.

 

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa merusak fondasi kepercayaan dalam rumah tangga.

 

Bukan Hemat, Tapi Mengabaikan Tanggung Jawab

Perlu dibedakan antara hidup hemat dengan pelit. Hemat adalah sikap bijak dalam mengelola keuangan bersama, sementara pelit cenderung merugikan pasangan dan mengabaikan kewajiban.
Suami yang baik tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga memastikan kebutuhan istri terpenuhi dengan layak dan penuh keikhlasan.

 

Membangun Hubungan yang Sehat

Kunci utama dalam mengelola keuangan rumah tangga adalah komunikasi dan keterbukaan. Suami dan istri perlu saling memahami kondisi ekonomi, menyusun prioritas, serta berbagi peran secara adil.
Rumah tangga bukan tentang siapa yang memegang uang, tetapi bagaimana uang itu dikelola untuk kebahagiaan bersama.

Jika keuangan dijadikan alat kontrol, maka yang hilang bukan hanya kenyamanan, tetapi juga rasa saling menghargai dalam hubungan.

 

***
(22 Maret 2026)