Queensha.id – Edukasi Islam,
Narasi yang dikutip dari unggahan akun Facebook Ardi Malik yang menyebut bahwa Nabi Adam AS bukan penghuni pertama bumi kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam kisah yang beredar, disebutkan bahwa sebelum manusia diciptakan, bumi telah dihuni oleh bangsa jin atau Banul Jan yang kemudian melakukan kerusakan hingga akhirnya diperangi oleh para malaikat.
Lantas, bagaimana pandangan Islam mengenai kisah tersebut? Apakah benar memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, atau hanya berasal dari riwayat-riwayat yang belum dapat dipastikan kebenarannya?
Al-Qur’an Menegaskan Jin Diciptakan Sebelum Manusia
Dalam ajaran Islam, Al-Qur’an menjelaskan bahwa jin memang diciptakan lebih dahulu daripada manusia.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hijr ayat 27:
“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”
Ayat tersebut menjadi dasar kuat bahwa keberadaan jin memang mendahului penciptaan Nabi Adam AS. Namun, Al-Qur’an tidak menjelaskan secara rinci apakah seluruh bumi pernah dikuasai oleh bangsa jin atau bagaimana bentuk peradaban mereka.
Mengapa Malaikat Bertanya Soal Kerusakan di Bumi?
Perdebatan mengenai keberadaan Banul Jan umumnya dikaitkan dengan Surah Al-Baqarah ayat 30, ketika Allah SWT berfirman akan menjadikan seorang khalifah di bumi.
Para malaikat kemudian berkata:
“Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah?”
Sebagian ulama tafsir menjelaskan bahwa pertanyaan tersebut kemungkinan muncul karena para malaikat pernah menyaksikan makhluk sebelumnya melakukan kerusakan di bumi.
Dalam sejumlah kitab tafsir klasik, seperti karya Ibnu Katsir, disebutkan adanya riwayat dari sahabat dan tabi’in yang mengisahkan bahwa bangsa jin pernah menghuni bumi, kemudian saling berperang dan melakukan kerusakan hingga Allah mengutus malaikat untuk menertibkan mereka.
Riwayat Banul Jan Bukan Dalil yang Pasti
Meski demikian, para ulama juga menegaskan bahwa kisah mengenai Banul Jan, peperangan malaikat, hingga keberadaan kerajaan jin di bumi tidak disebutkan secara rinci dalam Al-Qur’an maupun hadis sahih.
Sebagian besar kisah tersebut berasal dari riwayat Israiliyat, yakni kisah-kisah yang bersumber dari tradisi Bani Israil atau penjelasan sebagian ulama terdahulu yang sanadnya tidak mencapai derajat sahih.
Karena itu, kisah tersebut tidak dapat dijadikan sebagai akidah yang wajib diyakini, tetapi juga tidak langsung ditolak apabila tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadis yang sahih.
Ulama Mengimbau Bersikap Bijak
Para ulama menjelaskan bahwa umat Islam hendaknya membedakan antara dalil yang bersifat pasti (qath’i) dengan kisah-kisah yang hanya bersifat sejarah atau riwayat.
Hal terpenting dalam kisah tersebut bukanlah memastikan detail peradaban jin sebelum Nabi Adam, melainkan mengambil hikmah bahwa setiap makhluk yang diberi amanah di bumi wajib menjaga keseimbangan, menjauhi kerusakan, dan menaati perintah Allah SWT.
Manusia Sebagai Khalifah di Bumi
Islam menegaskan bahwa Nabi Adam AS merupakan manusia pertama sekaligus khalifah yang diberi amanah untuk memakmurkan bumi.
Sebagai khalifah, manusia diperintahkan menjaga lingkungan, menegakkan keadilan, serta menghindari kerusakan sebagaimana ditegaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an.
Pesan tersebut tetap relevan hingga saat ini, ketika berbagai persoalan seperti kerusakan lingkungan, konflik, dan eksploitasi alam menjadi tantangan besar bagi kehidupan manusia.
Berdasarkan ajaran Islam, jin memang diciptakan sebelum Nabi Adam AS, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Namun, kisah mengenai Banul Jan sebagai penghuni pertama bumi beserta detail peperangan mereka dengan malaikat berasal dari riwayat-riwayat yang tidak mencapai derajat hadis sahih.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menyikapinya secara proporsional. Yang menjadi pegangan utama tetaplah Al-Qur’an dan hadis sahih, sementara kisah-kisah di luar keduanya dapat dijadikan pelajaran selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akidah Islam.
***
Sumber: AM.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan