Queensha.id – Jepara,
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-2 Paguyuban Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kabupaten Jepara yang digelar di Rumah Makan Sewu Kuto, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Minggu (2/8/2026), menjadi momentum penting untuk menyuarakan persoalan kesejahteraan ribuan anggota Linmas yang dinilai hingga kini belum mendapat perhatian memadai.
Mengusung tema “Bersama Satlinmas Wujudkan Desa Aman dan Kondusif”, kegiatan tersebut dihadiri jajaran Satpol PP Kabupaten Jepara, pengurus Paguyuban Satlinmas, serta perwakilan anggota Linmas dari berbagai desa.
Dalam sambutannya, Kepala Satpol PP Kabupaten Jepara, Edi Marwoto, menegaskan pihaknya akan terus mendorong peningkatan kesejahteraan anggota Satlinmas melalui koordinasi dengan pemerintah desa.
“Kami akan tetap memperjuangkan kesejahteraan rekan-rekan Linmas. Apabila ada pemerintah desa yang belum memberikan perhatian, silakan sampaikan kepada kami agar bisa kami koordinasikan sehingga dapat dianggarkan melalui APBDes. Tahun ini kami juga melakukan optimalisasi peran di bidang pemadam kebakaran. Keberadaan Linmas sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya, Minggu, (2/8/2026).
Edi menjelaskan, anggota Satlinmas memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah desa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk menyampaikan informasi terkait kondisi wilayah sebagai upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Terima kasih atas pengabdian seluruh anggota Linmas yang selama ini telah ikut menjaga keamanan Jepara. Selamat Hari Lahir ke-2 Paguyuban Satlinmas Jepara. Tetap semangat dan terus jaga komunikasi dengan kami,” tambahnya.
Apresiasi terhadap dedikasi Satlinmas juga datang dari Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, yang menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Harlah ke-2 sekaligus mengakui peran penting Linmas dalam menjaga stabilitas keamanan di tingkat desa.
Paguyuban Soroti Minimnya Perhatian terhadap Kesejahteraan Linmas
Di balik suasana peringatan Harlah, Ketua Paguyuban Satlinmas Kabupaten Jepara, Joko Rintono, menyampaikan kritik terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan anggota Linmas.
Menurutnya, di tengah penyusunan Rancangan APBD Kabupaten Jepara Tahun Anggaran 2027 yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp2,5 triliun, sekitar 7.000 anggota Satlinmas belum memperoleh perhatian anggaran yang memadai.
“Nasib anggota Satlinmas sangat memprihatinkan. Jika sekitar 15 ribu guru ngaji dan tenaga pengajar dapat diakomodasi melalui kebijakan anggaran, mengapa sekitar 7 ribu anggota Satlinmas di Kabupaten Jepara hingga kini belum memperoleh perhatian yang sama? Kami berharap kondisi ini bukan bentuk diskriminasi ataupun peminggiran terhadap Linmas,” tegas Joko.
Ia menilai, Satlinmas merupakan garda terdepan di desa yang selama ini aktif membantu pengamanan berbagai kegiatan masyarakat, pengamanan pemilu, penanganan bencana, hingga menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
Meski memiliki tanggung jawab besar, menurutnya kesejahteraan anggota Linmas masih jauh dari harapan dan belum sebanding dengan pengabdian yang mereka berikan kepada masyarakat.
Berharap Masuk Prioritas APBD 2027
Paguyuban Satlinmas berharap Pemerintah Kabupaten Jepara bersama DPRD dapat menjadikan peningkatan kesejahteraan anggota Linmas sebagai salah satu prioritas dalam pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027.
Menurut mereka, perhatian terhadap Linmas bukan hanya persoalan pemberian insentif, tetapi juga bentuk penghargaan atas dedikasi ribuan relawan keamanan yang selama ini menjadi ujung tombak dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan ketertiban di lingkungan desa.
Peringatan Harlah ke-2 Paguyuban Satlinmas Jepara pun menjadi lebih dari sekadar perayaan hari jadi. Momentum tersebut berubah menjadi ruang penyampaian aspirasi agar keberadaan Satlinmas tidak hanya diingat ketika dibutuhkan dalam menjaga keamanan, tetapi juga memperoleh perhatian yang adil dalam kebijakan pembangunan dan penganggaran daerah.
***
Sumber: AR.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan