Queensha.id – Sejarah,

 

Masa pendudukan Jepang di Indonesia berlangsung sejak tahun 1942 hingga 1945. Meski Jepang datang dengan slogan “Saudara Tua Asia”, kenyataannya rakyat Indonesia mengalami kerja paksa (romusha), penindasan, hingga berbagai pembatasan kebebasan.

Di tengah situasi tersebut, banyak tokoh bangsa yang berjuang melalui jalur diplomasi, pendidikan, organisasi, hingga perlawanan bersenjata. Berikut 10 pahlawan nasional yang memiliki peran besar pada masa penjajahan Jepang.

1. Ir. Soekarno (1901–1970)

Soekarno memanfaatkan kesempatan yang diberikan Jepang untuk membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia. Ia aktif dalam organisasi bentukan Jepang seperti PUTERA dan menjadi anggota BPUPKI serta PPKI. Bersama Mohammad Hatta, Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Wafat: 21 Juni 1970.

2. Drs. Mohammad Hatta (1902–1980)

Mohammad Hatta berjuang melalui jalur diplomasi dan organisasi. Pada masa Jepang, ia bersama Soekarno mempersiapkan dasar-dasar negara dan kemerdekaan Indonesia melalui BPUPKI dan PPKI. Setelah proklamasi, Hatta menjadi Wakil Presiden pertama Republik Indonesia.

Wafat: 14 Maret 1980.

3. Jenderal Soedirman (1916–1950)

Saat pendudukan Jepang, Soedirman mengikuti pendidikan militer PETA (Pembela Tanah Air) dan menjadi komandan batalyon. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika memimpin Tentara Nasional Indonesia mempertahankan kemerdekaan.

Wafat: 29 Januari 1950.

4. Supriyadi (1923–diduga 1945)

Supriyadi memimpin pemberontakan PETA di Blitar pada 14 Februari 1945 sebagai bentuk perlawanan terhadap kekejaman Jepang. Setelah pemberontakan gagal, ia menghilang dan hingga kini keberadaannya tidak pernah diketahui secara pasti.

Status: Dinyatakan hilang dan diduga meninggal pada 1945.

5. KH Zainal Mustafa (1899–1944)

Ulama asal Tasikmalaya ini menolak melakukan penghormatan kepada Kaisar Jepang (Seikerei). Ia memimpin perlawanan rakyat terhadap tentara Jepang hingga akhirnya ditangkap dan dihukum mati.

Wafat: 25 Oktober 1944.

6. I Gusti Ngurah Rai (1917–1946)

Pada masa pendudukan Jepang, Ngurah Rai memperoleh pendidikan militer yang kemudian menjadi bekal membentuk pasukan perjuangan di Bali setelah Indonesia merdeka. Ia gugur dalam Pertempuran Puputan Margarana.

Wafat: 20 November 1946.

7. Bung Tomo (1920–1981)

Menjelang akhir pendudukan Jepang dan setelah proklamasi, Bung Tomo mengobarkan semangat perjuangan rakyat melalui siaran radio. Pidatonya membakar semangat arek-arek Surabaya melawan penjajah.

Wafat: 7 Oktober 1981.

8. Ahmad Yani (1922–1965)

Pada masa Jepang, Ahmad Yani mengikuti pendidikan militer Heiho sebelum bergabung dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia kemudian menjadi salah satu jenderal terbaik Indonesia.

Wafat: 1 Oktober 1965.

9. Ki Hajar Dewantara (1889–1959)

Meski lebih dikenal sebagai pelopor pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara tetap berjuang mempertahankan semangat kebangsaan melalui dunia pendidikan selama masa pendudukan Jepang. Ia terus menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda.

Wafat: 26 April 1959.

10. KH Mas Mansur (1896–1946)

KH Mas Mansur merupakan salah satu tokoh Empat Serangkai bersama Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ki Hajar Dewantara. Ia memanfaatkan posisinya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia meski berada di bawah pengawasan Jepang.

Wafat: 25 April 1946.

Warisan Perjuangan

Perjuangan para pahlawan pada masa pendudukan Jepang dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang memilih jalur diplomasi dan organisasi, ada pula yang mengangkat senjata melawan penjajah. Semua memiliki tujuan yang sama, yakni mempersiapkan Indonesia menuju kemerdekaan.

Semangat keberanian, pengorbanan, persatuan, dan cinta tanah air yang mereka wariskan menjadi fondasi lahirnya Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Generasi muda diharapkan terus mengenang jasa para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, serta menjaga persatuan bangsa.

 

***

Sumber: Wiki.

Penulis: Vico Rahman.