Queensha.id – Edukasi Alam,

 

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan video yang memperlihatkan ikan sapu-sapu tampak hidup kembali setelah disiram air. Fenomena tersebut membuat banyak orang percaya bahwa ikan sapu-sapu tidak bisa mati atau dapat hidup kembali setelah mati.

Padahal, anggapan tersebut tidak benar. Secara ilmiah, ikan sapu-sapu yang benar-benar telah mati tidak mungkin hidup kembali. Yang sering terjadi adalah ikan tersebut belum mati, melainkan berada dalam kondisi sangat lemah, kekurangan oksigen, atau memasuki fase aestivasi, yaitu keadaan ketika metabolisme tubuh melambat untuk bertahan hidup saat lingkungan kekurangan air.

 

 

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Bisa Bertahan Tanpa Air?

Ikan sapu-sapu (keluarga Loricariidae) memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi.

Beberapa spesies memiliki sistem pernapasan tambahan yang memungkinkan mereka mengambil oksigen langsung dari udara. Selain itu, ikan ini mampu memperlambat aktivitas tubuh sehingga kebutuhan oksigennya menjadi jauh lebih rendah.

Ketika sungai, rawa, atau kolam mengering, ikan sapu-sapu dapat mengubur sebagian tubuhnya di dalam lumpur yang masih lembap. Dalam kondisi tersebut, ikan terlihat kaku dan tidak bergerak sehingga sering disangka telah mati.

Saat air kembali menggenangi tubuhnya, ikan yang sebenarnya masih hidup dapat kembali bergerak.

 

 

Manfaat Ikan Sapu-Sapu

Meski sering dianggap hama, ikan sapu-sapu juga memiliki beberapa manfaat.

1. Membantu Membersihkan Alga

Ikan sapu-sapu memakan lumut dan alga yang menempel pada batu maupun dasar perairan sehingga membantu menjaga kebersihan habitat.

2. Dimanfaatkan Sebagai Ikan Hias

Di berbagai negara, ikan ini dipelihara dalam akuarium karena kemampuannya membersihkan lumut pada kaca dan dekorasi.

3. Berpotensi Menjadi Bahan Pangan

Di beberapa daerah Indonesia dan Amerika Selatan, ikan sapu-sapu telah diolah menjadi bakso, abon, kerupuk, hingga tepung ikan setelah melalui proses pengolahan yang benar.

4. Bahan Pakan Ternak

Karena kandungan proteinnya cukup tinggi, ikan sapu-sapu juga dimanfaatkan sebagai bahan campuran pakan ternak maupun pakan ikan budidaya.

 

 

Bahaya Ikan Sapu-Sapu

Di balik manfaatnya, ikan sapu-sapu juga memiliki sejumlah dampak negatif.

1. Merusak Ekosistem

Ikan ini termasuk spesies invasif yang berkembang biak sangat cepat sehingga dapat menggeser populasi ikan lokal.

2. Mengganggu Nelayan

Jumlahnya yang sangat banyak sering memenuhi jaring nelayan sehingga mengurangi hasil tangkapan ikan konsumsi.

3. Merusak Tebing Sungai

Beberapa jenis ikan sapu-sapu membuat lubang di tepian sungai untuk berkembang biak. Lubang-lubang tersebut dapat mempercepat erosi dan longsor pada bantaran sungai.

4. Duri yang Tajam

Sirip ikan sapu-sapu memiliki duri keras dan tajam. Jika tidak berhati-hati saat menangkapnya, duri tersebut dapat melukai tangan.

 

Fungsi Ikan Sapu-Sapu di Alam

Dalam jumlah yang seimbang, ikan sapu-sapu tetap memiliki fungsi ekologis.

  • Membantu mengurai sisa bahan organik.
  • Mengendalikan pertumbuhan alga.
  • Menjadi bagian dari rantai makanan bagi predator tertentu.
  • Membantu proses daur ulang nutrisi di dasar perairan.

Namun, apabila populasinya tidak terkendali, manfaat tersebut dapat berubah menjadi ancaman bagi keseimbangan ekosistem.

 

Benarkah Ikan Sapu-Sapu Kebal Mati?

Jawabannya tidak.

Ikan sapu-sapu tetap dapat mati karena usia, penyakit, kekurangan makanan, pencemaran air, atau ditangkap predator.

Kemampuan bertahan hidup di luar air bukan berarti ikan tersebut kebal terhadap kematian. Jika jaringan tubuh dan organ vitalnya telah berhenti berfungsi, ikan tidak dapat hidup kembali.

 

Edukasi untuk Masyarakat

Masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa penjelasan ilmiah. Video ikan sapu-sapu yang tampak “hidup kembali” umumnya memperlihatkan ikan yang sebenarnya masih hidup, tetapi berada dalam kondisi lemah atau mengalami penurunan metabolisme akibat kekurangan air.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak melepaskan ikan sapu-sapu ke sungai, waduk, atau danau karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengancam keberadaan ikan asli Indonesia.

Dengan memahami fakta ilmiah mengenai ikan sapu-sapu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan spesies ini secara bijak sekaligus ikut menjaga kelestarian lingkungan perairan.

 

***

Sumber: BS.

Penulis: Vico Rahman.