Queensha.id – Jepara,
Sebuah insiden mengerikan mengguncang warga Kabupaten Jepara setelah unggahan akun Facebook Benu Kawat viral pada Minggu malam (22/3/2026).
Peristiwa tersebut menyoroti kondisi jalan rusak parah di jalur menuju Bumi Perkemahan Pakis Aji yang kini disebut warga sebagai “ranjau mematikan”.
Bukan sekadar lubang jalan biasa, besi konstruksi yang mencuat ke permukaan atau (dikenal warga dengan istilah nyrangap) menjadi penyebab utama kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa.
Pulang Halal Bihalal Berujung Petaka
Korban diketahui merupakan pengendara sepeda motor jenis Honda Vario yang baru saja pulang dari acara halal bihalal. Alih-alih tiba dengan selamat di rumah, perjalanan tersebut berubah menjadi tragedi akibat kondisi jalan yang gelap dan rusak parah.
Dalam unggahan yang viral, disebutkan bahwa besi cor yang mencuat menghantam bagian bawah motor dengan sangat keras. Bahkan, besi tersebut dilaporkan menembus dari bagian depan hingga ke belakang kendaraan yang menunjukkan betapa ekstremnya kondisi di lokasi kejadian.
Jalan Gelap, Bahaya Tak Terlihat
Berdasarkan informasi di lapangan, jalur menuju kawasan Buper Pakis Aji memang minim penerangan. Kondisi ini membuat besi yang mencuat nyaris tak terlihat oleh pengendara, terutama di malam hari.
Fakta kejadian:
-Lokasi: Jalur akses Buper Pakis Aji, Jepara.
– Waktu: Minggu malam, 22 Maret 2026.
– Penyebab: Jalan rusak, besi cor mencuat.
– Kondisi: Gelap tanpa penerangan memadai.
-Dampak: Motor tertusuk besi hingga tembus.
Situasi ini memperlihatkan potensi bahaya serius yang mengintai setiap pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Sorotan Tajam untuk Pemerintah
Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak warga menilai kondisi jalan tersebut sudah lama dibiarkan tanpa perbaikan signifikan, padahal jalur ini merupakan akses menuju lokasi wisata dan kegiatan publik.
Bumi Perkemahan Pakis Aji sendiri dikenal sebagai lokasi favorit kegiatan pramuka dan wisata alam. Namun, akses yang tidak layak justru menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengunjung.
Warga mendesak pemerintah daerah untuk segera bertindak cepat, tidak hanya melakukan tambal sulam, tetapi perbaikan permanen agar kejadian serupa tidak terulang.
Momentum Lebaran, Resiko Meningkat
Peristiwa ini terjadi di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran. Volume kendaraan yang meningkat membuat risiko kecelakaan di jalur rusak seperti ini semakin besar.
Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin insiden berikutnya akan menelan korban jiwa.
Waspada Sebelum Terlambat
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur Pakis Aji pada malam hari. Namun lebih dari itu, publik kini menunggu langkah nyata dari pihak berwenang.
Sebab ketika jalan berubah menjadi “ranjau”, maka keselamatan bukan lagi sekadar imbauan melainkan kebutuhan yang mendesak untuk segera dipenuhi.
***
(Senin, 23 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan