Queensha.id – Jepara,

 

Ratusan warga sekolah di SMP Negeri 2 Jepara mengalami gangguan kesehatan secara bersamaan setelah diduga mengonsumsi paket makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 123 siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, hingga lemas pada Senin (3/8/2026).

Peristiwa ini langsung menjadi perhatian masyarakat karena diduga berkaitan dengan salah satu menu dalam paket MBG yang disalurkan oleh penyedia jasa boga SPPG Bandengan 5.

 

Dugaan Mengarah ke Menu Beef Teriyaki

Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket makanan MBG yang dibagikan saat itu terdiri atas nasi, tempe goreng, sayur labu siam dan wortel, buah semangka, serta lauk utama berupa beef teriyaki atau irisan daging sapi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan awal menemukan indikasi kondisi daging sapi yang tidak normal sebelum dikonsumsi.

“Kondisi irisan daging diduga sudah mengeluarkan bau tajam dan menyengat, bahkan disinyalir berlendir sehingga dinilai tidak layak konsumsi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko.

Meski demikian, Dinkes menegaskan bahwa dugaan tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat dijadikan kesimpulan akhir.

 

Gejala Muncul Beberapa Jam Setelah Makan

Gangguan kesehatan tidak langsung dirasakan saat makanan dikonsumsi di lingkungan sekolah. Para siswa dan guru mulai mengalami keluhan beberapa jam kemudian ketika sudah berada di rumah masing-masing.

Pada Senin malam (3/8/2026), korban mulai merasakan mual, muntah, sakit perut, hingga tubuh terasa lemas.

Kondisi tersebut berlanjut hingga Selasa (4/8/2026), di mana empat siswa harus mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat mengalami dehidrasi dan kondisi fisik yang melemah.

 

Sampel Makanan Diuji di Laboratorium

Untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara telah mengambil sampel makanan dan mengirimkannya ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jepara pada Selasa (4/8/2026).

Pemeriksaan laboratorium dilakukan guna mengetahui apakah terdapat kontaminasi bakteri, racun, atau penyebab lain pada menu makanan, termasuk dugaan pada lauk beef teriyaki.

Hasil uji laboratorium diperkirakan akan keluar dalam waktu 3 hingga 7 hari.

 

Dinkes Imbau Publik Menunggu Hasil Resmi

Dinas Kesehatan Jepara mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab insiden tersebut maupun menentukan pihak yang bertanggung jawab sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diumumkan secara resmi.

Hingga kini, dugaan bahwa menu beef teriyaki menjadi penyebab gangguan kesehatan massal tersebut masih berstatus indikasi awal. Penentuan penyebab pasti akan didasarkan pada hasil analisis ilmiah dan medis yang sedang dilakukan oleh tim laboratorium.

Dengan demikian, proses penyelidikan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil menunggu hasil pengujian sebagai dasar penetapan penyebab insiden yang menimpa ratusan warga sekolah SMP Negeri 2 Jepara tersebut.

 

***

Sumber: BS.

Penulis: Vico Rahman.