Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Di era modern yang penuh persaingan, banyak orang berlomba-lomba mengejar pendidikan tinggi, jabatan, popularitas, hingga kekayaan. Namun, di balik semua pencapaian tersebut, terdapat satu nilai yang sering kali terlupakan, yakni adab atau etika dalam memperlakukan sesama manusia.

Sebuah pesan yang banyak beredar di media sosial mengingatkan bahwa seseorang tidak sepatutnya merasa lebih tinggi hingga merendahkan orang lain. Setinggi apa pun pendidikan, sepintar apa pun kemampuan, dan sebanyak apa pun harta yang dimiliki, semuanya akan kehilangan makna apabila tidak disertai sikap saling menghormati.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari gelar akademik atau kekayaan, melainkan juga dari bagaimana seseorang memperlakukan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

 

Adab Adalah Fondasi Kehidupan Bermasyarakat

Dalam kehidupan sosial, adab tercermin melalui sikap sopan santun, rendah hati, menghargai pendapat orang lain, serta mampu menjaga ucapan dan perilaku.

Seseorang yang memiliki ilmu tinggi tetapi gemar meremehkan orang lain justru dapat kehilangan rasa hormat dari lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, orang yang sederhana namun memiliki adab yang baik sering kali lebih dihargai dan dipercaya.

Hubungan yang harmonis dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat lahir dari rasa saling menghormati, bukan dari siapa yang paling kaya atau paling pintar.

 

Pendidikan dan Harta Bukan Alasan Merasa Lebih Tinggi

Kemajuan pendidikan dan ekonomi memang menjadi tujuan banyak orang. Namun, keduanya bukanlah alasan untuk memandang rendah orang lain.

Setiap individu memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Ada yang berhasil lebih cepat, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, membandingkan diri dengan orang lain apalagi merendahkan mereka bukanlah sikap yang mencerminkan kedewasaan.

Justru seseorang yang benar-benar berilmu biasanya semakin rendah hati karena menyadari bahwa masih banyak hal yang harus dipelajari.

 

Adab Menentukan Kepercayaan

Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, mengatakan bahwa adab merupakan modal utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat.

“Saat ini banyak orang berlomba mengejar gelar, jabatan, dan kekayaan. Itu tentu baik, tetapi jangan sampai melupakan adab. Orang yang beradab akan dihormati bukan karena hartanya, melainkan karena sikapnya. Sebaliknya, orang yang pintar tetapi suka merendahkan orang lain lambat laun akan kehilangan kepercayaan dari lingkungan sekitarnya,” ujar Purnomo Wardoyo, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, adab juga menjadi fondasi dalam dunia kerja, organisasi, hingga kepemimpinan.

“Seorang pemimpin yang dihormati bukan hanya karena jabatannya, tetapi karena mampu menghargai bawahannya. Seorang guru dihormati bukan hanya karena ilmunya, tetapi karena keteladanannya. Begitu pula dalam kehidupan sehari-hari, sikap menghormati orang lain akan membuka banyak pintu rezeki dan persahabatan,” katanya.

 

Bijak Menggunakan Media Sosial

Purnomo juga mengingatkan bahwa adab harus diterapkan di dunia digital. Kemudahan menggunakan media sosial sering kali membuat sebagian orang mudah menghina, mencaci, atau merendahkan orang lain tanpa memikirkan dampaknya.

“Media sosial seharusnya menjadi sarana berbagi ilmu, inspirasi, dan hal-hal positif, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian atau merasa paling benar. Adab di dunia nyata maupun dunia digital tetap sama, yaitu menghormati sesama manusia,” jelasnya.

 

Kesuksesan Sejati Berawal dari Karakter

Menurut Purnomo, banyak orang sukses yang justru dikenal karena kerendahan hati dan kemampuannya menghargai orang lain.

Ia menilai karakter yang baik akan menciptakan hubungan sosial yang sehat, memperluas jaringan pertemanan, dan membangun kepercayaan dalam kehidupan maupun dunia kerja.

“Adab adalah cerminan kualitas seseorang. Gelar bisa diperoleh melalui pendidikan, harta bisa dicari dengan bekerja, tetapi adab harus dibangun melalui pendidikan karakter dan kebiasaan sehari-hari. Karena itu, jangan pernah merasa lebih tinggi hingga merendahkan orang lain. Hormatilah sesama, karena setiap manusia memiliki nilai dan martabat yang sama,” pungkasnya.

Di tengah kehidupan yang semakin kompetitif, pesan tentang pentingnya adab menjadi pengingat bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki seseorang, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan orang lain dengan hormat, rendah hati, dan penuh empati.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.