Queensha.id – Jepara,
Operasional dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Bandengan 5 resmi dihentikan sementara selama maksimal 30 hari. Keputusan tersebut diambil menyusul insiden yang menyebabkan 123 siswa dan guru SMP Negeri 2 Jepara mengalami gejala mual, muntah, diare, dan lemas usai mengonsumsi makanan dari program MBG pada Senin (3/8/2026).
Langkah penghentian sementara itu diputuskan setelah tim gabungan bersama unsur Forkopimcam melakukan inspeksi ke dapur SPPG Bandengan 5 di wilayah Bandengan, Kecamatan Jepara, pada Kamis (6/8/2026).
Operasional Dihentikan Sementara
Camat Jepara, Arif Budiyanto, SH, membenarkan bahwa dapur SPPG Bandengan 5 untuk sementara tidak diperbolehkan beroperasi hingga proses evaluasi dan pembinaan selesai dilakukan.
“SPPG Bandengan 5 sudah kami berikan peringatan keras dan operasionalnya dihentikan sementara. Maksimal selama 30 hari mereka tidak diperbolehkan beroperasi sambil melakukan pembenahan sesuai standar yang berlaku,” ujar Arif Budiyanto, Kamis (6/8/2026).
Penghentian sementara ini merupakan langkah evaluasi agar seluruh proses pengolahan makanan memenuhi standar keamanan pangan serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Jalani Pembinaan dan Perbaikan Sistem
Selama masa penghentian operasional, pengelola dapur diwajibkan mengikuti pembinaan serta melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan makanan.
Evaluasi tersebut meliputi beberapa aspek penting, antara lain:
- Pemeriksaan kualitas dan kelayakan bahan baku.
- Standar kebersihan dalam proses memasak dan pengemasan.
- Tata cara penyimpanan makanan.
- Sistem distribusi makanan hingga tiba di sekolah dalam kondisi aman dan layak konsumsi.
Tim dari pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan melakukan pendampingan agar seluruh prosedur keamanan pangan diterapkan secara optimal.
Pengobatan Korban Ditanggung Penyedia
Pihak pengelola SPPG Bandengan 5 disebut bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung. Selain menerima keputusan penghentian sementara operasional, penyedia juga menyatakan kesiapannya untuk menanggung biaya pengobatan para korban yang terdampak insiden tersebut.
Pemerintah berharap sikap kooperatif tersebut dapat mempercepat proses evaluasi sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab penyedia terhadap pelayanan Program Makan Bergizi Gratis.
Pengawasan MBG Diperketat
Insiden di SMP Negeri 2 Jepara menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebagai langkah antisipasi, seluruh penyedia makanan Program MBG di Kabupaten Jepara diminta meningkatkan standar kebersihan dan pengawasan kualitas makanan.
Selain itu, pihak sekolah juga diminta melakukan pemeriksaan awal terhadap makanan yang diterima sebelum dibagikan kepada peserta didik. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk memastikan makanan berada dalam kondisi layak konsumsi.
Kondisi Korban Mulai Membaik
Sementara itu, kondisi para siswa dan guru yang sempat mengalami gejala mual, muntah, diare, dan lemas dilaporkan terus membaik.
Sebagian besar korban telah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Berdasarkan data terakhir, masih terdapat beberapa siswa yang menjalani masa pemulihan di rumah karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.
Pihak puskesmas bersama dinas kesehatan setempat masih melakukan pemantauan terhadap seluruh korban hingga dipastikan benar-benar pulih.
Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis akan terus dilakukan agar pelaksanaan program tetap mengutamakan keamanan pangan, kualitas gizi, serta keselamatan peserta didik.
***
Sumber: BS.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan