Queensha.id – Jakarta,

 

Peta kekayaan kepala daerah di Indonesia kembali menyita perhatian publik. Nama Sherly Tjoanda kini mencuat sebagai gubernur terkaya di Tanah Air dengan total harta mencapai Rp972 miliar, berdasarkan laporan resmi LHKPN periode 2025–2026.

Lonjakan kekayaan ini tak lepas dari dominasi aset properti yang dimilikinya. Dalam laporan tersebut, nilai tanah dan bangunan yang tercatat mencapai Rp201 miliar, tersebar di berbagai wilayah strategis seperti Ambon, Ternate, Surabaya, Halmahera Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Makassar hingga Pulau Morotai. Totalnya, ia memiliki 212 bidang tanah dan bangunan—angka yang tergolong sangat besar untuk pejabat daerah.

Tak hanya properti, portofolio kekayaan Sherly Tjoanda juga diperkuat oleh instrumen keuangan. Ia tercatat memiliki surat berharga senilai Rp262 miliar serta kas dan setara kas mencapai Rp236 miliar. Meski demikian, terdapat kewajiban utang sebesar Rp6,9 miliar.

Di sektor kendaraan, kekayaannya juga terbilang mencolok meski sebagian besar berasal dari warisan. Total nilai alat transportasi dan mesin mencapai Rp7 miliar, termasuk di antaranya Land Rover Range Rover 2019, Lexus 2023, Toyota Alphard, Kawasaki, hingga Hummer Jeep klasik.

Menariknya, perjalanan politik Sherly Tjoanda juga sarat cerita emosional. Ia resmi menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara periode 2025–2030 setelah dilantik pada Februari 2025, sekaligus mencatat sejarah sebagai gubernur perempuan pertama di provinsi tersebut. Ia menggantikan mendiang suaminya, Benny Laos, yang wafat pada Oktober 2024.

Jika dibandingkan dengan gubernur lain, selisih kekayaan Sherly Tjoanda cukup mencolok. Di posisi kedua terdapat Andi Sumangerukka dengan total kekayaan Rp623 miliar, disusul Muhyidin sebesar Rp414 miliar.

Sementara itu, gubernur di wilayah strategis nasional seperti Pramono Anung tercatat memiliki kekayaan Rp104 miliar, dan Bobby Nasution sebesar Rp57,5 miliar.

Perbedaan mencolok ini memunculkan pertanyaan publik soal distribusi kekayaan di kalangan elite daerah, sekaligus menjadi sorotan terhadap transparansi dan akuntabilitas pejabat negara melalui pelaporan LHKPN.

Di tengah sorotan tersebut, kekayaan fantastis Sherly Tjoanda bukan hanya angka, tetapi juga cerminan bagaimana latar belakang, warisan, serta investasi berperan besar dalam membentuk profil finansial seorang kepala daerah di Indonesia.

 

***
(24 Maret 2026)