Queensha.id – Jepara,

 

Kegagalan merantau tak selalu menjadi akhir dari sebuah perjalanan. Hal itulah yang dialami Bima Alamsyah (26), pemuda asal Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, yang justru menemukan jalan kesuksesan setelah pulang ke kampung halaman.

Awalnya, Bima berangkat ke Bandung dengan harapan memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Namun kenyataan berkata lain. Pekerjaan yang diterima tidak sesuai dengan lamaran, bahkan dompet beserta seluruh isinya hilang. Kondisi tersebut membuatnya memilih kembali ke Jepara.

Sesampainya di kampung halaman, Bima sempat menganggur. Sembari membantu sang ayah mengukir kayu, ia mulai menyalurkan hobi menggambar dengan membuat sketsa wajah para tokoh bangsa di atas kertas ukuran A4.

Menurutnya, generasi muda perlu terus diingatkan mengenai sosok-sosok yang berjasa bagi Indonesia.

“Anak-anak sekarang kan idolanya artis media sosial atau seleb TikTok. Saya berpikir jangan sampai kita melupakan sejarah. Karena itu saya memilih melukis tokoh bangsa agar mereka tetap dikenang,” ujar Bima, dilansir dari Joglo Jateng.

Berawal dari Sketsa, Kini Beralih ke Kanvas

Tanpa disangka, hasil sketsa yang diunggah melalui media sosial mendapat respons positif dari masyarakat. Berbagai pesanan mulai berdatangan dari sejumlah daerah.

Melihat antusiasme tersebut, pada tahun 2023 Bima memutuskan beralih menggunakan media kanvas agar hasil lukisan lebih awet dan bernilai seni lebih tinggi.

Lukisan pertama yang ia buat di atas kanvas adalah sosok budayawan Cak Nun. Sejak saat itu, berbagai tokoh nasional hingga ulama menjadi objek karya-karyanya.

Beberapa tokoh yang paling banyak dipesan antara lain:

  • Ir. Sukarno, yang menjadi karya terlaris.
  • Gus Dur.
  • KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen).
  • Habib Umar bin Hafidz, yang salah satu lukisannya dibeli kolektor dari Bekasi.

Viral di Media Sosial, Dilirik Ferry Irwandi

Popularitas Bima semakin meningkat ketika karya lukisan Cak Nun mendapat perhatian dari komunitas Maiyah.

Konten proses melukis yang diunggah melalui TikTok juga menarik perhatian influencer ****. Salah satu videonya bahkan mendapat tanda suka (like) sekaligus dibagikan ulang oleh Ferry.

“Wah, di-like dan di-posting ulang sama Ferry Irwandi, tentu saya sangat senang,” ungkap Bima.

Kini, melalui akun Instagram @bimaalamsyah dan TikTok @PelukisUMKM, Bima secara rutin menerima pesanan lukisan dari wilayah Jabodetabek maupun berbagai daerah lainnya.

 

Inspirasi Bahwa Kegagalan Bukan Akhir

Perjalanan hidup Bima Alamsyah menjadi bukti bahwa kegagalan tidak selalu berarti berhenti melangkah. Pengalaman pahit saat merantau justru membuka jalan baru untuk mengembangkan bakat seni yang kini menjadi sumber penghasilan.

Di tengah derasnya arus konten digital, Bima memilih menghadirkan karya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan sejarah dan jasa para tokoh bangsa.

Kisahnya menjadi inspirasi bahwa peluang sukses dapat lahir dari kampung halaman, selama seseorang mau terus berkarya, beradaptasi, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkenalkan hasil karyanya kepada masyarakat luas.

 

***

Sumber: Joglo Jateng.

Penulis: Vico Rahman.