Queensha.id – Jepara,

 

Hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Kabupaten Jepara terhadap sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di SMP Negeri 2 Jepara akhirnya telah keluar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sampel menu beef teriyaki ditemukan mengandung bakteri Enterobacteriaceae dan Salmonella sp, yang dikenal sebagai bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan.

Menu tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandengan 05 yang dikelola Yayasan Cahaya Arjuna Bangsa, dan dibagikan kepada siswa serta guru pada Senin, 3 Agustus 2026.

 

Sebanyak 123 Orang Mengalami Gangguan Kesehatan

Menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri atas:

1. Nasi putih.

2. Beef teriyaki

3. Sayur labu siam dan wortel bumbu kuning

4. Tempe goreng

5. Semangka

Beef teriyaki diketahui merupakan menu yang baru pertama kali disajikan kepada para penerima manfaat.

Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa dan guru mengalami keluhan seperti diare, mual, muntah, hingga sakit perut.

Total terdapat 123 orang yang mengalami gangguan kesehatan, terdiri dari 110 siswa dan 13 guru. Bahkan, empat siswa sempat mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (UGD) RS PKU Aisyiyah Jepara karena kondisi tubuh yang melemah.

 

Hasil Uji Laboratorium

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, menjelaskan bahwa tidak seluruh menu makanan menunjukkan adanya kontaminasi bakteri.

Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan:

1. Nasi putih: Tidak ditemukan bakteri.

2. Tempe goreng: Tidak ditemukan bakteri.

3. Sayur labu siam dan wortel bumbu kuning: Tidak ditemukan bakteri.

4. Beef teriyaki: Ditemukan bakteri Enterobacteriaceae dan Salmonella sp.

“Untuk nasi putih, tempe goreng, labu siam wortel bumbu kuning tidak ditemukan bakteri. Sedangkan beef teriyaki ditemukan Enterobacteriaceae dan Salmonella sp yang merupakan bakteri penyebab gangguan pencernaan,” ujar Hadi Sarwoko dalam laporannya pada Minggu (9/8/2026).

 

Sampel Semangka Juga Ditemukan Mikroorganisme

Selain beef teriyaki, pemeriksaan laboratorium juga dilakukan terhadap sampel semangka.
Hasilnya menunjukkan adanya:

1. Bacillus cereus
2. Enterobacteriaceae
3. Yeast and mold (ragi dan jamur)
4. Temuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pangan yang disajikan dalam Program Makan Bergizi Gratis.

 

Pemeriksaan Sanitasi Dapur

Tidak hanya makanan, tim juga memeriksa aspek higiene dan sanitasi di lingkungan dapur SPPG Bandengan 05.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sampel air bersih dari bak cuci mengandung bakteri coliform, yang menjadi indikator perlunya evaluasi terhadap sistem sanitasi dan kebersihan lingkungan pengolahan makanan.

 

Dinkes: Belum Bisa Disimpulkan Sebagai Penyebab Tunggal

Meski ditemukan Salmonella sp pada sampel beef teriyaki, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara menegaskan bahwa hasil laboratorium tersebut belum dapat dijadikan dasar tunggal untuk menyimpulkan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru.
Penelusuran lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui sumber kontaminasi secara menyeluruh, mulai dari proses penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemasakan, distribusi makanan, kebersihan peralatan, kualitas air, hingga higiene para penjamah makanan.

Menjadi Bahan Evaluasi Program MBG

Hasil pemeriksaan laboratorium kini menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara bersama pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Evaluasi tersebut diharapkan mampu memperkuat penerapan standar keamanan pangan, higiene, dan sanitasi sehingga kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa tetap terjaga serta kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap dapur penyedia MBG guna memastikan setiap tahapan penyediaan makanan memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan yang berlaku.

 

***

Sumber: Jaknet.

Penulis: Vico Rahman.