Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang memiliki kepentingan. Kepentingan dapat berupa tujuan pribadi, kebutuhan ekonomi, karier, bisnis, maupun politik. Selama dilakukan dengan cara yang jujur, adil, dan menghormati hak orang lain, kepentingan merupakan hal yang wajar.

Namun, persoalan muncul ketika seseorang mulai memanfaatkan orang lain demi mencapai tujuan pribadinya. Fenomena seperti ini sering dijumpai di lingkungan kerja, organisasi, bisnis, hingga dunia politik.

Akibatnya, hubungan yang awalnya dibangun atas dasar kepercayaan berubah menjadi hubungan yang hanya didasari keuntungan sepihak.

 

Apa Itu Kepentingan?

Secara umum, kepentingan adalah tujuan atau kebutuhan yang ingin dicapai oleh seseorang maupun kelompok.

Kepentingan bisa bersifat positif, misalnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membangun usaha, memperoleh pekerjaan, atau memenangkan kompetisi secara sehat.

Namun, kepentingan juga dapat berubah menjadi negatif apabila mengorbankan hak, martabat, maupun kepentingan orang lain.

 

Memanfaatkan Orang Lain dalam Dunia Pekerjaan

Di lingkungan kerja, perilaku memanfaatkan orang lain dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti:

  • Mengambil hasil kerja bawahan tanpa memberikan penghargaan.
  • Mendekati seseorang hanya saat membutuhkan bantuan.
  • Memberikan janji promosi yang tidak pernah ditepati.
  • Memanfaatkan relasi demi keuntungan pribadi.
  • Menghindari tanggung jawab dan membebankannya kepada rekan kerja.

Dalam jangka panjang, perilaku seperti ini dapat merusak kepercayaan, menurunkan semangat kerja, bahkan menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat.

 

Memanfaatkan Orang Lain dalam Dunia Politik

Dalam dunia politik, kepentingan sering kali menjadi bagian dari strategi memperoleh dukungan masyarakat. Namun, praktik yang tidak sehat dapat terjadi apabila seseorang:

  • Mendekati masyarakat hanya menjelang pemilu.
  • Memberikan janji tanpa komitmen untuk menepatinya.
  • Memanfaatkan tokoh masyarakat demi kepentingan elektoral.
  • Menggunakan isu sosial hanya untuk mencari popularitas.
  • Mengabaikan masyarakat setelah tujuan politik tercapai.

Tidak semua pelaku politik melakukan hal tersebut. Banyak pula pemimpin yang bekerja secara tulus dan konsisten melayani masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu menilai berdasarkan rekam jejak, integritas, dan kinerja, bukan hanya janji.

 

Menurut Pandangan Psikologi

Dalam psikologi sosial, hubungan yang sehat dibangun atas dasar kepercayaan, saling menghormati, dan timbal balik yang seimbang.

Sebaliknya, orang yang hanya menjalin hubungan ketika membutuhkan sesuatu cenderung membentuk hubungan yang bersifat transaksional. Sikap seperti ini dapat membuat orang lain merasa dimanfaatkan, kehilangan kepercayaan, dan enggan menjalin kerja sama di masa depan.

Psikolog juga menekankan pentingnya empati, integritas, dan komunikasi yang jujur agar hubungan sosial tetap sehat.

 

Dampak Memanfaatkan Orang Lain

Perilaku memanfaatkan orang lain dapat menimbulkan berbagai dampak, antara lain:

  • Hilangnya kepercayaan dari orang-orang di sekitar.
  • Rusaknya hubungan pertemanan maupun profesional.
  • Menurunnya reputasi dan kredibilitas.
  • Sulit memperoleh dukungan ketika benar-benar membutuhkan bantuan.
  • Munculnya konflik yang berkepanjangan.

Keuntungan sesaat yang diperoleh dengan cara memanfaatkan orang lain sering kali harus dibayar dengan hilangnya kepercayaan dalam jangka panjang.

 

Cara Menjalin Hubungan yang Sehat

Agar hubungan tetap harmonis, masyarakat perlu membangun kebiasaan berikut:

  1. Bersikap jujur dalam setiap hubungan.
  2. Menghargai bantuan sekecil apa pun.
  3. Tidak hanya hadir ketika membutuhkan sesuatu.
  4. Menepati janji dan komitmen.
  5. Memberikan manfaat secara timbal balik.
  6. Menghormati hak dan pendapat orang lain.
  7. Mengutamakan kepentingan bersama ketika berada dalam organisasi atau jabatan publik.

Pesan untuk Masyarakat

Setiap orang memiliki kepentingan, tetapi kepentingan tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan orang lain. Hubungan yang dibangun hanya atas dasar keuntungan pribadi biasanya tidak akan bertahan lama.

Sebaliknya, hubungan yang dilandasi kejujuran, rasa hormat, dan saling membantu akan menciptakan kepercayaan yang menjadi modal penting dalam kehidupan bermasyarakat, dunia kerja, maupun politik.

 

Kepentingan adalah bagian dari kehidupan yang tidak dapat dihindari. Namun, cara mencapainya harus tetap menjunjung etika, kejujuran, dan tanggung jawab.

Masyarakat juga perlu lebih bijak dalam membangun hubungan sosial, tidak mudah dimanfaatkan, serta mampu membedakan antara kerja sama yang saling menguntungkan dengan hubungan yang hanya didasari kepentingan sepihak. Dengan demikian, kehidupan sosial, dunia kerja, dan politik dapat berkembang secara lebih sehat, adil, dan bermartabat.

 

Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai bahwa hubungan yang dibangun hanya karena kepentingan tidak akan bertahan lama. Menurutnya, baik dalam dunia kerja maupun politik, kepercayaan merupakan modal utama yang harus dijaga.

 

“Jangan menjadikan orang lain hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan. Bangunlah hubungan atas dasar kejujuran, saling menghargai, dan komitmen. Ketika kepentingan selesai, silaturahmi seharusnya tetap terjalin, bukan ikut berakhir,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Pernyataan tersebut akan memperkuat nilai edukatif artikel sekaligus memberikan sudut pandang sosial mengenai pentingnya menjaga etika dalam hubungan antar manusia.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.