Queensha.id – Edukasi Kesehatan,
Banyak orang percaya bahwa mengurangi konsumsi gula dapat membuat wajah terlihat lebih muda dan kulit tetap sehat. Namun, benarkah anggapan tersebut?
Menurut para pakar kesehatan, jawabannya ya, tetapi tidak sesederhana itu. Mengurangi konsumsi gula bukan berarti seseorang akan langsung tampak lebih muda dalam waktu singkat. Namun, kebiasaan tersebut terbukti dapat membantu memperlambat proses penuaan dini apabila dibarengi pola hidup sehat secara keseluruhan.
Mengapa Gula Bisa Mempercepat Penuaan?
Pakar kesehatan dari RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang, Septa Clara Astiyah, SST, MARS, RD, menjelaskan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat memicu proses glikasi (glycation).
Glikasi terjadi ketika molekul gula dalam darah menempel pada protein penting, terutama kolagen dan elastin, yang berfungsi menjaga kulit tetap kencang, kenyal, dan elastis. Akibatnya terbentuk senyawa Advanced Glycation End Products (AGEs) yang merusak struktur kolagen sehingga kulit lebih cepat mengalami keriput, kendur, kusam, dan kehilangan elastisitas.
Apa Itu Kolagen?
Kolagen merupakan protein paling melimpah di dalam tubuh manusia.
Fungsinya antara lain:
- Menjaga kekencangan kulit.
- Membantu penyembuhan luka.
- Menjaga kesehatan tulang dan sendi.
- Memperkuat rambut dan kuku.
- Menjaga elastisitas pembuluh darah.
Saat kolagen rusak akibat konsumsi gula berlebihan, proses regenerasi kulit menjadi lebih lambat sehingga tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat.
Tanda-Tanda Penuaan Dini Akibat Pola Hidup Tidak Sehat
Penuaan dini biasanya ditandai dengan:
- Muncul garis halus.
- Kerutan pada wajah.
- Kulit kendur.
- Kulit kusam.
- Bercak hitam.
- Rambut mulai beruban lebih cepat.
- Kulit kehilangan kelembapan.
- Elastisitas kulit menurun.
Apakah Mengurangi Gula Langsung Membuat Awet Muda?
Tidak.
Mengurangi gula hanya merupakan salah satu faktor untuk menjaga kesehatan kulit.
Penuaan dipengaruhi banyak faktor seperti:
- Faktor genetik.
- Paparan sinar matahari.
- Kurang tidur.
- Merokok.
- Konsumsi alkohol.
- Polusi udara.
- Kurang olahraga.
- Stres berkepanjangan.
- Pola makan yang buruk.
Berapa Batas Konsumsi Gula yang Dianjurkan?
Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari untuk orang dewasa. Mengurangi minuman berpemanis, teh atau kopi dengan banyak gula, minuman boba, minuman bersoda, dan makanan olahan merupakan langkah sederhana untuk menekan asupan gula harian.
Cara Menjaga Kulit Tetap Awet Muda
Selain membatasi gula, pakar kesehatan menyarankan:
- Perbanyak konsumsi buah dan sayur.
- Konsumsi protein berkualitas untuk membantu pembentukan kolagen.
- Minum air putih yang cukup.
- Tidur 7–9 jam setiap malam.
- Berolahraga secara rutin.
- Hindari merokok.
- Gunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
- Kelola stres dengan baik.
Mengurangi konsumsi gula memang dapat membantu memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan dini, terutama karena mengurangi proses glikasi yang merusak kolagen kulit. Namun, awet muda tidak ditentukan oleh satu kebiasaan saja. Hasil terbaik diperoleh melalui kombinasi pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidur yang cukup, perlindungan dari sinar matahari, serta menghindari rokok dan alkohol. Dengan menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten, kesehatan kulit maupun tubuh dapat terjaga lebih lama.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan