Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Perselingkuhan merupakan salah satu persoalan yang paling sering menjadi penyebab keretakan rumah tangga. Tidak sedikit kasus yang berujung pada pertengkaran, perceraian, bahkan tindak kekerasan akibat hilangnya kepercayaan antara pasangan.

Perlu dipahami bahwa tidak ada satu penyebab tunggal mengapa seseorang berselingkuh. Baik suami maupun istri dapat melakukan perselingkuhan, tergantung pada kondisi pribadi, hubungan, serta lingkungan yang dihadapi. Para psikolog menyebut bahwa perselingkuhan biasanya muncul akibat kombinasi berbagai faktor, bukan semata-mata karena satu alasan.

Berikut beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan perselingkuhan pada suami.

 

1. Komunikasi yang Buruk

Kurangnya komunikasi membuat pasangan sulit memahami kebutuhan dan perasaan masing-masing. Ketika masalah dibiarkan berlarut-larut, sebagian orang mencari perhatian dari orang lain.

 

2. Kehilangan Kedekatan Emosional

Hubungan yang terasa hambar dapat membuat seseorang mencari kenyamanan emosional di luar rumah tangga. Perselingkuhan sering kali diawali dari hubungan pertemanan yang semakin dekat.

 

3. Godaan Lingkungan

Lingkungan kerja, media sosial, maupun pergaulan dapat membuka peluang munculnya hubungan yang tidak semestinya apabila batasan dalam pernikahan tidak dijaga.

 

4. Konflik Rumah Tangga yang Tidak Terselesaikan

Pertengkaran yang terus berulang tanpa solusi dapat menimbulkan rasa kecewa, marah, dan frustrasi sehingga sebagian orang mengambil keputusan yang keliru.

 

5. Kurangnya Komitmen

Komitmen merupakan fondasi utama pernikahan. Ketika seseorang tidak menjaga komitmennya, peluang terjadinya perselingkuhan menjadi lebih besar.

 

6. Keinginan Mencari Pengakuan

Sebagian orang ingin merasa dihargai, dipuji, atau diperhatikan. Saat kebutuhan emosional tersebut tidak terpenuhi, mereka bisa tergoda mencari validasi dari orang lain.

 

7. Kesempatan yang Terbuka

Hubungan jarak jauh, perjalanan dinas, atau intensitas bertemu dengan orang tertentu tanpa pengawasan bukanlah penyebab langsung perselingkuhan, tetapi dapat menjadi kesempatan apabila seseorang tidak memiliki pengendalian diri.

 

8. Pengendalian Diri yang Lemah

Tidak semua orang yang menghadapi godaan akan berselingkuh. Kemampuan mengendalikan diri dan menghormati pasangan sangat menentukan keputusan seseorang.

 

9. Masalah Pribadi

Stres, krisis paruh baya, rendahnya rasa percaya diri, atau persoalan psikologis tertentu dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan, termasuk keputusan yang merusak hubungan.

 

10. Kurangnya Kesadaran akan Dampak Perselingkuhan

Sebagian pelaku tidak menyadari bahwa perselingkuhan dapat menghancurkan kepercayaan, melukai pasangan, berdampak pada anak, serta memicu persoalan hukum maupun sosial.

 

Mengapa Istri Bisa Marah hingga Menggerebek?

Dalam berbagai kasus yang ramai diberitakan, istri atau keluarga melakukan penggerebekan karena muncul dugaan kuat adanya perselingkuhan. Tindakan tersebut biasanya dipicu oleh beberapa hal, seperti:

  • Rasa kecewa karena kepercayaan yang dikhianati.
  • Emosi yang memuncak setelah menemukan bukti dugaan perselingkuhan.
  • Keinginan memperoleh kepastian atas kecurigaan yang selama ini dirasakan.
  • Dorongan untuk meminta pertanggungjawaban pasangan.

Namun demikian, tindakan yang melibatkan kekerasan, perusakan, atau main hakim sendiri tetap tidak dibenarkan. Persoalan rumah tangga sebaiknya diselesaikan melalui dialog, mediasi, konseling, atau jalur hukum apabila diperlukan.

 

Menurut Pandangan Pengamat Sosial Asal Jepara Purnomo Wardoyo

Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, berpandangan bahwa perselingkuhan bukan hanya persoalan moral individu, tetapi juga berkaitan dengan lemahnya komunikasi, kejujuran, dan tanggung jawab dalam membangun keluarga. Menurutnya, ketika pasangan mulai menutup diri, mengabaikan komitmen, serta tidak mampu menyelesaikan konflik secara dewasa, hubungan menjadi lebih rentan mengalami krisis.

 

Ia juga menekankan bahwa penyelesaian masalah rumah tangga sebaiknya mengedepankan musyawarah, saling menghormati, dan tidak mudah terprovokasi emosi agar konflik tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

 

Menjaga Keutuhan Rumah Tangga

Pernikahan yang harmonis memerlukan komitmen dari kedua belah pihak. Keterbukaan, komunikasi yang sehat, saling menghargai, serta kesediaan menyelesaikan masalah bersama menjadi kunci utama untuk mencegah perselingkuhan. Apabila hubungan mulai mengalami masalah serius, berkonsultasi dengan konselor pernikahan atau psikolog dapat menjadi langkah yang bijaksana untuk membantu memperbaiki hubungan.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.