Queensha.id – Edukasi Sosial,
Media sosial telah mengubah cara manusia berkenalan, berteman hingga mencari pasangan hidup. Namun, di balik kemudahan tersebut tersimpan ancaman yang tidak boleh dianggap sepele. Tidak sedikit perempuan yang menjadi korban penipuan bermodus cinta atau love scam, bahkan mengalami kerugian materi, pelecehan seksual hingga kekerasan.
Fenomena ini semakin marak seiring berkembangnya platform media sosial dan aplikasi perpesanan. Pelaku biasanya membangun hubungan emosional terlebih dahulu, membuat korban merasa dicintai dan dipercaya, sebelum akhirnya memanfaatkan kondisi tersebut demi keuntungan pribadi.
Sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya), seorang perempuan yang membagikan kisah pahitnya setelah jatuh cinta kepada pria yang hanya dikenalnya melalui dunia maya.
“Hari ini aku mikir, kenapa ya… bisa sebodoh ini? Bisa jatuh cinta sama orang yang bahkan nggak pernah aku lihat langsung. Cuma dari chat, dari emoji ketawa, dari suara parau di tengah malam.”
Awalnya, semua terasa indah. Percakapan sederhana melalui pesan pribadi berubah menjadi komunikasi yang semakin intens. Sapaan setiap pagi, perhatian setiap malam, hingga kata-kata manis membuat Mawar merasa telah menemukan seseorang yang benar-benar memahami dirinya.
“Aku ngerasa punya kamu. Ngerasa kamu ngerti aku, ngerasa kita deket padahal jarak kita ribuan kilometer.”
Namun, kenyataan tidak selalu seindah harapan.
Ketika hubungan itu mulai retak, Mawar baru menyadari bahwa luka dari hubungan virtual ternyata sama nyatanya dengan hubungan di dunia nyata.
“Ternyata sakit hati dari cinta maya itu nyata. Nangisnya nyata. Kehilangannya nyata. Kosongnya… nyata banget.”
Baginya, semua bermula hanya dari rasa penasaran saat membalas pesan di media sosial.
“Lucu ya. Tadinya cuma iseng balas DM, sekarang berakhir dengan hati yang berantakan.”
Sayangnya, kisah seperti Mawar bukanlah satu-satunya. Banyak perempuan yang berawal dari hubungan daring kemudian diminta mengirim uang, memberikan data pribadi, diperas, diperas secara emosional, bahkan ada yang mengalami pelecehan atau kekerasan seksual setelah bertemu langsung dengan orang yang sebelumnya hanya dikenal melalui internet. Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati dan tidak mudah mempercayai identitas seseorang di dunia maya.
Pandangan Pengamat Sosial Asal Jepara, Purnomo Wardoyo
Menanggapi fenomena tersebut, pengamat sosial asal Jepara Purnomo Wardoyo menilai bahwa media sosial telah mempermudah orang membangun kedekatan emosional, tetapi tidak selalu diikuti dengan kemampuan untuk memverifikasi identitas dan niat seseorang.
Menurutnya, banyak orang yang sedang merasa kesepian atau membutuhkan teman berbagi lebih mudah tersentuh oleh perhatian yang diberikan secara konsisten di dunia digital. Kondisi itu dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Purnomo mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru memberikan kepercayaan kepada seseorang yang baru dikenal secara online. Ia juga mengimbau agar hubungan yang dibangun melalui media sosial tetap mengedepankan logika, kehati-hatian, dan melibatkan keluarga atau sahabat sebagai tempat berdiskusi sebelum mengambil keputusan penting.
“Perasaan memang tidak bisa dilarang, tetapi rasa percaya harus dibangun dengan bukti, bukan hanya kata-kata manis di layar ponsel,” ujarnya, Minggu (30/8/2026).
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan literasi digital agar mampu mengenali ciri-ciri penipuan bermodus asmara, seperti terlalu cepat menyatakan cinta, enggan melakukan pertemuan atau verifikasi identitas, serta mulai meminta uang, hadiah, atau data pribadi. Edukasi semacam ini dinilai penting karena berbagai penelitian menunjukkan pelaku love scam memanfaatkan ikatan emosional untuk memperoleh keuntungan finansial maupun bentuk eksploitasi lainnya.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa cinta memang bisa tumbuh di mana saja, termasuk di dunia maya. Namun, kepercayaan sebaiknya dibangun secara bertahap dengan mengedepankan kewaspadaan agar kisah indah tidak berubah menjadi penyesalan.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan