Queensha.id – Jepara,

 

Polemik mengenai tarif tiket masuk tempat wisata kembali menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah unggahan dari akun anonim di Facebook menuai beragam tanggapan, termasuk dari warga yang mengajak masyarakat menyampaikan kritik secara terbuka dan bertanggung jawab.

Salah seorang warga Jepara berinisial AS mengaku heran dengan maraknya unggahan dari akun anonim yang mempersoalkan berbagai hal, termasuk biaya masuk ke sejumlah objek wisata.

Menurut AS, apabila seseorang ingin menyampaikan kritik atau protes, sebaiknya dilakukan secara terbuka dengan identitas yang jelas sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau memang ingin menyampaikan protes, sebaiknya dilakukan secara terbuka dan berani menggunakan identitas asli. Dengan begitu, pendapat yang disampaikan akan lebih bertanggung jawab,” ujarnya, Senin (31/8/2026).

AS juga menilai bahwa pembayaran tiket masuk merupakan hal yang lumrah di berbagai tempat wisata, baik di Indonesia maupun di berbagai negara. Menurutnya, setiap pengunjung yang menikmati fasilitas wisata memang sewajarnya memberikan kontribusi melalui pembelian tiket.

Ia mencontohkan, baik pengunjung yang datang menggunakan sepeda, sepeda motor, mobil, maupun kendaraan lainnya tetap dikenakan biaya sesuai ketentuan pengelola.

“Tempat wisata dibangun dengan biaya yang tidak sedikit. Ada investasi, biaya operasional, hingga gaji karyawan yang harus dipenuhi. Karena itu, pembayaran tiket merupakan salah satu sumber pendapatan untuk menjaga keberlangsungan pengelolaan wisata,” katanya.

Selain itu, AS menilai tarif tiket yang relatif terjangkau tidak seharusnya menjadi alasan untuk memunculkan perdebatan berkepanjangan.

Menurutnya, masyarakat juga perlu memahami bahwa sebagian pendapatan dari tiket dapat digunakan untuk pemeliharaan fasilitas, peningkatan pelayanan, hingga perbaikan infrastruktur penunjang wisata sesuai kebijakan pengelola dan ketentuan yang berlaku.

AS juga menyayangkan adanya komentar-komentar di media sosial yang dinilainya hanya memperkeruh suasana tanpa memberikan solusi.

Ia mengajak masyarakat Jepara untuk bersama-sama menjaga citra daerah serta mendukung upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah maupun pengelola destinasi wisata.

“Kita hidup di Jepara. Kabupaten Jepara adalah daerah yang harus kita jaga bersama. Mari kita lestarikan, menjaga lingkungan, dan mendukung upaya pemerintah dalam membenahi berbagai kekurangan demi kemajuan daerah,” tuturnya.

Meski demikian, ruang kritik terhadap pelayanan maupun pengelolaan tempat wisata tetap merupakan bagian dari hak masyarakat. Kritik yang disampaikan secara santun, berdasarkan fakta, dan disertai solusi dinilai dapat menjadi masukan yang konstruktif bagi pengelola maupun pemerintah dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata di Kabupaten Jepara.

 

Pesan Bupati Jepara Witiarso Utomo

Mengutip tulisan Bupati Jepara, Witiarso Utomo, semangat membangun daerah juga disampaikan melalui pesan yang mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap Kabupaten Jepara.

“Jepara adalah rumah kita bersama, rumah yang harus kita jaga, kita bangun dan kita wariskan dalam keadaan yang lebih baik, tentunya.

Teruslah belajar dan berkarya, sebarkanlah manfaat yang seluas-luasnya.

Jangan selalu berpikir tentang dan untuk diri kalian saja, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama.”

Pesan tersebut dinilai selaras dengan ajakan berbagai elemen masyarakat agar warga Jepara terus menjaga persatuan, bijak dalam menggunakan media sosial, serta memberikan kritik dan masukan secara bertanggung jawab demi mendukung kemajuan Kabupaten Jepara.

 

***

Sumber: Akun Facebook di Jepara.

Penulis: Vico Rahman.