Queensha.id – Edukasi Sosial,
Fenomena perceraian yang dipicu oleh ego masing-masing pasangan kembali menjadi sorotan publik. Sebuah unggahan dari akun Facebook Rahma Fitri viral dan menyentuh hati banyak warganet, karena menyoroti dampak paling menyakitkan dari perpisahan rumah tangga yaitu anak yang menjadi korban.
Dalam unggahannya, Rahma Fitri menuliskan kegelisahan yang kerap terjadi di tengah masyarakat. Ia menggambarkan bagaimana pasangan suami istri yang telah memiliki anak justru memilih berpisah saat diuji masalah, bukan mencari solusi bersama.
“Suami istri yg sudah punya anak, tapi ketika diuji masalah langsung cerai karena lebih memprioritaskan ego masing-masing, bukan malah memikirkan nasib anak,” tulisnya, Rabu (25/3).
Pernyataan tersebut mencerminkan realita yang tidak sedikit terjadi. Perceraian seringkali bukan lagi menjadi jalan terakhir, melainkan pilihan cepat ketika konflik muncul. Padahal, di balik keputusan tersebut, ada masa depan anak yang dipertaruhkan.
Rahma juga menyoroti fenomena orang tua yang dengan mudah melanjutkan hidup dengan pasangan baru, tanpa mempertimbangkan dampak psikologis bagi anak.
“Memang mudah mencari istri atau suami baru, tapi secantik apapun ibu tiri, sekaya apapun ayah tiri, kasih sayangnya tidak akan sebanding dengan kasih sayang orang tua,” lanjutnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat keras bahwa peran orang tua tidak bisa digantikan sepenuhnya. Kehadiran figur ayah dan ibu kandung memiliki ikatan emosional yang unik dan mendalam bagi tumbuh kembang anak.
Para pemerhati sosial menilai, ego menjadi salah satu faktor utama runtuhnya rumah tangga. Ketika masing-masing pihak enggan mengalah, komunikasi terputus, dan kepentingan anak kerap terabaikan.
Akibatnya, anak bukan hanya kehilangan keutuhan keluarga, tetapi juga berisiko mengalami trauma, gangguan emosional, hingga kesulitan membangun hubungan sosial di masa depan.
Unggahan tersebut ditutup dengan pesan tegas yang menggugah kesadaran banyak orang tua:
“Jadi, jangan menggadaikan kebahagiaan anak hanya karena ingin mengejar pasangan baru.”
Seruan ini seakan menjadi tamparan bagi siapa pun yang tengah berada di persimpangan rumah tangga. Bahwa di balik setiap keputusan orang tua, ada hati kecil seorang anak yang ikut menentukan arah masa depannya.
Di tengah meningkatnya angka perceraian, refleksi ini menjadi penting: apakah ego layak dimenangkan, jika yang dikorbankan adalah kebahagiaan anak?
***
(Queensha Jepara, 26 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan