Queensha.id – Jepara,

 

Kabupaten Jepara kembali menunjukkan wajah baru dalam pengembangan ruang publik dan ekonomi kreatif melalui gelaran Kartini Night Jepara Season 2.

Berlangsung di kawasan Alun-alun Jepara dan Jalan Kartini, Sabtu (5/9/2026) malam, kegiatan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat dengan konsep “Guyub di Tengah Kota” yang menggabungkan hiburan, kuliner, budaya, komunitas, serta promosi produk UMKM lokal.

Bukan hanya menjadi tempat berkumpul warga saat akhir pekan, Kartini Night mulai berkembang menjadi salah satu ruang wisata malam Jepara yang menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

Suasana pusat kota terlihat semakin hidup dengan deretan lampu, panggung hiburan, serta puluhan lapak UMKM yang berjajar mulai dari kawasan selatan Masjid Agung Jepara hingga perempatan Tugu Kartini.

 

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jepara, Ella Witiarso Utomo, turut hadir bersama para istri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta istri pejabat Pemerintah Kabupaten Jepara untuk menikmati suasana sekaligus memberikan dukungan terhadap pelaku UMKM lokal.

 

Ruang Kreativitas Masyarakat Jepara

Kartini Night menghadirkan berbagai pertunjukan yang melibatkan masyarakat, mulai dari community show, musik akustik, hingga pentas Barongan.

Kehadiran seni tradisional seperti Barongan menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan ruang bagi kesenian daerah untuk tampil di tengah suasana kota yang modern.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan Kartini Night juga menghadirkan fashion show anak-anak pada 1 Agustus 2026, sebagai wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas dan bakat mereka.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Kartini Night tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi masyarakat dari berbagai usia.

 

Foto, suasana event Kartini Night Jepara, Sabtu (5/9/2026).

 

UMKM Lokal Mendapat Panggung Promosi

Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka.

Berbagai lapak menawarkan aneka produk mulai dari makanan, minuman, pakaian, hingga kerajinan lokal.

Produk kuliner seperti donat menjadi salah satu yang banyak dijumpai dan diminati pengunjung. Sementara itu, produk fesyen dengan motif Batik Troso juga menjadi daya tarik karena membawa identitas khas Jepara.

Batik Troso sendiri merupakan salah satu produk unggulan Jepara yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.

Melalui event seperti Kartini Night, pelaku usaha kecil mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan konsumen tanpa harus membuka pasar sendiri secara besar-besaran.

 

Gemblong Bakar Hadirkan Rasa Tradisional di Tengah Tren Modern

Di antara berbagai makanan kekinian yang memenuhi kawasan Kartini Night, terdapat satu kuliner yang cukup unik dan jarang ditemukan, yakni Gemblong Bakar.

Kuliner berbahan dasar ketan yang ditumbuk kemudian dipadukan dengan kelapa tersebut menjadi perhatian karena menghadirkan cita rasa tradisional.

Kehadiran Gemblong Bakar menjadi menarik karena berada di tengah suasana perkotaan yang banyak dipenuhi makanan modern yang digemari generasi milenial dan Gen Z.

Tidak hanya menawarkan rasa, kuliner tradisional tersebut juga membawa cerita tentang warisan makanan lokal yang tetap mampu bertahan di tengah perkembangan zaman.

 

Masyarakat Apresiasi Kartini Night

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang datang bersama keluarga maupun teman.

Nurul Qolbi, warga Mlonggo, menilai Kartini Night Season 2 semakin menarik.

“Kartini Night sekarang lebih meriah. Banyak pilihan makanan, hiburan semakin lengkap, dan suasananya nyaman untuk masyarakat menikmati malam di pusat kota,” ujarnya, Sabtu (5/9/2026).

Hal serupa disampaikan Rizky Pratama, warga Jepara.

Menurutnya, kegiatan seperti Kartini Night memberikan dampak positif karena selain menjadi hiburan juga membantu pelaku UMKM.

“Event seperti ini bagus karena masyarakat bisa menikmati hiburan sekaligus membeli produk lokal Jepara,” katanya.

Sementara itu, Dian Puspitasari, warga Kudus, mengaku tertarik datang karena melihat informasi mengenai Kartini Night.

“Suasananya sangat meriah. Ada kuliner, budaya, dan banyak UMKM. Ini bisa menjadi daya tarik wisata malam Jepara,” ungkapnya.

 

Dorong Jepara sebagai Kota Kreatif

Kartini Night Jepara menjadi contoh bahwa ruang kota dapat dimanfaatkan sebagai pusat interaksi masyarakat sekaligus penggerak ekonomi.

Perpaduan antara hiburan, budaya, kuliner, dan UMKM menjadikan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan hiburan sementara, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Dengan konsep “Guyub di Tengah Kota”, Kartini Night diharapkan terus berkembang menjadi agenda rutin yang mampu memperkuat citra Jepara sebagai daerah kreatif, kaya budaya, serta memiliki potensi wisata malam yang menarik.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.