Queensha.id – Jepara,
Kabar baik bagi masyarakat dan wisatawan yang menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Proses pengaspalan badan jalan jalur utama menuju dan dari desa wisata tersebut memasuki tahap akhir pengerjaan.
Ruas jalan sepanjang 16,99 kilometer itu kini telah diguyur aspal hotmix dan segera dilengkapi marka jalan. Diperkirakan, pertengahan pekan ini seluruh badan jalan sudah dapat dinikmati masyarakat dengan kondisi yang lebih nyaman dan aman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara, Hery Yulianto, mengatakan ruas jalan yang telah mendapatkan pengaspalan hotmix tersebut berada pada jalur Damarwulan–Duplak, yang menjadi akses utama masyarakat menuju Desa Tempur.
“Dua hingga tiga hari sudah rampung semua. Tinggal finishing saja, nanti diberi marka jalan. Ini juga bagian dari Jepara Mulus, sesuai instruksi Bupati Witiarso Utomo,” ujar Hery, Senin (7/9/2026).
Anggaran Rp4,9 Miliar untuk Jalan Strategis Tempur
Perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur Kabupaten Jepara. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran melalui APBD Jepara sebesar Rp4,9 miliar untuk memperbaiki ruas jalan strategis tersebut.
Selain pengaspalan hotmix, pekerjaan juga mencakup pelebaran badan jalan serta pengecoran beton pada sejumlah titik yang memiliki kondisi tikungan curam dan tajam.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mengingat jalur menuju Desa Tempur memiliki karakteristik wilayah pegunungan dengan kontur jalan yang menanjak dan berkelok.
Sempat Terputus Akibat Longsor, Akses Tempur Kini Dipulihkan
Sebelumnya, akses menuju dan dari Desa Tempur sempat mengalami gangguan akibat bencana longsor yang terjadi pada awal tahun 2026.
Bencana alam tersebut menyebabkan ribuan warga Tempur sempat mengalami keterbatasan akses karena jalur utama terganggu.
Selain longsor, intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan Tempur juga menyebabkan kerusakan badan jalan. Sejumlah titik mengalami lubang dengan ukuran diameter dan kedalaman yang bervariasi.
“Tak hanya itu, hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur kawasan Tempur juga membuat badan jalan berlubang,” kata Hery.
Ruas Kaliombo–Tempur Juga Akan Diperbaiki
Dinas PUPR Jepara tidak hanya fokus memperbaiki jalur Damarwulan–Duplak. Pemerintah juga menyiapkan perbaikan ruas Kaliombo–Tempur.
Rencananya, ruas jalan sepanjang 4,344 kilometer tersebut akan mendapatkan pembangunan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) dari pemerintah pusat.
“Rencananya, IJD masuk ke sana (Tempur),” jelas Hery.
Perbaikan ini diharapkan semakin memperkuat konektivitas wilayah pegunungan Jepara sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata Desa Tempur.
Jalur Alternatif Sumanding–Tempur Mulai Digarap Akhir 2026
Selain memperbaiki jalur utama, Pemkab Jepara juga menyiapkan akses alternatif melalui jalur Sumanding–Tempur.
Pekerjaan awal direncanakan mulai dilakukan pada akhir tahun 2026 menggunakan anggaran Rp1,5 miliar dari APBD Perubahan Jepara.
Tahap awal pekerjaan berupa pembentukan badan jalan yang saat ini masih berupa tanah. Salah satu pekerjaan penting adalah menurunkan permukaan jalan pada beberapa titik yang memiliki tanjakan terlalu tinggi dan curam.
Lokasi pekerjaan dimulai dari kawasan rest area pertama hingga Nganguk.
“Nanti tahun 2027 pekerjaan dilanjutkan lagi pakai APBD Jepara,” ungkap Hery.
Warga Tempur Sambut Positif Perbaikan Jalan
Perbaikan akses jalan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Tempur.
Salah satu warga, Ahmadi, mengaku senang dengan kondisi jalan yang semakin baik karena akses tersebut menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.
Menurutnya, jalan yang mulus sangat membantu berbagai kebutuhan warga, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga sektor wisata.
“Kita juga senang, karena sudah ada jalur alternatif via Sumanding. Jalur ini penting jika sewaktu-waktu terjadi longsor, masih ada akses jalan yang bisa dilalui,” ujarnya.
Infrastruktur Jalan Jadi Penunjang Wisata Tempur Jepara
Desa Tempur dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan Kabupaten Jepara yang berada di kawasan lereng Gunung Muria.
Dengan semakin baiknya infrastruktur jalan, pemerintah berharap mobilitas masyarakat meningkat dan kunjungan wisatawan semakin berkembang.
Jalan yang aman dan nyaman tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.
Program Jepara Mulus menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
***
Sumber: Queensha Jepara/Kominfo Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan