Queensha.id – Jepara,
Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Jepara-Kudus, tepatnya di sekitar SDN 5 Pecangaan, Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Kamis (10/9/2026) sore.
Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Mio Soul bernomor polisi K 5196 CV dengan kendaraan truk Hino bernomor polisi K 8332 ZK.
Dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 15.28 WIB tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jepara Iptu Ahmad Riyanto membenarkan adanya kejadian kecelakaan tersebut.
Menurutnya, berdasarkan laporan awal kepolisian, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Yamaha Mio Soul melaju dari arah Kudus menuju Jepara atau dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sedang.
“Sepeda motor melaju dari arah Kudus menuju Jepara. Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara diduga tidak mampu menguasai laju kendaraan sehingga terjatuh. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju kendaraan truk Hino,” ujar Iptu Ahmad Riyanto.
Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, kecelakaan tidak dapat dihindarkan. Sepeda motor kemudian bertabrakan dengan truk di badan jalan sebelah kanan jika dilihat dari arah Kudus menuju Jepara.
Akibat kejadian tersebut, satu korban meninggal dunia. Sementara kerugian materiil akibat kecelakaan diperkirakan sekitar Rp300 ribu.
Pengemudi truk Hino diketahui bernama Mujiono (44), seorang karyawan swasta warga Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Sedangkan pengendara Yamaha Mio Soul yakni Achmad Nasihu Rohman (38), karyawan swasta warga Desa Pecangaan, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, membonceng Khalimatus Sa’diyah (39) yang juga warga Desa Pecangaan.
Saat ini kepolisian masih melakukan penanganan dan pemeriksaan untuk memastikan kronologi lengkap serta faktor penyebab kecelakaan tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jepara Imbau Pengendara Utamakan Kesabaran di Jalan
Iptu Ahmad Riyanto mengingatkan masyarakat pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak terburu-buru saat berkendara.
Menurutnya, banyak kecelakaan lalu lintas terjadi bukan hanya karena kondisi kendaraan maupun jalan, tetapi juga akibat faktor manusia seperti kurang konsentrasi, emosi, dan kurang disiplin dalam berkendara.
“Keselamatan di jalan raya harus menjadi prioritas. Pengendara harus mampu mengendalikan diri, menjaga kecepatan, mematuhi aturan lalu lintas, dan selalu berhati-hati agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” kata Iptu Ahmad Riyanto.
10 Cara Melatih Kesabaran Agar Terhindar dari Kecelakaan Lalu Lintas
1. Jangan Terburu-buru Saat Berkendara
Banyak kecelakaan terjadi karena pengendara mengejar waktu sehingga memaksakan kecepatan tinggi.
Kesabaran membuat seseorang mampu mengatur perjalanan dengan lebih tenang, berangkat lebih awal, dan tidak mengambil risiko berbahaya di jalan.
2. Kendalikan Emosi Ketika Berkendara
Situasi jalan raya sering memancing emosi, seperti disalip kendaraan lain, macet, atau bertemu pengendara yang tidak tertib.
Pengendara yang sabar tidak mudah terpancing untuk mengejar, membalas, atau melakukan manuver berbahaya.
3. Jaga Kecepatan Kendaraan
Kesabaran berarti mampu menahan keinginan untuk melaju terlalu cepat.
Mengendalikan kecepatan memberi waktu lebih banyak untuk bereaksi ketika menghadapi kendaraan lain, pejalan kaki, atau kondisi jalan yang tidak terduga.
4. Beri Jarak Aman dengan Kendaraan di Depan
Pengendara yang sabar tidak menempel kendaraan lain terlalu dekat.
Jarak aman sangat penting agar pengendara memiliki waktu melakukan pengereman apabila kendaraan depan berhenti mendadak.
5. Jangan Memaksakan Menyalip
Banyak kecelakaan terjadi akibat pengendara memaksakan diri mendahului kendaraan lain di lokasi yang berbahaya.
Kesabaran membuat pengendara memilih waktu dan tempat yang benar-benar aman untuk menyalip.
6. Fokus dan Jangan Terpengaruh Gangguan
Kesabaran juga berarti mampu mengendalikan diri dari berbagai gangguan seperti bermain ponsel, melamun, atau berbicara berlebihan saat berkendara.
Fokus penuh membantu pengendara membaca situasi jalan.
7. Hormati Pengguna Jalan Lain
Jalan raya digunakan bersama oleh berbagai kendaraan.
Sikap sabar membuat pengendara lebih menghargai pengguna jalan lain, termasuk pengendara motor, mobil, truk, sepeda, maupun pejalan kaki.
8. Jangan Berkendara Saat Kondisi Tubuh Tidak Prima
Kesabaran juga diperlukan untuk memahami kondisi diri sendiri.
Jika mengantuk, lelah, atau tidak fokus, lebih baik berhenti sejenak daripada memaksakan perjalanan yang berisiko menyebabkan kecelakaan.
9. Patuhi Aturan Lalu Lintas
Orang yang sabar tidak merasa aturan sebagai hambatan.
Menggunakan helm, mematuhi marka jalan, berhenti saat lampu merah, dan membawa surat kendaraan merupakan bentuk tanggung jawab menjaga keselamatan.
10. Selalu Berdoa dan Mengingat Keselamatan
Dalam pandangan agama, menjaga keselamatan diri merupakan bagian dari rasa syukur atas kehidupan yang diberikan Tuhan.
Berdoa sebelum perjalanan juga menjadi pengingat agar seseorang selalu berhati-hati dan tidak bersikap ceroboh di jalan.
Kecelakaan di jalur Jepara-Kudus menjadi pengingat bahwa keselamatan bukan hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga sikap dan perilaku manusia saat berada di jalan raya.
Kesabaran, kewaspadaan, serta disiplin berlalu lintas menjadi kunci utama agar perjalanan sampai tujuan dengan selamat.
***
Sumber: Satlantas Polres Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan