Queensha.id – Edukasi Kesehatan,

 

Air minum isi ulang kini menjadi pilihan banyak masyarakat karena harganya lebih terjangkau dibandingkan air minum dalam kemasan. Namun, konsumen tetap perlu berhati-hati dalam memilih depot air minum isi ulang.

 

Tidak semua depot memiliki kualitas pengolahan yang sama. Keamanan air bukan ditentukan oleh murah atau mahalnya harga, melainkan oleh mutu sumber air, proses penyaringan, desinfeksi, kebersihan galon, hingga penyimpanan. Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa depot air minum harus memenuhi persyaratan higiene sanitasi dan kualitas air minum agar aman dikonsumsi.

Perlu dipahami pula bahwa keberadaan jentik nyamuk di dalam air minum yang sudah berada di galon sangat tidak lazim. Jika benar ditemukan jentik, hal tersebut menunjukkan air atau wadah telah mengalami kontaminasi setelah proses pengisian atau penyimpanannya tidak higienis. Karena itu, jangan mengonsumsi air tersebut sebelum dipastikan penyebabnya.

 

Menurut Dokter dan Pakar Kesehatan

Pakar kesehatan masyarakat menjelaskan bahwa air isi ulang tidak otomatis berbahaya. Yang paling penting adalah jaminan mutu di setiap tahapan, mulai dari sumber air, proses filtrasi, sterilisasi menggunakan sinar ultraviolet (UV), ozon atau teknologi lain yang sesuai, hingga kebersihan galon dan penyimpanan di rumah. Risiko terbesar berasal dari kontaminasi bakteri seperti E. coli dan Coliform apabila proses higiene tidak dijaga.

 

10 Cara Memeriksa Air Isi Ulang yang Aman Dikonsumsi

1. Perhatikan Kejernihan Air

Air minum yang baik tampak jernih tanpa partikel melayang atau endapan.

Mengapa penting? Endapan dapat mengindikasikan adanya kotoran atau kualitas penyaringan yang kurang baik.

Solusi Jangan gunakan air yang keruh atau memiliki endapan.

2. Pastikan Tidak Berbau

Air minum seharusnya tidak berbau.

Waspadai apabila muncul bau:

  • Lumut
  • Kaporit berlebihan
  • Bau tanah
  • Bau logam

Bau dapat menjadi tanda adanya pencemaran atau proses pengolahan yang kurang optimal.

3. Pastikan Tidak Berasa Aneh

Air minum yang layak tidak memiliki rasa logam, pahit, asam, maupun rasa asing lainnya.

Solusi

Jika rasanya berubah dibanding biasanya, hentikan konsumsi dan tanyakan kepada pengelola depot.

4. Periksa Kebersihan Galon

Galon harus:

  • bersih,
  • tidak berlendir,
  • tidak retak,
  • tidak berjamur,
  • bagian mulut galon bersih.

Galon yang kotor dapat menjadi sumber kontaminasi meskipun airnya telah diolah.

5. Amati Kebersihan Depot

Depot yang baik umumnya memiliki:

  • ruang bersih,
  • lantai mudah dibersihkan,
  • operator menjaga kebersihan,
  • peralatan tertata rapi.

Lingkungan yang kotor meningkatkan risiko kontaminasi.

6. Tanyakan Perawatan Filter

Filter penyaring harus diganti secara berkala.

Filter yang tidak pernah diganti dapat menurunkan kualitas air.

Solusi

Pilih depot yang melakukan perawatan rutin terhadap peralatan penyaring dan sterilisasi.

7. Pastikan Ada Proses Sterilisasi

Depot yang baik menggunakan teknologi seperti:

  • Ultraviolet (UV),
  • Ozon,
  • Reverse Osmosis (RO), sesuai kebutuhan.

Teknologi tersebut membantu mengurangi risiko cemaran mikroorganisme bila dirawat dengan benar.

8. Periksa Sertifikat Higiene Sanitasi

Depot yang memenuhi ketentuan umumnya memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari instansi berwenang.

Sertifikat menunjukkan depot telah melalui proses pemeriksaan tertentu, meski tetap perlu diawasi secara berkala.

9. Simpan Air dengan Benar di Rumah

Air yang awalnya aman dapat terkontaminasi jika penyimpanannya tidak benar.

Tips:

  • Tutup galon rapat.
  • Jauhkan dari sinar matahari langsung.
  • Bersihkan dispenser secara berkala.
  • Jangan menyentuh mulut galon dengan tangan yang kotor.

10. Jangan Abaikan Perubahan Kondisi Air

Segera hentikan penggunaan apabila:

  • air berubah warna,
  • muncul lendir,
  • ada endapan,
  • muncul bau,
  • terdapat benda asing atau dugaan jentik.

Jika menemukan kondisi tersebut, laporkan kepada pengelola depot dan, bila perlu, kepada dinas kesehatan setempat agar dapat dilakukan pemeriksaan.

 

Apakah Air Isi Ulang Tetap Aman?

Jawabannya ya, selama depot memenuhi standar higiene sanitasi, kualitas air diuji secara berkala, dan konsumen juga menjaga kebersihan galon maupun dispenser di rumah. Air isi ulang yang dikelola dengan baik dapat menjadi pilihan yang efisien dan ekonomis bagi masyarakat. Namun, konsumen tetap perlu cermat memilih depot yang terpercaya dan memperhatikan kondisi air sebelum dikonsumsi.

Air merupakan kebutuhan pokok yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan. Harga yang lebih murah tidak boleh mengorbankan kualitas. Masyarakat diimbau memilih depot air minum isi ulang yang menjaga kebersihan, melakukan perawatan alat secara rutin, dan memenuhi ketentuan higiene sanitasi. Dengan menjadi konsumen yang teliti, risiko penyakit akibat air minum yang terkontaminasi dapat diminimalkan.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.