Queensha.id – Jepara,

 

Kebakaran lahan bambu terjadi di wilayah Desa Lebuawu RT 17 RW 03, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Rabu (16/9/2026) siang. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh pembakaran liar yang kemudian merambat hingga membakar area bambu seluas sekitar 20 x 50 meter persegi.

Laporan kejadian diterima petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara pada pukul 14.34 WIB dari seorang pemohon bernama Akhris (52), warga Desa Troso, Kecamatan Pecangaan.

Petugas tiba di lokasi sekitar 14.44 WIB dengan mengerahkan satu unit mobil suplai dari Pos Damkar Kalinyamatan beserta personel Putra dan Aldi.

Setelah melakukan proses pemadaman dan pendinginan selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 16.15 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, taksiran kerugian material masih dalam pendataan.

Berdasarkan informasi petugas, sumber api diduga berasal dari aktivitas pembakaran liar yang tidak diawasi sehingga api dengan cepat merambat ke area bambu yang mudah terbakar, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang.

 

Edy Marwoto Imbau Masyarakat Waspada Kebakaran

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api, terutama saat membersihkan lahan maupun membakar sampah.

Menurutnya, sebagian besar kebakaran sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat lebih disiplin dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

 

Berikut lima penyebab kebakaran yang paling sering terjadi:

1. Pembakaran Sampah atau Lahan Sembarangan

Membakar sampah, rumput kering, maupun semak tanpa pengawasan merupakan penyebab utama kebakaran lahan. Bara api dapat terbawa angin dan menyulut vegetasi di sekitarnya sehingga api cepat membesar.

 

2. Korsleting Listrik

Instalasi listrik yang sudah tua, penggunaan kabel tidak sesuai standar, atau terlalu banyak beban pada satu stop kontak dapat memicu hubungan arus pendek yang berujung kebakaran rumah maupun bangunan.

3. Kelalaian Menggunakan Kompor

Kompor gas yang bocor, lupa mematikan api, atau meninggalkan masakan tanpa pengawasan menjadi penyebab kebakaran yang cukup sering terjadi di lingkungan permukiman.

 

4. Puntung Rokok yang Masih Menyala

Membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang banyak rumput kering, daun, bambu, atau bahan mudah terbakar, dapat memicu kebakaran dalam waktu singkat.

 

5. Membakar Sisa Hasil Pertanian Saat Cuaca Panas

Pada musim kemarau, rumput dan dedaunan menjadi sangat kering. Pembakaran sisa panen tanpa pengawasan dapat menyebabkan api merambat dengan cepat, terutama ketika disertai angin.

Edy Marwoto mengajak seluruh masyarakat Jepara untuk segera melaporkan apabila melihat titik api atau kebakaran sekecil apa pun agar petugas dapat melakukan penanganan lebih cepat dan mencegah api meluas.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran. Jangan melakukan pembakaran liar dan segera laporkan apabila melihat adanya kebakaran agar dapat segera ditangani,” imbaunya.

 

***

Sumber: Damkar Jepara.