Queensha.id – Jepara,

 

Kebakaran menghanguskan sebagian fasilitas produksi milik PT Sinar Matahari Nasional di Jalan Kyai Ronggomulyo, Sarimulyo, Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Senin (21/9/2026) siang.

Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga setelah kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari area pabrik dan terlihat dari berbagai penjuru kota. Sejumlah petugas Damkar Jepara segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api mulai terlihat sekitar pukul 11.30 WIB dari salah satu gudang produksi. Saat kejadian, para pekerja masih berada di area pabrik, namun seluruh karyawan berhasil dievakuasi sehingga tidak ada korban jiwa.

Fasilitas yang terbakar bukan merupakan gudang produk obat nyamuk jadi, melainkan area produksi bahan baku industri. Material yang tersimpan di dalamnya berupa tepung atau serbuk, termasuk bahan berbasis tempurung kelapa serta tepung kayu, yang diketahui memiliki karakteristik mudah terbakar.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di bagian atas bangunan. Percikan api kemudian mengenai partikel debu dan material mudah terbakar di dalam gudang sehingga kobaran api dengan cepat membesar dan menyebar ke tumpukan bahan baku.

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Sedikitnya tujuh armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Tebalnya asap di dalam gudang membatasi jarak pandang petugas, sementara tumpukan karung berisi bahan baku yang mudah terbakar membuat api sulit dipadamkan.

Dalam proses penanganan, petugas Damkar melakukan penyekatan terhadap tumpukan karung berisi bahan baku agar kobaran api tidak menjalar ke area lain. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap hingga titik-titik api berhasil dikendalikan.

Hingga sekitar pukul 15.30 WIB, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar berdasarkan estimasi awal dari pihak operasional perusahaan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Sementara itu, warga di sekitar lokasi diimbau untuk tidak mendekati area kebakaran agar tidak mengganggu proses pendinginan dan penyelidikan.

Dengan berhasil dikendalikannya kobaran api, aktivitas penanganan kini difokuskan pada proses pendinginan serta pendataan dampak kebakaran terhadap fasilitas produksi perusahaan.

 

***