Queensha.id – Edukasi Kesehatan,
Suara dengkuran atau ngorok saat tidur sering dianggap hal yang biasa. Namun, jika terjadi setiap malam, suaranya sangat keras, bahkan disertai henti napas sesaat, kondisi ini tidak boleh diabaikan.
Ngorok bukan hanya mengganggu kualitas tidur pasangan, tetapi juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pernapasan saat tidur atau Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, hingga diabetes jika tidak ditangani.
Apa Penyebab Suami Ngorok?
Secara medis, ngorok terjadi karena saluran napas menyempit sehingga jaringan lunak di tenggorokan bergetar saat udara melewatinya.
Beberapa penyebab yang paling sering antara lain:
- Berat badan berlebih atau obesitas, terutama penumpukan lemak di leher.
- Tidur telentang, sehingga lidah jatuh ke belakang dan mempersempit jalan napas.
- Hidung tersumbat akibat pilek, alergi, sinusitis, atau deviasi septum.
- Kelelahan berat, membuat otot tenggorokan terlalu rileks.
- Konsumsi alkohol atau obat penenang sebelum tidur.
- Merokok, yang memicu peradangan saluran napas.
- Ukuran amandel atau uvula yang besar.
- Pertambahan usia, karena otot tenggorokan semakin mengendur.
- Kelainan anatomi rahang atau hidung.
- Sleep apnea, yaitu gangguan berhentinya napas berulang saat tidur yang memerlukan pemeriksaan dokter.
10 Cara Mengatasi Suami yang Suka Ngorok
1. Turunkan Berat Badan
Lemak di sekitar leher dapat menekan saluran napas. Penurunan berat badan beberapa kilogram saja sering kali sudah membantu mengurangi dengkuran.
Solusi: pola makan sehat, olahraga rutin, dan menjaga berat badan ideal.
2. Tidur Miring
Posisi telentang membuat lidah jatuh ke belakang.
Solusi: biasakan tidur miring menggunakan bantal penyangga tubuh agar posisi tetap stabil sepanjang malam.
3. Atasi Hidung Tersumbat
Jika hidung mampet, seseorang cenderung bernapas melalui mulut sehingga dengkuran bertambah keras.
Solusi: obati alergi, pilek, atau sinusitis sesuai anjuran dokter.
4. Hindari Alkohol Sebelum Tidur
Alkohol membuat otot tenggorokan semakin rileks sehingga saluran napas mudah menyempit.
Solusi: hindari konsumsi alkohol beberapa jam sebelum tidur.
5. Berhenti Merokok
Merokok menyebabkan iritasi dan pembengkakan saluran napas.
Solusi: berhenti merokok secara bertahap dengan bantuan tenaga kesehatan bila diperlukan.
6. Tidur yang Cukup
Kurang tidur membuat otot tenggorokan lebih rileks.
Solusi: usahakan tidur 7–9 jam setiap malam dengan jadwal yang teratur.
7. Rutin Berolahraga
Olahraga membantu menjaga berat badan sekaligus meningkatkan kekuatan otot, termasuk otot saluran napas.
Solusi: lakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu.
8. Gunakan Bantal yang Tepat
Posisi kepala yang terlalu rendah dapat mempersempit jalan napas.
Solusi: gunakan bantal yang menopang kepala dan leher secara nyaman.
9. Periksa ke Dokter THT Bila Ngorok Berkepanjangan
Jika penyebabnya adalah amandel besar, polip hidung, atau kelainan anatomi, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Solusi: dokter dapat menyarankan terapi obat atau tindakan medis sesuai penyebabnya.
10. Waspadai Sleep Apnea
Bila ngorok disertai napas berhenti, tersedak saat tidur, mengantuk berat pada siang hari, sakit kepala saat bangun, atau tekanan darah tinggi, segera lakukan pemeriksaan.
Solusi: dokter dapat melakukan pemeriksaan tidur (sleep study) dan memberikan terapi yang sesuai, termasuk penggunaan alat bantu napas bila diperlukan.
Menurut Pakar Kesehatan Indonesia
Dokter spesialis kesehatan tidur Indonesia dr. Andreas Prasadja, RPSGT, menjelaskan bahwa kebiasaan ngorok yang disertai henti napas dapat merupakan tanda sleep apnea, gangguan yang tidak boleh dianggap sepele karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, bahkan kematian bila tidak ditangani.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan melalui artikel edukasi RSUP Sardjito menegaskan bahwa mendengkur bukan selalu tanda tidur nyenyak. Bila disertai penyempitan jalan napas dan penurunan kadar oksigen, kondisi tersebut memerlukan evaluasi medis sedini mungkin.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan jika suami mengalami:
- Ngorok sangat keras setiap malam.
- Napas berhenti beberapa detik saat tidur.
- Terbangun seperti tersedak.
- Mengantuk berat di siang hari.
- Sakit kepala saat bangun.
- Tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol.
- Pasangan melihat adanya henti napas berulang saat tidur.
Ngorok memang sering dianggap sepele, tetapi jangan langsung menganggapnya sebagai tanda tidur yang nyenyak. Perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan, tidur miring, berhenti merokok, dan mengatasi sumbatan hidung dapat membantu banyak kasus.
Namun, bila dengkuran berlangsung terus-menerus atau disertai gejala henti napas, pemeriksaan ke dokter menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
***
Sumber: Queensha Jepara.

Tinggalkan Balasan