Queensha.id – Semarang,
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memperkirakan sebagian besar wilayah di Jawa Tengah akan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan pada Rabu (23/9/2026). Di sejumlah daerah, suhu udara diprediksi mencapai 36 derajat Celsius sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau.
Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Gempita Icky Dzkrillah, menyampaikan bahwa kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari umumnya cerah hingga cerah berawan.
“Pagi sampai siang cerah hingga cerah berawan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Memasuki sore hingga awal malam, kondisi cuaca diperkirakan berubah menjadi cerah berawan hingga berawan di sebagian besar wilayah Jawa Tengah.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat pada musim kemarau akibat suhu tinggi, udara kering, dan minimnya curah hujan.
Suhu udara di Jawa Tengah diperkirakan berkisar antara 16 hingga 36 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 45–95 persen.
Wilayah yang diprediksi mengalami suhu tertinggi hingga 36 derajat Celsius meliputi Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, dan Semarang.
Sementara itu, sejumlah daerah diperkirakan berawan, antara lain Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kajen, Slawi, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Ungaran, Temanggung, Batang, Pemalang, Magelang, Kudus, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Adapun wilayah dengan kondisi cerah berawan meliputi Cilacap, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Blora, Grobogan, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Brebes, Solo, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
Manfaat Cuaca Panas pada Musim Kemarau
Cuaca panas tidak selalu berdampak negatif. Dalam kondisi yang terkendali, musim kemarau juga memberikan sejumlah manfaat, di antaranya:
- Membantu proses pengeringan hasil panen seperti padi, jagung, dan tembakau.
- Mengurangi risiko penyakit akibat kelembapan tinggi, seperti jamur pada tanaman.
- Mendukung aktivitas konstruksi dan pembangunan karena minim gangguan hujan.
- Produksi energi surya menjadi lebih optimal berkat intensitas sinar matahari yang tinggi.
- Mempermudah aktivitas wisata luar ruangan, perikanan, dan pelayaran saat cuaca stabil.
- Mempercepat proses penjemuran pakaian, hasil laut, hingga produk UMKM.
Keluhan yang Sering Muncul Saat Cuaca Panas
Di sisi lain, suhu tinggi juga dapat memicu berbagai keluhan kesehatan maupun lingkungan, antara lain:
- Tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi.
- Kelelahan akibat paparan panas berlebih (heat exhaustion).
- Kulit terbakar matahari dan iritasi.
- Risiko kebakaran lahan maupun permukiman meningkat.
- Tanaman lebih cepat layu apabila kekurangan air.
- Kualitas udara menurun akibat debu dan asap.
- Gangguan tidur karena suhu malam yang masih terasa panas.
- Konsumsi listrik meningkat akibat penggunaan kipas angin dan pendingin ruangan.
Tips Menghadapi Cuaca Panas
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau dengan memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan, menghindari paparan sinar matahari langsung pada pukul 11.00–15.00 WIB, serta tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan yang berpotensi memicu kebakaran.
Masyarakat juga disarankan terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru dari BMKG sebagai acuan dalam merencanakan aktivitas sehari-hari.
***
Sumber: DtkJ.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan