Queensha.id – Edukasi Sosial & Islam,
Malam pertama setelah akad pernikahan merupakan momen istimewa bagi pasangan suami istri. Dalam ajaran Islam, malam pertama bukan hanya dipandang sebagai waktu untuk membangun kedekatan antara suami dan istri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memulai kehidupan rumah tangga dengan doa, kasih sayang, serta mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.
Islam mengajarkan bahwa hubungan suami istri memiliki nilai ibadah apabila dilakukan dengan cara yang halal dan penuh tanggung jawab. Para ulama menjelaskan bahwa pernikahan bukan sekadar memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga membangun keluarga yang penuh sakinah, mawaddah, warahmah.
Berikut 10 sunnah pengantin baru di malam pertama menurut Islam yang dianjurkan untuk dilakukan oleh pasangan Muslim.
1. Suami Mendoakan Istri dengan Meletakkan Tangan di Ubun-Ubun
Salah satu sunnah yang dianjurkan ketika seorang laki-laki menikahi perempuan adalah mendoakan kebaikan untuk istrinya.
Suami dianjurkan meletakkan tangan di bagian depan kepala atau ubun-ubun istrinya sambil membaca basmalah dan memohon keberkahan kepada Allah SWT.
Doa yang dianjurkan:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tabiat yang Engkau ciptakan padanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tabiat yang Engkau ciptakan padanya.”
Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Al-Hakim.
Pandangan ulama
Para ulama menjelaskan bahwa doa tersebut mengandung makna bahwa seorang suami menyerahkan urusan rumah tangganya kepada Allah SWT. Manusia tidak mengetahui seluruh karakter pasangan, sehingga doa menjadi bentuk permohonan agar Allah memberikan kebaikan dalam pernikahan.
Mendoakan pasangan sejak awal pernikahan juga menjadi simbol bahwa rumah tangga dibangun bukan hanya dengan cinta, tetapi juga dengan ketakwaan.
2. Melaksanakan Sholat Dua Rakaat Bersama Pasangan
Sunnah berikutnya adalah melaksanakan sholat dua rakaat bersama pasangan sebelum memulai kehidupan sebagai suami istri.
Sholat ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memohon agar rumah tangga diberikan keberkahan.
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa sebagian sahabat menganjurkan seseorang yang baru menikah untuk sholat dua rakaat sebelum berhubungan dengan istrinya.
Pandangan ulama
Ulama menjelaskan bahwa sholat dua rakaat ini bukanlah kewajiban, melainkan amalan yang baik dilakukan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah.
Tujuannya adalah agar kehidupan rumah tangga diawali dengan ibadah, bukan hanya dengan kesenangan duniawi.
Rumah tangga yang dimulai dengan mengingat Allah diharapkan lebih mudah mendapatkan ketenangan dan keberkahan.
3. Berhias dan Menggunakan Wewangian untuk Pasangan
Islam mengajarkan pasangan suami istri untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan penampilan di hadapan pasangan.
Sebagaimana seseorang ingin mendapatkan pasangan yang menarik, maka dirinya juga dianjurkan memberikan hal yang sama.
Rasulullah SAW dikenal menyukai kebersihan dan wewangian.
Pandangan ulama
Ulama menjelaskan bahwa berhias untuk pasangan termasuk bentuk menjaga keharmonisan rumah tangga.
Dalam Islam, memperhatikan penampilan bukan hanya dilakukan ketika bertemu orang lain, tetapi juga untuk membahagiakan pasangan sendiri.
Suami dan istri dianjurkan menjaga kebersihan tubuh, menggunakan aroma yang baik, serta menciptakan suasana nyaman dalam rumah tangga.
4. Bermesraan Sebelum Melakukan Hubungan Intim
Islam mengajarkan kelembutan dalam hubungan suami istri.
Sebelum melakukan hubungan intim, pasangan dianjurkan membangun suasana kasih sayang melalui komunikasi, perhatian, sentuhan lembut, dan menunjukkan rasa cinta.
Hubungan suami istri bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga bentuk kasih sayang.
Pandangan ulama
Para ulama menjelaskan bahwa memperlakukan pasangan dengan lembut merupakan bagian dari akhlak mulia.
Suami tidak boleh bersikap kasar atau hanya memikirkan kepuasan dirinya sendiri. Begitu juga istri dianjurkan membangun komunikasi yang baik dengan suami.
Keharmonisan rumah tangga sangat dipengaruhi oleh sikap saling menghargai.
5. Membaca Doa Sebelum Berhubungan Suami Istri
Sebelum melakukan hubungan intim, Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa:
بِسْمِ اللهِ. اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Artinya:
“Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Pandangan ulama
Ulama menjelaskan bahwa doa ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan setiap aktivitas manusia, termasuk hubungan suami istri, agar selalu berada dalam lindungan Allah.
Doa tersebut juga menjadi harapan agar keturunan yang diberikan Allah menjadi anak yang baik dan jauh dari gangguan setan.
6. Hubungan Intim Dilakukan Melalui Jalan yang Dihalalkan
Dalam Islam, hubungan suami istri diperbolehkan selama dilakukan dalam batas yang telah ditentukan syariat.
Allah SWT berfirman:
“Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu bagaimana saja kamu kehendaki.”
(QS. Al-Baqarah: 223)
Namun Islam memberikan batasan, yaitu hubungan dilakukan melalui jalan yang halal dan tidak melalui dubur.
Selain itu, hubungan intim juga dilarang ketika istri sedang mengalami haid.
Pandangan ulama
Para ulama sepakat bahwa hubungan suami istri harus dilakukan dengan cara yang menjaga kehormatan manusia dan sesuai aturan agama.
Islam memberikan ruang bagi pasangan untuk menikmati pernikahan, tetapi tetap dalam koridor adab dan hukum Allah.
7. Berwudhu Jika Ingin Mengulangi Hubungan Intim
Apabila pasangan ingin kembali melakukan hubungan suami istri setelah sebelumnya selesai, Rasulullah SAW menganjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu.
Pandangan ulama
Ulama menjelaskan bahwa wudhu tersebut bukan syarat wajib, tetapi sunnah yang memiliki banyak manfaat.
Selain menjaga kebersihan, wudhu juga menjadi bentuk persiapan kembali dengan kondisi yang lebih segar.
Hal ini menunjukkan bahwa Islam memperhatikan kebersihan dan kesehatan dalam kehidupan rumah tangga.
8. Membersihkan Kemaluan Setelah Hubungan Intim
Islam sangat memperhatikan kebersihan.
Setelah melakukan hubungan suami istri, dianjurkan membersihkan bagian tubuh yang perlu dibersihkan.
Pandangan ulama
Para ulama menjelaskan bahwa menjaga kebersihan setelah hubungan intim merupakan bagian dari menjaga kesucian diri.
Islam mengajarkan seorang Muslim untuk hidup bersih karena kebersihan berkaitan dengan ibadah.
9. Berwudhu Sebelum Tidur Setelah Junub
Apabila pasangan selesai berhubungan dan ingin tidur sebelum mandi wajib, maka dianjurkan berwudhu terlebih dahulu.
Hal ini berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW.
Pandangan ulama
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa orang yang dalam keadaan junub tetap boleh tidur, tetapi lebih utama jika berwudhu terlebih dahulu.
Wudhu sebelum tidur menjadi bentuk menjaga adab dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.
10. Mandi Janabah Sebelum Melaksanakan Ibadah
Setelah hubungan suami istri, pasangan wajib mandi janabah sebelum melakukan ibadah tertentu seperti sholat.
Mandi janabah dilakukan dengan membersihkan seluruh tubuh menggunakan air secara merata.
Pandangan ulama
Ulama menjelaskan bahwa mandi janabah merupakan kewajiban bagi seseorang yang telah berhubungan suami istri atau keluar mani.
Kesucian menjadi syarat penting dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT.
Jadi, malam pertama dalam Islam bukan hanya tentang hubungan antara suami dan istri, tetapi juga tentang bagaimana pasangan memulai perjalanan rumah tangga dengan keberkahan.
Doa, sholat, menjaga kebersihan, kasih sayang, serta mengikuti sunnah Rasulullah SAW menjadi fondasi penting agar rumah tangga mendapatkan ketenangan.
Para ulama mengingatkan bahwa tujuan utama pernikahan dalam Islam adalah membangun keluarga yang penuh cinta, tanggung jawab, dan ketakwaan kepada Allah SWT.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan