Queensha.id – Edukasi Kesehatan,
Beredar luas informasi yang menyebut lima posisi berhubungan intim tertentu dapat menyebabkan penyakit ginjal, kerusakan saraf, hingga retensi urine. Namun, benarkah semua klaim tersebut didukung bukti ilmiah?
Menurut berbagai penelitian dan pedoman urologi, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan posisi tertentu secara langsung menyebabkan ginjal lemah, penyakit saraf, atau kerusakan organ dalam. Yang diakui dalam dunia medis adalah gerakan yang terlalu kuat, kurang hati-hati, atau posisi yang menyebabkan trauma pada organ intim dapat meningkatkan risiko cedera, meskipun kasusnya tergolong jarang.
Berikut penjelasannya.
1. Berhubungan Intim Sambil Berdiri
Sebagian orang percaya posisi berdiri dapat menyebabkan ginjal lemah dan lutut rusak.
Fakta medis: Tidak ada penelitian yang membuktikan posisi berdiri menyebabkan penyakit ginjal. Namun, posisi ini memang dapat meningkatkan risiko kehilangan keseimbangan, terpeleset, atau cedera otot apabila dilakukan tanpa penyangga yang aman.
Solusi:
- Pastikan keseimbangan tubuh.
- Hindari jika memiliki nyeri lutut atau gangguan punggung.
- Jangan memaksakan posisi yang membuat salah satu pasangan tidak nyaman.
2. Istri Berada di Atas Suami
Beredar anggapan posisi ini menyebabkan luka pada saluran kencing (uretra).
Fakta medis: Klaim tersebut tidak selalu benar. Sebagian penelitian justru menunjukkan posisi ini tidak terbukti paling berbahaya. Cedera uretra memang dapat terjadi, tetapi umumnya disebabkan benturan keras ketika penis terlepas lalu menghantam tulang panggul, bukan semata-mata karena posisi.
Solusi:
- Lakukan gerakan secara perlahan.
- Segera hentikan jika muncul nyeri mendadak.
- Bila terjadi bunyi “pop”, nyeri hebat, atau perdarahan, segera ke IGD karena dapat menjadi tanda cedera serius.
3. Posisi Miring
Ada anggapan posisi ini menyebabkan sakit pinggang atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
Fakta medis: Belum ada bukti ilmiah bahwa posisi miring menyebabkan penyakit pada pinggang atau saraf. Justru bagi sebagian pasangan, posisi ini lebih nyaman karena tekanan pada tubuh lebih ringan.
Solusi:
- Gunakan bantal sebagai penyangga bila perlu.
- Hindari posisi yang membuat pinggang tertekuk terlalu lama.
- Komunikasikan kenyamanan dengan pasangan.
4. Berhubungan Intim Sambil Duduk
Sebagian orang menyebut posisi duduk menyebabkan sakit ginjal, perut, hingga gangguan saraf.
Fakta medis: Tidak ada penelitian yang membuktikan hubungan langsung antara posisi duduk dengan penyakit ginjal atau saraf. Risiko yang mungkin terjadi adalah pegal otot atau cedera apabila gerakan terlalu kuat dan posisi tubuh tidak stabil.
Solusi:
- Pilih tempat yang kokoh dan aman.
- Hindari gerakan berlebihan.
- Berhenti bila muncul rasa nyeri.
5. Posisi Duduk dengan Istri di Atas Suami
Beberapa kitab klasik menyebut posisi tertentu dapat menyebabkan sumbatan saluran kencing.
Fakta medis: Hingga saat ini, klaim tersebut belum didukung bukti ilmiah modern. Retensi urine umumnya disebabkan oleh gangguan prostat, batu saluran kemih, gangguan saraf, atau cedera berat, bukan karena posisi hubungan intim semata.
Solusi:
- Lakukan hubungan intim dengan lembut.
- Hindari gerakan yang menimbulkan rasa sakit.
- Jika setelah berhubungan muncul kesulitan buang air kecil, darah pada urine, atau nyeri hebat, segera periksa ke dokter.
Pesan Pakar Kesehatan
Pakar urologi menekankan bahwa yang paling penting bukan memilih posisi tertentu, melainkan memastikan hubungan intim dilakukan secara aman, saling nyaman, tidak dipaksakan, dan menghormati kondisi kesehatan masing-masing pasangan. Cedera saat berhubungan intim memang dapat terjadi, tetapi lebih sering berkaitan dengan trauma akibat gerakan yang terlalu kuat daripada posisi tertentu.
Dengan edukasi yang benar, masyarakat diharapkan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terbukti secara ilmiah. Apabila setelah berhubungan intim muncul nyeri hebat, pembengkakan, perdarahan, atau sulit buang air kecil, segera mencari pertolongan medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan