Queensha.id – Jepara,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memastikan akan membangun sebuah monumen sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa atlet selam kebanggaan daerah, Syabilla Rizkia Putri Raharja, yang meninggal dunia saat mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Selain pembangunan monumen, Pemkab Jepara juga mempercepat pencairan bonus prestasi dan menyiapkan santunan bagi keluarga almarhumah. Langkah tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo saat berada di GOR Jatidiri, Semarang, Minggu (25/10/2026).
“Kita sudah arahkan untuk membuat monumen untuk mengenang beliau, menjadi motivasi ke depan supaya kejadian ini tidak terulang,” kata Witiarso Utomo.
Menurutnya, monumen tersebut bukan hanya sebagai penghormatan kepada Syabilla, tetapi juga menjadi penyemangat bagi generasi muda Jepara agar terus berprestasi di dunia olahraga.
“Dan mudah-mudahan dengan prestasi beliau ini anak-anak muda Kabupaten Jepara lebih luar biasa lagi dalam atlet selam,” lanjutnya.
Bonus dan Santunan Segera Dicairkan
Selain pembangunan monumen, Pemkab Jepara memastikan seluruh hak atlet akan segera diberikan kepada keluarga almarhumah.
Bupati menjelaskan bonus atas raihan prestasi Syabilla akan dipercepat proses pencairannya. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan memberikan santunan sebesar Rp80 juta.
“Bonus kita akan segera selesaikan, kita cairkan. Santunan juga dari provinsi ada Rp80 juta. Dari kami juga pasti nanti ada. Jadi kita cepat percepat untuk bonusnya dan apa yang menjadi haknya,” ungkap Witiarso.
Semangat Syabilla Menjadi Inspirasi Atlet Jepara
Meski suasana duka menyelimuti seluruh kontingen Jepara, Witiarso berharap semangat juang Syabilla tetap menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda untuk terus mengharumkan nama daerah.
Ia mengungkapkan bahwa Syabilla telah berhasil memenuhi target dengan mempersembahkan dua medali emas. Namun, semangatnya untuk terus bertanding menjadi teladan bagi atlet lainnya.
“Mudah-mudahan ini selain memang kita berduka, ini menjadi momentum kebanggaan untuk Jepara bahwa semangat beliau ini pasti dicontoh, karena beliau sudah menang medali emas dua dan sudah sesuai target, tapi semangatnya luar biasa untuk bisa memenangkan kembali target-target yang diinginkan beliau,” ujarnya.
Kontingen Jepara Tetap Melanjutkan Porprov
Meski tengah berduka, kontingen Kabupaten Jepara dipastikan tetap mengikuti seluruh rangkaian pertandingan Porprov XVII Jawa Tengah.
Bahkan, para atlet dan ofisial tetap mengikuti defile pembukaan dengan mengenakan pita hitam sebagai simbol penghormatan kepada Syabilla.
“Kita tetap berlanjut. Tadi sebenarnya kita berduka seharusnya nggak ikut defile tapi memang kita tetap menjalankan,” kata Witiarso.
Ia menambahkan penggunaan pita hitam merupakan bentuk solidaritas seluruh kontingen kepada atlet yang telah berjasa mengharumkan nama Jepara.
“Ini solidaritas bahwa kita lagi berduka atas patriot olahraga kami Kabupaten Jepara yang sangat luar biasa. Mudah-mudahan ini menjadi terpatri untuk anak-anak muda Kabupaten Jepara,” jelasnya.
Syabilla Meninggal Saat Bertanding
Sebelumnya, Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal dunia saat mengikuti nomor selam laut di kawasan Awann Costa, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, pada Minggu (25/10/2026).
Kabar duka tersebut juga disampaikan melalui akun Instagram resmi Pemerintah Kabupaten Jepara.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Syabilla merupakan atlet yang telah mempersembahkan dua medali emas bagi Kabupaten Jepara pada nomor 100 meter bifins putri dan 200 meter bifins putri di ajang Porprov XVII Jawa Tengah 2026 Semarang Raya.
Kepergian Syabilla meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat Jepara, dunia olahraga, serta seluruh kontingen Porprov. Namun dedikasi, semangat juang, dan prestasi yang telah ditorehkannya akan terus dikenang sebagai inspirasi bagi atlet-atlet muda untuk mengharumkan nama Kabupaten Jepara di masa mendatang.
***
Sumber: BS.

Tinggalkan Balasan