Queensha.id – Jakarta,

 

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Rabu (28/10/2026). Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, aksi tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait berbagai persoalan nasional yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Selain diikuti mahasiswa dari berbagai kampus, demonstrasi juga mendapat dukungan dari sejumlah elemen masyarakat sipil. Melalui aksi tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan utama yang mencakup isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, penegakan hukum, hingga perlindungan hak asasi manusia (HAM).

1. Mendesak Penetapan Status Bencana Nasional Karhutla

Pertama, massa aksi meminta pemerintah segera menetapkan status bencana nasional atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai bencana ekologis lainnya.

Tidak hanya itu, mereka juga mendesak aparat penegak hukum agar mengusut dan mengadili korporasi maupun pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas terjadinya kerusakan lingkungan. Menurut mahasiswa, penanganan karhutla harus dilakukan secara tegas agar dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan perekonomian tidak terus berulang.

2. Menuntut Pembenahan Kebijakan Ekonomi dan APBN

Selanjutnya, mahasiswa menyoroti arah kebijakan ekonomi nasional, khususnya penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Mereka menilai anggaran negara seharusnya lebih difokuskan pada kepentingan masyarakat luas. Oleh karena itu, massa aksi meminta pemerintah menghentikan pemborosan anggaran untuk program-program yang mereka anggap bersifat populis dan bernuansa politis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

3. Mendorong Penurunan Biaya Pendidikan dan Perluasan Akses Layanan Dasar

Selain persoalan ekonomi, demonstran juga mengangkat isu pendidikan. Mereka mendesak pemerintah menurunkan biaya pendidikan agar lebih terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Di sisi lain, mahasiswa meminta pemerataan akses terhadap layanan dasar, termasuk kesehatan dan pendidikan, serta mendorong penciptaan lapangan kerja yang layak dan berkualitas bagi generasi muda Indonesia.

Menurut mereka, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari akses pendidikan yang adil dan kesempatan kerja yang memadai.

4. Reformasi Hukum dan Pemberantasan Korupsi

Tuntutan berikutnya berkaitan dengan reformasi hukum. Massa aksi meminta pemerintah menghentikan penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyoroti sejumlah regulasi yang dianggap masih menuai polemik, seperti UU TNI, KUHP, dan UU P2SK.

Selain itu, mereka mendesak pemerintah memperkuat upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) melalui penegakan hukum yang independen, transparan, dan berkeadilan.

5. Perlindungan HAM dan Demokrasi

Terakhir, demonstran menekankan pentingnya perlindungan hak asasi manusia dan demokrasi di Indonesia.

Mereka meminta pemerintah menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat tanpa intimidasi maupun kriminalisasi. Massa aksi juga mendesak penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM serta penghentian praktik militerisasi di ruang sipil.

Menurut mahasiswa, kebebasan berekspresi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang harus dijaga oleh seluruh elemen negara.

Aksi Berlangsung Damai

Selama penyampaian aspirasi di kawasan Bundaran HI, mahasiswa menyampaikan orasi, membawa berbagai spanduk berisi tuntutan, serta mengajak masyarakat untuk ikut mengawal berbagai isu yang mereka angkat.

Aksi tersebut menjadi salah satu rangkaian demonstrasi yang berlangsung pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026. Melalui lima tuntutan tersebut, BEM UI bersama aliansi mahasiswa berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap persoalan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, pendidikan, penegakan hukum, serta perlindungan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia.

 

***

Sumber: KPS.