Queensha.id – Jepara,
Kabupaten Jepara bersiap menjadi tuan rumah kegiatan internasional The Diplomatic Forum Jepara 2026 yang akan berlangsung pada 3–5 November 2026.
Forum diplomatik ini mengusung tema “Strengthening Global Partnerships, Unlocking Jepara’s Potential” atau “Memperkuat Kemitraan Global, Membuka Potensi Jepara”.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jepara ingin memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada dunia internasional, sekaligus membuka peluang kerja sama strategis dalam bidang investasi, ekonomi, budaya, pariwisata, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, forum ini menjadi momentum penting bagi Jepara untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara sahabat serta memperluas jaringan kemitraan global.
18 Delegasi Negara Hadiri Diplomatic Forum Jepara 2026
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 18 delegasi dari 18 negara dijadwalkan hadir dalam The Diplomatic Forum Jepara 2026.
Para delegasi yang hadir terdiri dari para duta besar, utusan khusus, maupun perwakilan diplomatik negara sahabat.
Berikut daftar delegasi dan perwakilan diplomatik yang hadir:
- Armenia
H.E. Serob Bejanyan - Republik Ceko
H.E. Petr Kopřiva - Denmark
H.E. Sten Frimodt Nielsen - Rumania
H.E. Dan-Adrian Bălănescu - Ukraina
Ms. Yevhenia Shynkarenko
(Kuasa Usaha a.i.) - Georgia
H.E. Tornike Nozadze - Yunani
H.E. Dimitrios Michalopoulos - Austria
H.E. Alexander Rieger - Tunisia
H.E. Mohamed Trabelsi - Mozambik
H.E. António Rodrigues José - Seychelles
H.E. Nico Barito
(Utusan Khusus Presiden) - Guatemala
H.E. Manuel Estuardo Roldán Barillas - Meksiko
Mr. Rodrigo Vázquez Ortega
(Wakil Kepala Misi) - Laos
H.E. Khamfeuang Phanthaxay - Kamboja
H.E. Tean Samnang - Fiji
H.E. Ratu Isoa Delamisi Tikoca - Kepulauan Solomon
H.E. Gladys Kamia Isihanu - Selandia Baru
H.E. Phillip Taula
Kehadiran para perwakilan negara tersebut menjadi kesempatan besar bagi Jepara untuk menunjukkan berbagai keunggulan daerah kepada dunia.
Rangkaian Hari Pertama The Diplomatic Forum Jepara 2026
Pada Selasa, 3 November 2026, kegiatan hari pertama diawali dengan agenda penyambutan dan malam budaya.
Rangkaian acara berlangsung mulai pukul 12.50 WIB hingga 21.30 WIB.
Penyambutan di SKOLA Courtyard Semarang
Agenda pertama berlangsung di SKOLA Courtyard, Semarang.
Rangkaian kegiatan:
12.50–13.00 WIB
Perjalanan dari Stasiun Tawang menuju SKOLA Courtyard.
13.00–13.09 WIB
Kedatangan peserta, seating, dan pembukaan oleh pembawa acara (MC).
13.09–13.49 WIB
Lunch session.
13.49–14.00 WIB
Sambutan Sekretaris Daerah (Sekda) dan ketua rombongan sekaligus arahan keberangkatan menuju Jepara.
Kedatangan Delegasi di Jepara
Setelah perjalanan dari Semarang, para delegasi akan tiba di Kabupaten Jepara.
Agenda kedatangan berlangsung pukul 14.00–18.00 WIB.
Rangkaian kegiatan:
14.00–16.00 WIB
Perjalanan menuju Ocean View Residence Hotel Jepara.
16.00–16.40 WIB
Penyambutan, proses check-in, dan perkenalan liaison officer (LO).
16.40–17.00 WIB
Informal networking dan menikmati suasana matahari terbenam (sunset).
17.00–18.00 WIB
Persiapan acara malam penyambutan.
Malam Penyambutan di Pendopo Jepara
Pada malam hari, para delegasi akan mengikuti acara penyambutan resmi di Pendopo Kabupaten Jepara.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 18.00–21.30 WIB.
Susunan acara:
18.00–18.40 WIB
Perjalanan, prosesi penyambutan, dan seating.
18.40–19.08 WIB
Pembukaan, tari Gambyong, lagu kebangsaan, doa, dan video profil Jepara.
19.08–19.38 WIB
Sambutan Bupati Jepara dan Duta Besar serta penyerahan pin diplomatik.
19.41–20.40 WIB
Jamuan malam dan pentas seni berupa kentrung, karawitan, paduan suara, serta tari.
20.40–21.15 WIB
Pertukaran cenderamata dan penampilan penutup.
21.15–21.30 WIB
Penutupan dan kembali ke hotel.
Bupati Jepara: Membuka Peluang Kerja Sama Global
Bupati Jepara H. Witiarso Utomo menyampaikan bahwa The Diplomatic Forum Jepara 2026 merupakan kesempatan penting untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat internasional.
Menurutnya, Jepara memiliki berbagai sektor unggulan yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kerja sama global.
Mulai dari industri mebel dan ukir yang telah mendunia, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, perikanan, hingga kebudayaan lokal.
“Forum ini menjadi jembatan bagi Jepara untuk memperkuat hubungan internasional sekaligus membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Witiarso Utomo, Selasa (3/11/2026).
Ia berharap melalui forum tersebut akan muncul berbagai kolaborasi konkret yang mampu meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, serta mempercepat pembangunan daerah.
Jepara Menuju Panggung Dunia
Dengan terselenggaranya The Diplomatic Forum Jepara 2026, Kabupaten Jepara menunjukkan kesiapannya menjadi daerah yang terbuka terhadap kerja sama internasional.
Selain memperkenalkan budaya dan keunggulan lokal, forum ini juga menjadi langkah strategis untuk membawa nama Jepara semakin dikenal dunia.
Melalui semangat “Strengthening Global Partnerships, Unlocking Jepara’s Potential”, Jepara optimistis mampu memperkuat posisi sebagai daerah yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (MULUS).
Saatnya potensi Jepara semakin dikenal dunia, membuka peluang baru, dan memperkuat langkah menuju masa depan yang lebih maju.
***
Sumber: Pemkab Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan