Queensha.id – Jepara,

 

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Petinggi Desa di sejumlah wilayah Kabupaten Jepara yang akan diselenggarakan serentak pada Selasa, 3 November 2026. Pemilihan kepala desa ini dilaksanakan di 24 desa yang tersebar di 15 kecamatan, dengan jadwal pelantikan petinggi terpilih pada 28 Desember 2026.

 

Dinamika politik desa mulai terasa dan berbagai media sosial hingga media online dipenuhi dengan promosi para bakal calon, penyampaian visi dan misi, bahkan tidak sedikit muncul narasi yang saling menyindir maupun dugaan saling menyerang antarpendukung.

Di tengah persaingan tersebut, masyarakat desa diharapkan tetap menjadi pemilih yang cerdas dengan menilai calon berdasarkan integritas, rekam jejak, dan program kerja, bukan semata-mata karena popularitas di media sosial.

Berikut 10 cara yang dinilai efektif untuk menarik perhatian dan simpati masyarakat secara positif.

 

1. Memiliki Program Kerja yang Jelas dan Realistis

Masyarakat umumnya ingin mengetahui apa yang akan dilakukan calon apabila terpilih. Program kerja yang sesuai kebutuhan desa lebih mudah mendapatkan kepercayaan dibanding sekadar janji tanpa arah.

 

2. Turun Langsung Menemui Warga

Silaturahmi dari rumah ke rumah atau menghadiri kegiatan masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap warga. Kedekatan langsung sering kali lebih berkesan daripada kampanye melalui media sosial.

 

3. Menjaga Etika dan Kesantunan

Calon yang mampu menjaga tutur kata serta menghormati lawan politik biasanya memperoleh penilaian positif. Kampanye yang santun mencerminkan kedewasaan dalam memimpin.

 

4. Tidak Menebar Fitnah atau Hoaks

Menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya justru dapat merusak kepercayaan masyarakat. Kampanye sebaiknya berisi gagasan dan solusi, bukan menyerang pribadi lawan.

 

5. Aktif Mendengarkan Aspirasi Warga

Seorang calon pemimpin perlu lebih banyak mendengar daripada berbicara. Aspirasi mengenai jalan desa, pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik menjadi masukan penting dalam menyusun program.

 

6. Memiliki Rekam Jejak yang Baik

Pengalaman dalam organisasi, kegiatan sosial, maupun kontribusi kepada masyarakat menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan kepercayaan warga.

 

7. Transparan dan Jujur

Masyarakat cenderung lebih percaya kepada calon yang terbuka mengenai visi, misi, serta sumber informasi yang disampaikan. Kejujuran merupakan modal utama seorang pemimpin.

 

8. Memanfaatkan Media Sosial Secara Positif

Media sosial dapat digunakan untuk menyampaikan program, kegiatan sosial, dan edukasi kepada masyarakat. Hindari unggahan yang berpotensi memecah belah atau memancing konflik.

 

9. Mengutamakan Persatuan Desa

Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Calon yang mampu mengajak masyarakat tetap rukun meskipun berbeda pilihan biasanya memperoleh simpati lebih besar.

 

10. Menunjukkan Keteladanan

Perilaku sehari-hari menjadi perhatian masyarakat. Disiplin, sederhana, mudah ditemui, dan peduli terhadap lingkungan merupakan contoh keteladanan yang dapat meningkatkan kepercayaan publik.

 

Pandangan Pengamat Sosial Jepara

Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai bahwa persaingan dalam pemilihan petinggi desa merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar seluruh calon maupun pendukung lebih mengedepankan politik yang sehat dan bermartabat.

Menurutnya, simpati masyarakat tidak dibangun melalui saling menyerang atau saling menyindir di media sosial, melainkan melalui keteladanan, komunikasi yang baik, serta kemampuan menawarkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat desa.

“Pesta demokrasi desa seharusnya menjadi ajang adu gagasan dan program kerja. Masyarakat saat ini semakin cerdas dalam menilai siapa calon yang benar-benar memiliki komitmen membangun desa. Kepercayaan lahir dari integritas, bukan dari saling menjatuhkan,” ujar Purnomo Wardoyo, Kamis (3/8/2026).

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan setelah proses pemilihan selesai. Menurutnya, siapa pun yang terpilih nantinya merupakan pemimpin bagi seluruh warga desa, sehingga persatuan harus tetap menjadi prioritas.

Dengan mengedepankan kampanye yang santun, edukatif, dan berorientasi pada pembangunan, Pemilihan Petinggi Desa di Kabupaten Jepara diharapkan berlangsung aman, damai, serta menghasilkan pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi desa dan kesejahteraan masyarakat.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.